Mirasantika (Tamugusi ke - 48 )
Siapa yang tidak mengenal sosok legendaris yang dijuluki Raja Dangdut Rhoma Irama. Dari anak kecil hingga orang dewasa, dari orang kampung hingga perkotaan, dalam negeri maupun luar negeri mengenal beliau, utamanya adalah mereka yang menggemari lagu-lagunya yang berirama dangdut. Lagu dangdut dengan iramanya yang khas dan lirik lagunya yang sederhana dan mudah dicerna adalah sesuatu yang istimewa.
Rhoma Irama dikenal selain sebagai musisi dan pencipta lagu-lagu berirama dangdut adalah juga seorang mubaligh. Sehingga tak heran jika lirik lagunya banyak yang merupakan seruan dakwah. Salah satu judul lagu yang akan saya kupas adalah Mirasantika.
Mirasantika merupakan akronim dari dua kata yakni Miras yang juga akronim dari Minuman Keras dan kata Narkotika. Kita semua tau bahwa miras dan narkotika atau narkoba adalah dua barang yang jika masuk ke dalam tubuh kita akan mengakibatkan bahaya. Biasanya orang-orang yang berhubungan dengan kedua barang haram tersebut adalah orang-orang yang tidak mau susah hanya mau hidup senang-senang saja. Jiwanya sangat rapuh hingga menggadaikan hidupnya dengan barang-barang yang justeru membuat kehidupannya makin terpuruk. Nah dalam hal ini Rhoma Irama juga peduli akan hal itu sehingga terciptalah lagu Mirasantika. Lirik lagunya adalah sebagai berikut:
Dulu aku suka padamu dulu aku memang suka
(Ya-ya-ya)
Dulu aku gila padamu dulu aku memang gila
(Ya-ya-ya)
Sebelum aku tahu kau dapat merusakkan jiwaku (o-o, o-o)
Sebelum aku tahu kau dapat menghancurkan hidupku
Sekarang tak-tak-tak-tak
‘Ku tak mau tak mau tak-tak-tak-tak-tak
‘Ku tak mau tak mau tak (‘ku tak mau tak)
Sekarang tak-tak-tak-tak
‘Ku tak sudi tak sudi tak-tak-tak-tak-tak
‘Ku tak sudi tak sudi tak (‘ku tak sudi tak)
Dulu aku suka padamu dulu aku memang suka
(Ya-ya-ya)
Dulu aku gila padamu dulu aku memang gila
Minuman keras (miras), apa pun namamu
Tak akan kureguk lagi
Dan tak akan kuminum lagi
Walau setetes (setetes)
Dan narkotika (tika), apa pun jenismu
Tak akan kukenal lagi
Dan tak akan kusentuh lagi
Walau secuil (secuil)
Gara-gara kamu orang bisa menjadi gila
Gara-gara kamu orang bisa putus sekolah
Gara-gara kamu orang bisa menjadi edan
Gara-gara kamu orang kehilangan masa depan
Mirasantika? (no way...)
**(censored)**
Dalam lagu Mirsantika, Rhoma Irama menggambarkan seseorang yang ingin tobat tidak mau lagi menikah dengan Minuman Keras dan Narkoba. Sesorang yang ingin tobat itu mengatakan bahwa dulu ia tergila-gila dengan kedua barang haram tersebut. Namun setelah sadar bahwa barang-barang tersebut justeru merusak hidupnya dengan kalimatnya gara-gara kamu (mirasantika) orang bisa menjadi gila, putus sekolah, edan dan kehilangan masa depan maka ia ketika ada yang mencoba menawari mirasantika dengan tegas menjawab “No Way”
Hanya dengan tegas mengatakan TIDAK terhadap Mirasantika maka perlahan kehidupannya yang tadinya menjadi hamba Mirasantika menjadi pulih normal kembali dan kehidupannya menjadi lebih baik. Kalau mau tobat harus total. Sebab syetan dan bala kurawanya tak akan rela jika ada hamba-hamba Allah yang tadinya sudah berhasil mereka sesatkan tapi kembali menjadi orang baik. Mereka akan terus merayu orang yang sudah tobat itu kembali menjadi pengikut mereka yang setia. Contohnya banyak orang yang sudah masuk rehabilitasi baik di penjara maupun rumahsakit ketergantungan miras dan narkoba setelah keluar justeru bisa terjerembab lagi di lubang yang sama.
Ada kiat agar tidak lagi terjatuh di lobang dosa yang sama yakni dengan Tobatan Nasuha atau Tobat yang sebenar-benarnya tobat. Bukan tobat sambel, hilang pedasnya kembali mencocol lagi sambelnya. Bagaimana tobatan nasuha itu ? Tobatan Nasuha artinya kembali ke jalan Allah dengan sebanar- benarnya dan berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa yang telah dilakukannya. Jadi bagi orang-orang yang telah tersesat dari jalan agama Allah harus kembali ke agama Allah. Perdalam lagi dua sumber hokum Allah yakni Al Qur’anul Kariem dan Sunnah makbullah.
Wallahu’alam
Yogyakarta, 15 September 2020
Sumber gambar : facebook.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
