Kelayung - layung ( Tamugusi ke - 44 )
Ada sebuah tembang Jawa dengan judul Kelayung-layung yang diciptakan H. Bugie. Penyanyi aslinya adalah Deviana Safara. Iramanya sangat menyentuh kalbu yang paling dalam. Jika dihayati bisa berlinang airmata. Lirik lagunya adalah sebagai berikut :
Ono tangis kelayung-layung
Tangise wong kang wedi mati
Gedhongono kuncenono
Yen wis mati mongso urungo
Ditumpakke kereto jowo
Rodane roda manungso
Ditutupi ambyang-ambyang
Disirami banyune kembang
Duh, Gusti Allah
Kulo nyuwun pangapuro
Ning sayange wis ora guno
Kurang lebih artinya sebagai berikut :
Ada tangisan tersedu sedu
Tangisnya orang takut mati
Walaupun di gedung yang terkunci
Jika maut datang tak bisa ditunda
Dinaikkan kereta Jawa (keranda)
Rodanya adalah manusia
Ditutupi kain kafan
Disirami air kembang
Duh Gusti Allah
Hamba mohon ampun
Tapi sayangnya sudah tak ada gunanya
Sebenarnya lagu ini adalah mengandung peringatan atau nasihat yang sangat bagus untuk kita yang masih hidup agar mempersiapkan diri sebelum masuk pintu gerbang ke kehidupan berikutnya yang bernama kematian. Namun karena irama musiknya yang sangat asyik untuk dijogedi yaitu irama musik dangdut dengan biduannya yang terkadang sekedar mengedepankan unsur seninya saja sehingga pesan lagunya yang dalam kurang tertangkap dengan baik. Para penikmatnya bahkan terlalu asyik dengan irama musiknya sambil berjoged ria..
Lirik tembang Kelayung-layung yang artinya tersedu-sedu adalah gambaran jenazah orang yang meninggal dunia dalam keadaan maksiat pada Allah SWT semasa hidupnya. Hanya memperturutkan hawa nafsunya belaka. Hidupnya hanya untuk kesenangan belaka. Lupa ibadah kepada Allah SWT. Hidupnya bergelimang dosa. M 5 ( Mo Limo) dijalaninya dengan sempurna.
Apakah yang dimaksud dengan Mo Limo atau M 5? Yang pertama adalah Minum. Bukan sekedar minum minuman yang normal, namun minuman arak yang memabukan. Yang kedua adalah Madat, yakni menghisap cerutu yang bikin mabok atau sekarang dikenal istilah narkoba.Yang ketiga adalah Medok atau perempuan. Yang dimaksudkan adalah suka berzina. Perzinahan adalah menjadi kebiasaannya. Yang berikutnya adalah Main atau Judi. Judi jelas adalah perbuatan yang sangat merusak perekonomian keluarga. M yang terakhir adalah Maling atau mencuri. Apa yang terpikirkan jika kebutuhan akan minum arak, menghisap cerutu, berjudi dan berzina namun uang tidak lagi dipunyai adalah mencuri. Jadi Mo Limo adalah sungguh merupakan penyakit masyarakat yang wajib diberantas oleh setiap insan. Namun jika hingga akhir hayat seseorang tak bisa menghentikan kebiasaan buruk dan membahayakan itu, maka saat mati menjemput yang ada adalah “tangisan kelayung-layung dan saat mohon ampun dan menyesali perbuatannay semua itu sudah tiada guna kerana sudah terlanjur mati sebelum tobat.”
Apa yang bisa dilakukan jika jasad kita tak lagi berdaya, karena ruh sudah tak lagi bersamanya. Demikian juga ruh yang sudah terlepas dari jasadnya pun punya nasibnya sendiri. Jasad kita menjadi bangkai dan kembali ke tanah. Ruh kita kemana? Jawabannya adalah tergantung pada perilaku kita semasa hidupnya. Jika perilaku kita sesuai tuntunan norma agama maka ruhnya akan istirahat dalam damai setelah ditanyai malaikat penjaga kubur. Namun sebaliknya, jika perilaku kita selama hidup di alam dunia adalah perilaku yang jauh menyimpang dari norma agama maka yang ada adalah siksa kubur yang tak berkesudahan hingga hari kiamat tiba.
Kelayung-layung adalah sebuah tembang dengan lirik bahasa Jawa yang mengandung nasihat yang dalam. Kematian adalah nasihat yang sangat nyata. Segagah dan sekaya apapun kita, jika kematian sudah menghadang tidak ada yang bisa mengahalangi. Yang terbaik adalah kita mempersiapkan diri membawa bekal untuk mati, karena setiap yang bernyawa pasti akan mengalami mati. Kita semua berharap agar akhir dari hidup kita adalah baik atau disebut husnul khotimah. Semoga. Aamiin.
Yogyakarta, 11 September 2020
Sumber gambar : harianmerapi.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
