Panti Jompo - Pentigraf - 33 ( tamugusi ke - 43 )
Badannya yang dulu kekar dan gagah kini mulai rapuh. Namun demikian ia tetap kemauannya untuk hidup mandiri jauh dari rumah tak terelakkan. Ia hanya ingin berkumpul kawan senasib. Kawan-kawan yang penuh nostalgia masa lalu yang gagah dan jaya. Bapak bahkan mencari informasi di gawainya mana tempat yang ideal baginya untuk melewati hari-hari tua tanpa rasa sepi yang mencekam. Anak-anak yang dulu selalu bertingkah lucu dan menggemaskan yang selalu membuatnya rindu ingin pulang selepas menunaikan tugas sebagai orangtua untuk menafkahi keluarga, kini mereka telah juga asyik dengan keluarga yang dibangunnya. Rumahnya yang besar dan luas untuk anak-anak bertumbuh kini hanyalah ruangan kosong yang mencekam berisi benda-benda mati bernilai antic nan mahal namun menjadi tak berarti karena sepi terlebih setelah sang pujaan hati telah menghadap sang Ilahi. Bapak terus mengemasi pakaiannya dan memasukkanya ke dalam koper untuk pindahan ke panti jompo yang telah dipilihnya.
“Bapak…mengapa bapak ingin ke panti jompo?” demikian ucapan Bambang anak tertua dari lima bersaudara bertanya pada bapaknya. Bambang tak kuasa membendung bulir-bulir air bak kristal yang keluar dari pelupuk matanya dan mengalir dipipinya.
Bapaknya bahkan merasa bahagia kerana akan berkumpul dengan orang-orang seumuran yang terhimpun di panti jompo yang sangat bagus bersih indah dan terawat. Siapaun akan betah di sana karena panti itu sungguh ditangani sedemikian rupa menyesuaikan dengan kebutuhan orang-orang yang menggunakan jasanya. Rasa malu dan bersalah Bambang pun sirna ketika ia bersama istri sampai di panti itu untuk mengantar ayahnya. Ayah terlihat sangat bahagia disambut kawan-kawannya yang sudah terlebih dulu berada di sana.
Yogyakarta, 10 September 2020
Sumber gambar : nationalgeographic.grid.id
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
