Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Oplosan ( Tamugusi ke - 45
mabok

Oplosan ( Tamugusi ke - 45

Sekitar tahun 2012 ada sebuah lagu berbahasa Jawa yang judulnya oplosan. Oplosan yang berbahasa Jawa dinyanyikan oleh Wiwik Sagita. Kemudian ada juga versi bahasa Indonesia yang dinyanyikan oleh Imelda. Adapun lirik lagu yang berjudul Oplosan adalah sebagai berikut :

Opo ora eman duite gawe tuku banyu setan

Opo ora mikir yen mendem iku biso ngrusak pikiran

Ojo diteruske mendeme

Mergo ora onok untunge

Yo cepet lerenono mendemmu

Ben dowo umurmu

Sawangen kae konco koncomu akeh do podo gelempangan

Ugo akeh sing kelesetan ditumpakake ambulan

Yo wes cukup anggonmu mendem

Yo wes cukup anggonmu gendeng

Do mari mario yo leren lereno

Ojo diterus terusno

Tutupen botolmu Tutupen oplosanmu

Emanen nyawamu ojo mbok terus teruske mergane ora onok gunane

Opo ora eman duite gawe tuku banyu setan

Opo ora mikir yen mendem iku biso ngrusak pikiran

Ojo diteruske mendeme

Mergo ora onok untunge

Yo cepet lerenono mendemmu

Ben dowo umurmu

Lirik Lagu Oplosan Versi Bahasa Indonesia - Imelda

Tidakkah kau sayang uangmu

Untuk beli air setan

Pernahkah kau pikir minuman

Bisa merusak pikiran

Jangan kau teruskan mabukmu

Karena tidak ada untungnya

Cepatlah bertaubat dirimu

Agar panjang umurmu

Coba lihatlah mereka disana

Ada yang bergelimpangan

Ada juga yang tidak sadar

Dinaikkan ambulan

Sudah cukup mabuk mabukkan

Sudah cukup gila gilaan

Sudah cukup sudah sampai sini saja

Jangan diterus teruskan

Tutupen botolmu tutup en oplosanmu

Sayangi nyawamu

Jangan kau terus teruskan

Karena tak ada gunanya

Lagu oplosan ini berirama dangdut koplo yakni irama lagu yang menghentak dengan tabuhan gendang yang khas dengan gaya penyanyinya yang aduhai sexy biasanya. Karena irama lagunya yang enak dijogedi juga biduannya yang sangat menarik perhatian sehingga lagu oplosan ini sangat viral pada saat itu, dan hingga sekarang pun masih banyak biduan yang menyanyikannya di atas panggung hiburan denga kebanyakan penontonnya itu ikut bergoyang-goyang syahdu.

Lagu atau nyanyian itu sebenarnya adalah salah satu bentuk komunikasi. Yang namanya komunikasi pasti ada tiga unsur di dalamnya, yakni komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan, komunikan adalah orang yang diberi pesan dan yang ketiga adalah pesan itu sendiri. Komunikator dalam hal ini adalah penyanyinya. Komunikannya adalah para pendengar atau pemirsanya. Pesannya adalah isi lirik lagunya itu. Pesan dari lagu oplosan sebanarnya adalah meminta kepasa para penikmat lagu oplosan itu agar berhenti mabuk-mabukan dengan minum banyu syetan. Banyu syetan yang dimaksud adalah minuman yang dioplos sebagai minuman yang memabukkan.

Awal dari lirik lagu itu adalah berupa pertanyaan apakah tak sayang uangmu untuk membeli air syetan supaya mabuk. Kemudian dijelaskan bahwa mabuk itu merusak pikiran bahkan bisa menimbulkan kematian. Bahwa mabuk itu tak ada gunanya hanya membahayakan diri sendiri bahkan bisa berbahaya untuk orang lain juga. Pesan lagunya sangat lah bagus. Sebuah nasihat yang sangat dalam. Sayangilah hidupmu, jangan sampai merepotkan orang lain dan mati konyol.

Komunikasi dengan lagu yang dinyanyikan oleh biduan sedemikian rupa apakah efektif merubah perilaku orang yang tadinya suka mabuk menjadi berhenti mabuk setelah mendengarkan lagu oplosan, ataukah sebailknya malah semakin menjadi-jadi mabuknya karena mendengarkan nasihat sang biduan dengan cara berjoged ria? Saya pun juga tidak tau, mana lebih efektif nasihat yang disampaikan oleh para biduan dengan nyanyiannya atau oleh para ustadz dengan tausiyahnya di atas mimbar. Saya tidak mau terjebak dalam penghakiman, hanya berharap bahwa nasihat itu efektif untuk merubah perilaku buruk menjadi baik.

Wallahu a’lam.

Yogyakarta, 12 September 2020

Sumber gambar : seputar papua.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post