Semut Merah - Pentigraf ke 35 ( Tamugusi ke - 52 )
Joko terlihat gelisah menunggu Windi adik kelasnya. Sambil bersandar di sudut dinding bangunan belakang sekolahnya ia terlihat sebentar-sebentar melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Ia juga terus menatap gadgetnya menunggu kalau Windi telah melihat pesan whatsapp yang telah dikirimkannya. Ia ingin mengajak Windi gadis manis yang sekarang kelas 11 di sebuah SMK di kotanya yang menjadi pujaan hatinya nonton film di XXI. Ia telah memesan ticket on line untuk film yang diputar jam 16.00. Hatinya sudah menggerutu karena Windi tak kunjung hadir juga untuk menemuinya. Semut-semut merah yang berbaris di dinding sekolah tempat ia bersandar pun telah bertanya-tanya pada Joko sedang apa di sini. Joko pun menjawab menunggu pacar untuk diajak nonton film di XXI. Waktu terus berjalan, jarum jam sudah menunjuk pukul 15.45 tapi entah apa yang terjadi dengan Windi karena ia belum juga menampakkan batang hidungnya. Joko pun makin gelisah.
Windi lari secepat mungkin menuju tempat dimana Joko telah menunggunya sejak sepulang sekolah jam 14.30. Kelas XII sudah pulang sejak lonceng jam terakhir berbunyi tanda jam sekolah telah usai. Namun rupanya Windi harus mengikuti exkul menari tari klasik yang diasuh oleh bu Tanti guru seni budanya sekolah mereka. “Maaf banget kak..aku lupa kasih tau kalau hari ini aku ada jadwal exkul tari klasik,’ kata Windi begitu ketemu Joko.
Windi terkejut melihat wajah dan badan Joko yang bintul-bintul merah dan terasa gatal di seluruh tubuhnya. Rupanya Joko diserang semut-semut merah yang berbaris di dinding menatapnya curiga karena saat bersandar di dinding Joko menggeser-geserkan badannya sehingga barisan semut merah itu banyak yang mati. Komandan semut pun murka lalu memanggil bala tentaranya untuk menyerang Joko tanpa ampun.
Yogyakarta, 19 September 2020
Sumber gambar : starfarm.co.id
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
