Jalan-Jalan Sore (Tamugusi ke - 98)
Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.
Saat melihat laman FB ada foto teman yang berpose di Taman Bunga Amarilis di Patuk Gunung Kidul, tiba-tiba saja kepingin juga berpose di sana. Waktu masih menunjukkan pukul 11.00. Untuk mencapai lokasi itu hanya butuh waktu 30 menit jika lancar.
Mumpung libur panjang nih, kordinasai sebentar dengan keluarga, maka jadilah kami berlima-saya, suami, anak sulung bersama istri dan anaknya berangkat Jalan-jalan sore setelah sholat asar ke lokasi Taman Bunga Amarilis. Anak cewek dua tak mau ikut karena ada tugas masing-masing yang harus diselesaikan.
Mobil Xenia putih disopiri anak sulung meluncur langsung menuju pombensin jalan Piyungan dan mengisi pertalit seharga 100.000 rupiah. Setelah diisi bahan bakar, mobil melaju menuju jalan Wonosari menanjak melewati bukit bintang Piyungan. Namun ternyata padat merayap kendaraan dari dan ke beberapa lokasi wisata di Gunung Kidul. Lebih parah lagi macet di Patuk karena banyak kendaraan yang antri menuju restorant Heha di Bukit Bintang yang cukup menarik lokasinya. Maklum ini libur panjang sehingga walau konon masih masa pandemic covid-19 orang-orang tak mampu menahan diri untuk keluar jalan-jalan.
Dengan sedikit kesabaran akhirnya kendaraan kami mampu menembus kemacetan dan tak lama kami pun sampai di Taman Bunga Amarilis. Takjub dan tak sabar ingin mengambil beberapa gambar, kami keluar dari kendaraan setelah parkir di tempat yang cukup aman. Banyak sekali orang datang dari beberapa daerah di luar Gunung Kidul.
Tak ada uang tiket masuk, hanya membayar uang parkir mobil Rp.5000 kami bisa menikmati taman bunga itu dengan sepuas hati. Kami berpose di beberapa titik dengan hati-hati agar bunga-bunga itu tidak rusak. Bunga Amarilis sangat mudah patah sehingga sedapat mungkin saat berjalan di sela-sela tidak sampai menyentuh mereka dengan keras.
Setelah puas berpose ria, kami bermaksud melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata yang sedang sangat viral yaitu Puncak Sosok di Imogiri Bantul. Sebelum masuk kendaraan, kami sempat menikmati bakso bakar san cilok pedas yang dibeli di lokasi taman Bunga. Saya juga sempat membeli dua poli bag bunga Amarilis dan juga bonggolnya seharga Rp. 25.000.
Keluar dari lokasi Taman Bunga, jalan Wonosari masih macet, maka si sulung dari jalan Wonosari ambil jalan alternatif agar tidak kemalam sampai di Puncak Sosok. Dari jalan Wonosari masih di wilayah patuk ambil jalan aspal kecil ke kiri. Perjalanan cukup menegangkan karena jalannya tidak aspal lagi namun jalan yang hanya pas kendaraan yang disemen cuma pas roda kedaraan saja. Jalan sempit, meliuk-liuk tajam menurun mendaki, namun si sulung adalah sopir handal biasa antar tamu traveling ke berbagai wilayah sehingga saya merasa tenang dan terus berdoa agar selamat.
Persis azan maghrib kami sami di Puncak Sosok. Sesampai di sana, tempat parkir penuh sekali. Ada yang datang dengan gowes sepeda gunung, kendaraan roda dua dan juga roda empat. Setelah parkir, kami berjalan menuju Puncak Sosok yang sangat menanjak. Kami harus cucu tangan terlebih dahulu, pasang masker dan cek suhu.
Untuk sampai di Puncak Sosok saya cukup kelelahan dan ngos-ngosan. Maklumlah sudah kepala lima sehingga lumayan berat untuk jalan mendaki. Bergandeng tangan dengan suami, walau agak payah sampai juga ke puncak. Karena belum sholat maghrib maka kami ikut antri di mushola.
Selepas sholat maghrib, kami mencari lokasi untuk menikmati malam syhadu di Puncak Sosok. Dengan menyewa tikar sehargga Rp.5000 kami ambil posisi dukuk di depan angkringan. Ada banyak warung akgringan di sana dengan aneka pilihan makanan dan minuman yang akan di antar ke lokasi kami duduk oleh para penjualnya.
Malam itu karena malam Jumat sehingga dari pihak pengelola tidak menghadirkan live music. Biasanya ada live music yang bisa dinikmati para pengunjung sambil menikmati makanan dan minuman yang dipesan dan menikmati pemandangan malam kota Yogyakarta dan sekitarnya. Seakan melihat bintang langit dan di bumi yang berasal dari lampu-lampu dari pemukiman di bawah. Kami pulang pukul 20.00 dan tiba di rumah dengan selamat sambil memandu ada pengunjung dari Solo yang mengikuti kendaraan kami agar tak kesasar hingga jalan Solo.
Maguwoharjo, 30 Oktober 2020
Sumber gambar : Galeri pribadi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
