Keladi liar di Pekarangan ( Tamugusi ke - 89 )
Oleh: Siti Nurhayati
Ibarat air di daun keladi… Walaupun tergenang tetap tak meninggalkan bekas
Pabila tersentuh dahannya bergoyang…Airpun tertumpah tercurah habis tak tinggal lagi …
Demikian potongan sebuah tembang lawas dengan judul “Cinta Hampai” oleh grup musik kawakan D’Lloyd. Namun bukan cinta hampa yang akan saya ceritakan melainkan tentang Keladi
Belakangan keladi dengan aneka jenisnya sedang naik daun. Harganya meroket. Namun hal itu tak menyurutkan para penggila tanaman hias untuk merogoh kocek lebih dalam demi memuaskan hatinya. Kalau namanya sesuatu sudah menjadi hobi atau kegemaran maka harga tak menjadi soal yang penting Hasrat hati terpuaskan. Itu tentu tidak bijak jika uang kita pas-pasan.
Musim hujan sudah mulai sejak dua bulan terakhir ini. Tanah di pekarangan rumah menjadi lembab. Biji-bijian yang tadnyai tertidur mulai menampakkan kehidupan baru. Tumbuh beraneka tumbuhan baik itu yang bermanfaat maupun gulma yang berupa rumput liar. Di antara yang bertumbuhan itu ada keladi cantik yang tumbuh di tempat yang berbeda. Keladi merah hijau muncul di pekarangan depan rumah, sedangkan yang putih hijau muncul di sela-selah batako di samping rumah.
Mengingat keladi di pasaran harganya lumayan mahal, maka keladi liar yang tumbuh di pekarangan saya amankan. Saya sengaja membeli beberapa pot baru di penjual pot yang tak jauh dari rumah. Pot-pot itu mau saya manfaatkan keladi liar juga untuk menanam bebarapa tanaman lain yang perlu pot.
Keladi yang berwarma merah hijau dan putih hijau sengaja saya tanam dalam satu pot. Dengan kombinasi tanaman tersebut diharapkan akan menjadi bagus dan anakannya menjadi lebih banyak. Jika anakannya sudah banyak nanti baru dibelikan pot-pot baru lagi untuk menanam anakan keladi tersebut. Ini rejeki dari Allah. Tanpa membeli keladi di penjual tanaman hias, namun Allah tumbuhkan liar di pakarangan rumah. Alahmdulillah ya Allah. Nikmatmu tak terhingga. Semakin bersyukur semakin Engkau tambahkan nikmat itu.
Maguwoharjo, 21102020
Sumber gambar; gallery pribadi

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
