Belajar Ngaji - Pentigraf - 12 ( Tamugusi ke 20 )
Ba’da asar sore itu seperti biasa anak-anak sekitar rumah pak kyai belajar mengaji di rumahnya. Mereka berpakaian rapi, mengenakan baju koko dan tidak lupa mengenakan kopyah di kepalanya termasuk Udin santri baru dari desa sebelah pak kyai.
Ba’da salam pak kyai mengajak anak-anak santri untuk membaca doa mau belajar. Setelah itu romo kyai mengajak semua anak-anak membaca hafalan surat-surat pendek dari jus ‘amma. Sudah lumayan banyak hafalan surat-surat pendek mereka. Mulai dari Al-Fatihah sampai Al-Bayyinah sudah mereka hafalkan kecuali Udin yang masih terbata-bata.
Tiba saatnya pak kyai mengecek dan mengoreksi ngajinya para santri. Semua harus siap untuk dibetulkan jika lafal huruf dan tajwidnya belum tepat termasuk Udin. Dia diminta untuk membaca surah Al-fatihah. Rupanya dia kesulitan untuk mengucapkan huruf Q sehingga setiap kali pak kyai memintanya membaca “ihdinashirootol mustaqiim” dia selalu saja membaca “ihdinashirootol mustakiim.” Huruf Q jadi K. Karena sudah berkali-kali dibetulin salah terus maka pak kyai sedikit gusar lalu menyikutnya sambil bilang: “Kok gak bisa-bisa?” Kemudian Udin reflek berucap dengan suara keras : “Loh kok NYIQUUT ?” Pa kyai bilang:”Lah itu bisa Qaf tadi kok Kaf terus?” Sejak itu Udin jadi fasih melafalkan huruf hijaiyah dengan tepat.
Yogyakarta, 20 Agustus 2020
Sumber gambar : sid.id
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
