Gundah - Pentigraf ke 36 ( Tamugusi ke - 53 )
Hari itu bu Nisa terlihat sangat gundah. Terlihat serba salah, begini tak enak, begitu tak nyaman. Tak biasanya beliau seperti itu. Mondar mandir seperti ada yang menggelayut di pikirannya. Rasanya kangen banget sama putra sulungnya yang sudah lama bekerja di perusahaan asing di ibukota. Dia yang sejak kecil dalam pengasuhan yang ketat sesuai aturan agama, prestasinya juga bagus dan menjadi andalan dan tulang punggung keluarga setelah bekerja di perusahaan asing dengan posisi yang bagus dan tentu saja gajinya sangat lumayan besar. Dialah cahaya mata keluarga. Biasanya dia selalu tilpun namun apakah saking sibuknya sehingga sudah dua hari tak sempat tilpun. Bu Nisa segera ambil air wudu untuk melakukan sholat zuhur saat terdengar suara azan zuhur. Rencananya selepas zuhur mau mencoba tilpun putra sulung untuk menanyakan kabarnya.
“Rani, remote TV di mana yah, ibu pingin nonton TV,” kata bu Nisa pada putrinya. Kemudian putrinya mengambilkan remote dan dikasihkan ke ibunya yang sudah duduk di sofa depan TV. Bu Nisa mencoba memilih acara yang menarik namun rupanya tak ada yang menarik maka beliau bermaksud mematikan kembali TVnya. Tak tau kenapa pokoknya hatinya galau tak karuan walau sudah berusaha untuk menenangkan diri.
Saat hendak mematikan TV bu Nisa tertarik dengan berita siang tentang penemuan mayat mutilasi di dalam kopor di sebuah apartemen. Dalam hatinya beliau berfikir kok sadis banget. Sudah dibunuh masih pula dimutilasi. Beliau terkejut lalu pingsan saat mendengar bahwa nama korban tersebut adalah nama putra sulungnya yang selama dua hari tak ada kontak. Pembunuhnya sepasang kekasih pengangguran yang mengincar hartanya. Mereka berdua mengenal korban lewat pertemanan di media sosial.
Yogyakarta, 20 September 2020
Sumber gambar : tribunnews.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
