Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Panjat Pinang - Pentigraf - 7 (Tamugusi  ke - 15)
Panjat pinang

Panjat Pinang - Pentigraf - 7 (Tamugusi ke - 15)

 

Bulan Agustus adalah bulan yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia termasuk bagi warga desa Sukajaya. Karena pada bulan itulah persisnya pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia yang diwakili sang proklamator bung Karno dan bung Hatta dengan gagah berani memproklamirkan diri menjadi Negara merdeka setelah sekian lama dibawah kolonialisme Belanda dan beberapa Negara penjajah lainnya. Biasanya begitu memasuki bulan Agustus di setiap tempat terpasang bendera merah putih dan umbul-umbul yang berwarna warni serta diadakannya berbagai lomba dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Perlombaan yang diadakan oleh panitia Agutusan sangat beragam yang diikuti anak-anak, remaja dan orang tua. Ada balap karung, lomba makan krupuk, senam, lingkungan hidup dan masih banyak lagi termasuk lomba yang sangat diminati adalah lomba panjat pinang. Mengapa lomba ini menarik karena ada hadiah yang beraneka ragam yang di gantung di atas batang pinang yang dilumuri oli. Lomba ini ramai peminat dan penontonnya paling banyak.

Sore itu di lapangan desa Sukajaya diadakan lomba panjat pinang. Cuaca sore itu sangat ramah, tidak panas tidak pula mendung dan angin juga hanya spoi-spoi. Tentu saja hal ini sangat menarik orang-orang desa berbondong-bondong untuk ikut lomba atau hanya sekedar menikmati lomba dengan menonton dan tepuk tangan sambil teriak-teriak memberi dukungan pada yang ikut lomba. Panitia telah menyiapkan tiga batang pinang yang besar, kokoh dan tinggi menjulang. Hal ini dilakukan panitia lomba Agustusan karena ada tiga katagori lomba yaitu lomba panjat pinang anak-anak, remaja dan dewasa. Tentu saja lomba ini diperuntukkan kepada mereka yang berjenis kelamin laki-laki. Sebab lomba yang pas untuk kaum hawa sudah ada sendiri. Rupanya memang panitia dengan proposalnya berhasil meraup dana yang lumayan besar sehingga benda-benda yang digantung di atas batang pinang pun nilainya lumayan berarti. Untuk panjat pinang anak-anak ada digantung buku-buku, ransel untuk sekolah…dan yang paling besar adalah sepeda balap untuk anak-anak. Untuk panjat pinang remaja juga digantung mulai dari kaos T-shirt, HP Android …hingga sepeda gunung yang mahal. Untuk orang dewasa tak kalah meriahnya, ada kompor gas, televisi, kulkas…dan sepeda motor-jangan dibayangkan kalau batang pinangnya ambruk karena digantungi benda-benda yang berat loh karena yang digantung itu gambar sedangkan benda aslinya ada di bawah.

Elvan adik sepupu Siti datang dengan antusias ke lapangan untuk mengikuti lomba panjat pinang yang diperuntukkan bagi anak-anak. Tentu saja dia mengincar hadiah utama yakni sepeda balap anak-anak. Dia sangat memimpikan hal itu karena sepedanya yang dibelikan ayahnya dulu terbakar saat dia mandi di sungai di pinggir sawah dan sepedanya disimpan ditumpukan jerami  dan tak terduga jeraminya dibakar sama yang punya sawah. Sejak itu dia belum punya sepeda lagi. Dia sudah membentuk tim tiga orang yaitu dia, Udin dan Sobri. Saat panitia menghitung satu…dua…tiga…go.. Elvan dan timmnya pun langsung bergerak untuk memanjat batang pinang yang sangat licin karena dilumuri oli dan dan mulai memanjat dengan strategi Udin dibawah memeluk erat batang pinag, lalu Sobri naik dipunggungnya dan menginjak bahunya, kemudian Elvan menaiki punggung mereka seperti tangga dan bertengger dibahu Sobri untuk selanjutnya berusaha memanjat bagian atas batang pinang tersebut hingga menuju puncak untuk meraih hadiah utama. Tentu saja tidak langsung berhasil karena berkali-kali melorot lagi ke bawah saking licinnya batang pinang tersebut. Penonton ramai sekali bertepuk tangan memberi support pada yang lomba. Elvan sudah hampir meraih sepeda itu, namun tiba-tiba peserta lain malah memanjat punggung Elvan namun karena sudah sama-sama licin terkena oli malah kaki peserta lain yang bernama malah nyantol di celana kolor yang dipakai Elvan hingga celana nya melorot sampai bawah…Elvan langsung anjlog ke bawah dan langsung menarik lagi celana kolornya ke atas. Dia bergumam…:”Bagong nihhh benar-benar kurang asem, malah memelorotkan celanaku…bikin malu saja.”

 

Yogyakarta, 15 Agustus 2020

Sumber gambar : idntimes.com

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post