Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Thengkleng Tulang Kambing dan Sapi Spesial  ( Tamugusi ke - 4 )
Thengkleng

Thengkleng Tulang Kambing dan Sapi Spesial ( Tamugusi ke - 4 )

"Masih ada tulangan kambing sama sapi di dalam freezer, kenapa tidak dibikin thengkleng pasti manta," pikirku. Sengaja saya campur karena tanggung. Saya ingat suamiku suka hidangan itu. Suamiku suka sengaja beli tulangan kambing di pasar sampai 2 kg. Beliau biasanya pesan untuk dibuatkan gulai atau thengkleng. Oleh karena itu tulangan kambing dan sapi yang jatah dari pembagian daging kurban itu saya ambil dari freezer dan saya biarkan hingga esnya mencair.

Thengkleng itu bagi orang Jawa Tengah khususnya Yogyakarta dan Solo adalah bukan hal asing. Itu olahan khusus tulangan kambing dan sapi yang masih banyak dagingnya. Bumbunya agak mirip bumbu gulai hanya saja tidak pedas karena tidak menggunakan cabai merah maupun cabai rawit. Biasanya kalau ada hajatan manten suka ada tuh thengkleng tulangan kambing. Suami biasanya kalau ada undangan resepsi yang dicari pertama kali adalah thengkleng.

Saya rebus air dengan panci stainlis kurang lebih dua liter sampai mendidih. Setelah mendidih saya masukkan tulangan kambing dan sapi yang sudah tidak membeku. Tentu sebelumnya dicuci dulu dong. Supaya tidak bau prengus di dalam rebusan tadi saya tambahkan daun salam lima lembar. Biarkan mendidih selama lima menit lalu matikan apinya, angkat tulangan yang sudah di rebus tadi lalu tiriskan dan buang air rebusannya.

Saya ambil air lagi dua liter dan masukkan ke dalam panci stainlis tadi lalu rebus hingga mendidih. Setelah mendidih masukkan kembali tulangannya tadi yang sudah tidak bau prengus ke dalam air yang mendidih. Biarkan lima menit mendidih lalu kecilkan apinya biar daging yang masih menempel di tulang itu empuk.

Sambil menunggu dagingnya yang nempel di tulang empuk, saya menyiapkan bumbu thengklengnya. Bumbunya itu terdiri dari 5 buah kemiri, lima siung bawang putih, lima siung bawang merah. satu telunjuk kunyit, jahe, lengkuas, cereh, daun salam, daun jeruk purut, tumbar jinten, tumbar biasa dan lada. Semuanya diuleg kecuali daun salam dan daun cereh. Kalau lengkuas dan cereh cukup digeprek saja. Tak lupa garam, gula jawa dan santan. Saya tidak menggunakan santan kelapa tapi pakai cremer yang lebih sehat.

Setelah semua bumbu siap, saya ambil wajan lalu diletakkan di atas kompor lalu nyalakan api. Kan kalau kompor yang dau tungku cuma bersebelahan. Yang satu tungku untuk rebus tulangannya, satu tungu lagi buat numis bumbunya. Nah setelah bumbu ditumis dan beraroma harum, saya matikan kompornya. Bumbu lalu dimasukkan ke dalam rebusan tulangan dan tunggu sampai bumbu merasuk dan matang. Sekitar 30 menit thengkleng sudah siap dihidangkan. Tapi sebelumnya ditambahkan cremer sebagai pengganti santan kelapa sebanyak dua sendok makan.

Saya ambil satu mangkuk thengkleng lalu saya hiasi dengan irisan tomat dan daun salam. Abis itu saya siapkan nasi putih plus sambel kecap. Nah setelah siap saya panggil suami untuk menikmatinya, tentu saja bersama saya. Kata suami :"Masha Allah thengklengnya sangat spesial. Enak banget." Alhamdulillah.

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post