Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Gendhis
https://id.pinterest.com/pin/759138080921238192/

Gendhis

Gendhis

Oleh: Siti Khotijah

Anak-anak kecil itu mengintil di belakang wanita berkebaya usang dan lusuh. Rambut panjang setengah gimbalnya menjadi bahan olok-olokan anak-anak kecil itu. Sepanjang jalan terkadang lemparan kerikil dari anak-anak itu menghantam punggung ringkihnya. Ia hanya menoleh sekilas ke arah mereka, lalu tertawa terbahak-bahak. Seakan tidak memasalahkan tingkah laku mereka yang sudah melewati batas itu.

Orang di sekitar tempat itu memanggilnya Gendhis. Emper sebuah ruko kosong menjadi tempat favoritnya jika lelah berjalan ke sana ke mari. Sambil duduk mengelesot, tembang macapat Gambuh lamat-lamat keluar dari bibir mungilnya. Kemerduan suaranya tak bisa membohongi telinga. beberapa orang yang lewat di depannya bahkan menghentikan langkah menungguinya menuntaskan tembangnya.

Aura primadona panggung pertunjukan seketika menguar saat Gendhis mulai menembang. Meski cemong di sana-sini karena jarang mandi, wajah manisnya tak bisa disembunyikan. Gendhis menjadi perempuan gila yang banyak digandrungi banyak orang. Pesona yang tak bisa dijabarkan kelogisannya. Entah karena suara merdunya, ataukah kecantikannya. Gendhis, perempuan malang yang terusir dari keluarga. Kewarasannya terenggut ketika suaminya berselingkuh dengan teman sesama sinden. Dalang terkenal itu meninggalkan Gendhis karena ulahnya sendiri yang memulai bermain api dengan seorang Lurah. Kisruh rumah tangganya menjadi gunjingan di sana-sini. Semua orang menyalahkannya. Gendhis memang bersalah, dan ia sudah menerima ganjarannya.

#Tagur hari ke-317

#Pentigraf ke-127

Catatan:

Contoh lirik dari tembang macapat Gambuh yang dikutip dari Baboning Pepak Basa Jawa, Budi Anwari (2020: 185)

Sekar gambuh ping catur

Kang cinatur polah kang kalantur

Tanpa tutur katula-tula katali

Kadaluwarsa kapatuh

Kapatuh pan dadi awon

Watak Gambuh

Watak atau nilai-nilai yang bisa diambil dari tembang macapat Gambuh yaitu mengenai kekeluargaan dan kebersamaan. Di mana kata Gambuh juga biasa ditafsirkan dengan kata “jumbuh” atau bersatu yang memiliki arti komitmen untuk menyatukan cinta dalam biduk rumah tangga. Dalam kehidupan rumah tangga saling menjaga, melindungi dan mengayomi satu sama lain, agar biduk rumah tangga menjadi harmonis dan selalu dalam ridho-nya.

Atau pada intinya tembang macapat Gambuh sangat menuju kepada nasehat dan petunjuk-petunjuk yang mengarahkan kepada setiap manusia untuk menuju ke dalam kebaikan dan menjauhi segala keburukan.

Tembang Gambuh sering digunakan untuk menyampaikan cerita dan pesan kehidupan yang pada intinya sebagai pedoman membangun rasa persaudaraan, kekeluargaan, dan toleransi.

Sumber: **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post