Fatamorgana - Puisi ke - 4 ( tamugusi ke - 81 )
Terlihat di sana laksana sebongkah emas
Tatkala ku mendekat ternyata tak kutemukan apa apa
Kutatap keliling … bongkahan kuning berkilau itu ada lagi
Kudekati lagi sambil berlari namun tak ada lagi yang kucari
Lelah kaki ini, Lelah mata ini lelah batin ini
Mengejar sesuatu yang tak pasti hanyalah ilusi
Begitulah dunia fatamorgana belaka
Namun tak sadar orang dibuatnya
Terus saja mengejar dunia dengan berbagai cara
Bahkan sikat siapapun yang menghalanginya
Begitu nafsu serakah telah mendorongnya
untuk berbuat lebih dan lebih demi dunia
Manusia yang gelap mata terhadap dunia
laksana mengejar bayangan yang terus berlari
Hanya lelah tak terperi yang didapati
Maguwoharjo, 15 Oktober 2020 Sumber gambar : FBKonten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
