Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Haram ( Tamugusi ke - 51 )
Jebakan syetan

Haram ( Tamugusi ke - 51 )

Haram (Arab: حرام ḥarām) adalah sebuah status hukum terhadap suatu aktivitas atau keadaan suatu benda (misalnya makanan). Aktivitas yang berstatus hukum haram atau makanan yang dianggap haram adalah dilarang secara keras. Orang yang melakukan tindakan haram atau makan binatang haram ini akan mendapatkan konsekuensi berupa dosa.

Ada sebuah lagu dangdut lawas yang diciptakan Rhoma Irama si Raja dangdut dan dinyanyikan juga oleh Rhoma Irama dengan pasanga duetnya yaitu Rita Sugiarto. Lagu ini sangat menarik karena disamping enak didengar enak juga dinyanyikan serta mudah diingat sebagai pengingat tentang hal-hal yang haram untuk dilakukan dan wajib untuk dihindari. Lengkap lirik lagunya adalah sebagai berikut.

Haram

Rhoma Irama, Rita Sugiarto

Ha-ha-ha... yeah

Kenapa, e, kenapa minuman itu haram Karena, e, karena merusakkan pikiran Kenapa, e, kenapa berzina juga haram Karena, e, karena itu cara binatang

Kenapa semua yang asyik itu diharamkan Kenapa semua yang enak enak itu yang dilarang Ah-ah-ah-ah-ah-ah-a-a-ah Itulah perangkap syetan Umpannya ialah bermacam-macam kesenangan

Ha ha ha... yeah

Kenapa, e, kenapa berjudi itu haram Karena, e, karena merusak keuangan Kenapa, e, kenapa mencuri juga haram Karena, e, karena hai merugikan orang

Kenapa semua yang asyik asyik itu diharamkan Kenapa semua yang enak enak itu yang dilarang Ah-ah-ah-ah-ah-ah-a-a-ah Itulah perangkap syetan Umpannya ialah bermacam-macam kesenangan

Ha-ha-ha... yeah

Biasanya sudah biasa

setiap yang akan menyesatkan

Sepintas lalu menyenangkan

Biasanya sudah biasa

Setiap yang akan merugikan

Sepintas lalu menguntungkan

Begitu caranya syetan menggoda kita

Dihiasinya dosa dengan bunga dunia

Digambarkan dalam lagu tersebut adalah dialog antara seorang murid atau santri dan seorang guru yang sedang belajar hokum Islam atau fikih mengenai hukum haram. Santri bertanya kenapa minuman (alcohol) , berzina, berjudi, mencuri itu semua haram atau dilarang. Sang guru menjawab bahwa minuman yang menyebabkan mabuk itu merusakan pikiran sehat, berzina itu merupakan tindakan tak terpuji karena itu perilaku binatang, berjudi itu adalah sangat merusak keuangan dan mencuri itu adalah tindakan yang sangat merugikan orang.

Santri atau muridnya itu masih bertanya kenapa yang enak-enak dan asyik-asyik itu diharamkan atau dilarang. Sang guru itu menjawab bahwa yang enak dan asyik itu adalah menurut cara pandang syetan. Semua yang enak dan asyik menurut syetan adalah perangkkap untuk memperdayakan manusia agar ikut dia ke neraka.

Kemudian dari pelajaran tentang haram itu mereka berkesimpulan bahwa :

- Biasanya setiap yang akan menyesatkan, sepintas lalu menyenangkan.

- Biasanya setiap yang akan merugikan sepintas lalu menguntungkan.

- Begitu caranya syetan menggoda kita, dihiasinya dosa dengan bunga dunia.

Sebagai manusia yang beriman haruslah senantiasa waspada terhadap jebakan syetan. Mengapa harus senantiasa waspada terhadap jebakan syetan? Karena mereka sedang mengincar manusia-manusia yang lengah agar masuk dalam jebakannya dan masuk dalam golongan mereka lalu digiring ramai-ramai masuk ke dalam neraka. Saat manusia sadar dan menyalahkan mereka, mereka hanya akan bilang “tugasku hanya menggoda namun keputusan untuk tergoda apa tidak sepenuhnya di tanganmu wahai manusia- manusia bodoh.”

Hanya orang-orang yang senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah yang tertuang dalam kitabullah Al Qur’anul karim dan mengikuti sunnah nabi Muhammad saw sebagai uswatun hasanah atau contoh tauladan yang baik, merekalah yang akan selamat dari jebakan syetan yang tampak hiasan yang menyilaukan mata namun sesungguhnya berisi kesengsaraan yang tiada tara. Na’udzubillahi mindzalik jangan sampai hal itu menimpa kita. Aamiin.

Wallahu’alam.

Yogyakarta : 18 September 2020

Sumber :

**(censored)**

**(censored)**

Sumber gambar : islampos.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post