Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Teh Pegunungan Sedap   ( Tamugusi ke - 3 )
Teh asli pegunungan

Teh Pegunungan Sedap ( Tamugusi ke - 3 )

Suami setiap sore biasa menyeduh teh dengan air panas plus gula pasir. Tetapi sore itu teh celup yang biasa beliau buat teh manis sudah habis. Beliau malah menemukan ada daun teh di dalam palstik bening yang cuma diikat. Kemudian beliau tanya:" Ini teh apa?' Saya jawab kalau itu adalah teh asli pegunungan yang diproduksi langsung oleh petani di dataran tinggi Magelang.

Teh tersebut dibawa oleh putriku saat dia ke tempat temannya di daerah dataran tinggi di kaki gunung Sumbing sekitar empat bulan yang lalu. Mengapa teh tersebut masih ada di kotak biasa kami simpan teh gula dan sebaginya , adalah karena teh tersebut tidak pernah digunakan, malah sekeluarga sukanya teh celup yang praktis penggunaannya.

Kemudian suami menuang daun teh ke dalam teko kemudian diseduh air mendidih. Menunggu beberapa saat kemudian disaring lalu ditambah gula pasir. Kemudian ditaung ke dalam gelas lalu diminum setelah tidak terlalu panas. Suami saya bilang:"Aromanya beda tetapi rasanya sedap sekali." Sudah lama disimpan tapi kondisinya masih tetap bagus dan rasanya sensaional. Minum teh hangat dengan singkon rebus sungguh nikmat.

Kemudian saya ingat waktu kecil di rumah nenek di daerah Purbalingga Jawa Tengah suka ikut memetik daun teh di pekarangan sekeliling rumah nenek. Yang dipetik adalah pucuk daun teh yang masih muda dan lembut. Kemudian sama nenek daun teh yang sudah dipetik itu dijemur. kalau sudah agak kering teh itu disangrai hingga kadar airnya benar benar habis sehingga kering dan krispi. Yah itu dulu cara nenek mengolah daun teh dengan cara tradisional. Daun teh yang dibawa putri saya yang dari orang tua temannya itu persis yang saya jumpai waktu saya kecil di rumah nenek. Hingga sekarangpun kalau saya kunjung ke saudara-saudara saya di daerah Purbalingga pun juga akan disuguhi teh yang diolah secara tradisional. Pokoknya teh asli pegunungan yang diolah secara tradisional itu sangat sedap dan bisa untuk diet. 

 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post