Lupa Pentigraf - 4 ( Tamugusi ke - 12)
Pagi-pagi sekali saya sudah masak untuk sarapan anak-anak sebelum mereka berangkat sekolah. Maklum dua anakku cewek masih usia SD kecuali yang satu cowok sudah mondok di pesantren tingkat Tsanawiyah, jadi kalau pagi sibuk untuk persiapan sekolah dan antar mereka juga ke sekolah, dan saya sendiri juga harus ke sekolah untuk mengajar. Suami juga harus ke kampus ngajar mahasiswa.
Setelah mandi dua gadisku mengenakan seragam sekolah merah putih muslim panjang yang sudah saya siapkan di lemari mereka masing-masing. Sementara mereka bersiap diri, saya menyiapkan sarapan pagi untuk mereka. Suami saya juga sudah saya buatkan secangkir kopi. Anak saya yang kecil minta dibuatkan telor ceplok mata sapi. Kalau yang besar manut saja mau sarapan pakai apa. Jadi sekalian saya membuat telor ceplok dua.
Mereka berdua sudah berseragam rapi sudah meletakkan buku-buku di ranselnya terus menuju meja makan untuk sarapan pagi. Saya lalu menyiapkan diri juga untuk berangakt mengajar di sekolah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Suami juga sudah siap berangkat ke kampus dan siap memboncengkan anak-anak menuju sekolah mereka yang kebetulan satu sekolah dan juga satu arah ke tempat kerjanya. Setelah makan si bungsu mau ke dapur meletakkan piring kotor ke tempat cuci piring. Namun pas sampai di dapur dia teriak-teriak melihat api yang menyala tinggi dari kompor nyaris menjilat langit-langit dapur. Dia teriak sambil bilang : “ Mamaaa…api…apiiii…itu dari kompor nyala tinggi sekali…” Langsung saya lari ke dapur karena ayah anak-anak sudah siap di depan rumah dengan sepeda motornya, saya tidak pikir panjang langsung ambil kesed tebal celupkan di bak mandi dan saya taruh di atas kompor yang nyala itu. Rupanya saya lupa matikan kompor sehabis ceplok telor, padahal wajan masih diatas kompor yang menyala itu.
Yogyakarta : 12 Agustus 2020
Sumber gambar : kahaba.net
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
