Jodoh
Jodoh
Oleh: Siti Khotijah
Ranti galau. Dua kali ia harus menyaksikan adik-adiknya di pelaminan. Dua kali juga ia harus mengikuti prosesi langkahan. Sang adik harus meminta izin dan memberikan tanda mata sesuai permintaannya. Dengan menjalani Prosesi langkahan ini diharapkan bisa memberi kelancaran dalam pernikahan yang akan dilakukan sang adik, juga sebagai simbol sebuah harapan agar dirinya juga segera mudah menemukan jodoh.
Harapan tidak sesuai kenyataan. Tiga tahun sejak adik bungsunya menikah dulu, Ranti masih sendiri. Bukan karena ia terlalu memilih calon suami, tetapi pria-pria yang berusaha mendekati pada akhirnya akan mundur tanpa ada penjelasaan. Kalau dari fisik, sebenarnya Ranti termasuk gadis cantik. Meski usia menjelang tiga puluh lima tahun, kulitnya masih kencang karena ia rajin merawat diri. Ia juga termasuk wanita dengan karier cemerlang di sebuah perusahaan asing. Jadi, dari segi finansial tentunya ia tidak akan bergantung kepada calon suaminya kelak.
Ranti duduk tepekur di depan cermin. Saran Neni, sahabatnya di kantor, kembali terngiang-ngiang di telinganya. Menurut Neni, ada yang tidak beres dengan jodoh Ranti yang tak kunjung datang. Sahabatnya itu menyarankannya untuk mencari “orang pintar”. Neni curiga, Ranti dibuat jauh jodoh oleh seseorang. Seseorang? Ranti menutup mulut dengan kedua telapak tangannya. Yang terlintas di pikirannya adalah Seno, ayah tirinya. Pria itu mencintainya dan hampir merenggut kegadisannya. Kejadian lima belas tahun lalu berkelebat kembali.
#Tagur hari ke-318
#Pentigraf ke-128
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
