Bercermin (Tamugusi ke - 91)
Bercermin
Oleh: Siti Nurhayati
Jadi orang Islam itu enak banget loh. Allah itu telah memberikan hidayah iman Islam kepada kita adalah sebuah anugerah yang harus kita syukuri. Bagaimana tidak bersyukur, sebab Allah itu telah menyiapkan paket komplit jika kita ingin menjadi muslim sejati. Allah melalui Malaikat Jibril telah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk. Selain itu Allah mengangkat salah satu manusia yang utama yakni nabi Muhammad saw sebagai manusia model yang menyebarkan dan mengamalkan ajaran Allah yang terkandung dalam ayat-ayat suci Al Qur’an.
Sebagai utusan Allah swt, nabi Muhammad saw telah mengamalkan Al’Qur’an yang pertama kali lalu menjelaskan hal-hal yang perlu dijelaskan dalam aya-ayat Al Qur’an melalui hadits-haditsnya. Beliau lengkap menuntukan ajaran tentang menjadi muslim sejati mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, dari lahir hingga meninggal dunia, dari hal ringan hingga berat, salah satunya adalah tentang doa bercermin.
Setiap orang membutuhkan cermin. Hampir tidak ada rumah yang tidak ada cerminnya.Setiap rumah ada cermin bahkan bisa lebih dari satu dengan ragam bentuk dan ukurannya. Hal ini karena setiap orang butuh melihat dirinya sebelum keluar rumah untuk berinteraksi dengan orang lain.
Cermin dibutuhkan karena ia mampu memperlihatkan kekurangan diri orang yang bercermin. Setelah tau kekurangannya di mana tentu seseorang akan fokus dan memantaskan diri. Hebatnya, cermin itu hanya menunjukkan ini loh kekuranganmu di sisi ini atau itu tanpa berteriak mempermalukan orang yang ada kekurangannya itu supaya orang lain dengar. Dia tetap diam dan memberikan kesempatan pada orang itu untuk memutuskan apa untuk perbaikan diri.
Nabi Muhammad saw. Mengajarkan doa saat bercermin sebagai berikut.
“Alhamdulillahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii.” Yang artinya : “Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku.” HR. Imam Nawawi.
Masih ada beberapa lafal doa bercerman yang lain namun maknanya sama hanya redaksinya yang berbeda.
Saya memaknai do'a ini adalah bahwa mempercantik akhlak itu sangat penting. Apalagi bahwa Allah mengutus nabi Muhammad saw menjadi guru manusia tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Jangan sampai karena sibuk mempercantik fisik malah lupa untuk memperbaiki akhlaknya. Cantik wajah tapi hati busuk. Tampan rupa tapi curang. Ini tidak dikehendaki. Jadi harus cantik luar dan dalam.
Wallahu a’lam.
Maguwoharjo. 24 Okt 2020
Sumber gambar : farah.id
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
