Refreshing ( Tamugusi ke 54 )
Setelah sekian lama tidak keluar piknik karena masih pandemi covid-19, pada hari Ahad tanggal 20 jam 06.30 saya bersama teman-teman dari partai biru mengadakan piknik sekali gus untuk konsolidasi organisasi jelang pilkada 2020. Dalam rundown acara yang dibuat oleh mas Mur sebagai event organizer selanjutnya di sebut mas EO adalah bahwa berangkat jam 06.30 dan kembali jam 16.00.
Bis yang dipilih oleh mas EO sungguh bagus. Baru pertama kali saya naik bis sebagus itu. Warnanya abu-abu tua dengan kapasitas 30. Desain dalamnya luar biasa cakep. Ada 6 meja di dalamnya yakni tiga di kanan tiga di kiri dengan masing-masing 4 kursi berhadapan. Di masing masing meja yang ditutup taplak warna hitam ada tempat minuman yang sudah berisi 4 botol air mineral. Empat kursi paling depan tanpa meja. Juga 6 kursi belakang tanpa meja. Ada dua monitor terpasang di depan dan di tengah. Dilengkapi dengan wifi, sehingga jika ingin berkaraoke tinggal setel youtobe dan pilih lagu. Bis tersebut bernama Jetbus3.
Saat semua penumpang berjaket biru sudah masuk di dalam bis dengan terlebih dahulu di check suhu dan disemprot handsanitizer di telapak tangan oleh kondektur, mas EO memberi pengumuman tentang rundown acara yang akan dilalui bersama kemudian memimpin doa naik kendaraan untuk bepergian, lalu bismillah bis pun melaju pelan lalu perlahan mempercepat laju bis. Saya sendiri duduk di kursi dengan tengah dengan arah bertolak belakang karena kursi saya menghadap ke belakang.
Rute pertama adalah singgah di kantor sekretariat yang baru. Kantor yang baru lumayan besar dan bersih. Kami turun untuk melihat-lihat kantor DPD partai biru dan minum teh sebentar terus ambil gambar bersama di depan kantor. Sambil mengucapkan yel dan mengepalkan tangan kanan…”yesss menang”, kemudian klik difoto.
Penumpang segera naik kembali ke dalam bis dan duduk di tempat masing-masing. Mas EO masuk terakhir lalu ambil mike dan mengumumkan bahwa bis akan melaju ke rumah dinas bupati. Sesampai di sana seluruh penumpang turun. Ternayata oleh protokol sudah disediakan teh panas serta senek. Namun karena orang yang akan ditemui yaitu balon bupati yang tak lain adalah istri dari bapak bupati yang masih menjabat ini masih ada acara senam di kecamatan lain dalam rangka sosialisasi juga, maka kami santai- santai dulu di pendopo sambil beberapa teman berswa foto. Tak lama bapak bupati yang baru selesai olah raga mengambil pakan ikan untuk memberi makan ikan-ikan yang sengaja dipelihara di kolam di halaman pendopo kabupaten. Beberapa teman juga mendekat ke bapak bupati yang sedang memberi makan ikan sekali gus ikut kasih makan ikan sambal berfoto ria dengan bapak bupati.
Selesai kasih makan ikan, bapak bupati mempersilahkan kami semua untuk menunggu ibu di dalam aula rumah dinas bupati dengan minum teh dan senek. Kami pun masuk ke aula dengan terlebih dahulu tanda tangan buku tamu. Setelah semua berada di dalam aula, tak lama bapak bupati yang sudah selesai bersih diri dan mengenakan baju yang tidak terlalu resmi pun masuk ke aula dan duduk di depan. Acara audiensi dipimpin oleh mas EO yakni sambutan oleh ketua pengurus harian partai biru dari kecamatan kami, kemudian lanjut oleh anggota dewan dari partai biru, baru bapak bupati menyambut kedatangan kami. Sambil menunggu ibu balon bupati yang akan menggantikan beliau,maka bapak bupati menyampaikan beberapa poin. Intinya adalah bahwa pilkada itu seperti bermain catur. Harus pintar taktik dan strategi bagaimana memenangkan pertarungan. Harus paham teori probabilitas atau kemungkinan. Tak lama ibu yang ditunggu datang, kemudian bapak menyerahkan waktunya pada ibu.
Setelah acara audiensi selesai, kami pamitan dengan bapak dan ibu bupati untuk lanjut perjalanan ke lokasi wisata yang akan kami datangi. Kami dibawain sarapan berupa nasi box. Kami makan dalam bis sambil bis melaju dan beberapa teman berkaraoke. Sungguh syahdu perjalanan ke lokasi pertama yakni Bandara Yogyakarta International Airport. Sekitar satu jam perjalan yakni bertolak jam 09.30 sampai di lokasi jam 10.30.
Penumpang turun, bis menuju tempat parkir. Kami berjalan menuju bandara yang merupakan mega proyek. Penyelesaian bandara baru sekitar 80%. Rupanya bandara itu bukan semata untuk lalu lintas para penumpang pesawat terbang, namun juga untuk lokasi wisata. Kami pun mengambil beberapa gambar di spot-spot yang menarik. Kami berada di YIA-Yogyakarta International Airport sampai waktu dzuhur tiba. Setelah puas berfoto, kami semua menuju masjid bandara yang juga sangat cantik. Kami sholat jamak qosor zduhur asar. Setelah selesai sholat kami lanjutkan perjalanan menuju pantai Dewa Ruci di Purworejo.
Setelah perjalanan 60 menit, kami tiba di pantai Dewa Ruci. Mengapa diberi nama Pantai Dewa Ruci, adalah karena ada patung Dewa Ruci yang dililit ular naga dan berdiri di tengah bunga Wijaya Kusuma. Di lokasi ramai sekali orang. Tak seperti masa pandemic, mereka datang berbis-bis. Mungkin sudah lama merindukan piknik sehingga mereka nekat refreshing. Kami pun juga demikian. Setelah puas foto di pantai dan membeli oleh-oleh khas pantai yakni ikan udang dsb. Baik yang segar maupun yang sudah matang, maka tepat pukul 15.00 kami semua masuk bis lalu kembali ke Yogyakarta. Tepat jam 16.30 bis sudah tiba di tempat semula kami bertolak. Alhamdulillah tiba dengan selamat.
Yogyakarta, 21 September 2020
Sumber gambar : galery pribadi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
