Malioboroku Bersedih Hati - Puisi ke - 1 ( Tamugusi ke - 74 )
Oleh : Siti Nurhayati
Saat rakyat terlelap, para wakil rakyat mengetuk palu UU Ciptaker terjadi
Keesokan hari gelombang aksi terjadi bak tsunami di seluruh penjuru negeri
Tak luput juga Malioboro menjadi ajang kaum buruh Yogyakarta salurkan aspirasi
Hanya berapa gelintir yang paham akan substansi aksi
Namun lebih banyak yang hanya ikutan karena terprovokasi
Tokoh-tokoh buruh berdiri saling berganti berorasi
Aparat mulai tak mampu kendalikan emosi
Masa yang anarkis berdemonstrasi semakin menjadi-jadi
Kehidupan ekonomi praktis berhenti
Para pedagang pilih menutup lapak khawatir jadi sasaran aksi
Aksi coret coret fandalisme di gedung-gedung terjadi di sana sini
Banyak kontak fisik antara rakyat dan polisi penjaga aksi
Mereka semua seakan lupa bahwa masih masa pandemi
Darah berceceran karena banyak yang terlukai
Sampai kapan aksi ini akan berakhir pasti
Wakil rakyat yang menanggapi aksi berkata agar tidak saling menyakiti
Format ulang agar para demosntran terhormat dalam menyalurkan aspirasi
Polisi berusaha menjaga ketertiban aksi namum mulai frustrasi
Water canon menyembur gas air mata digunakan untuk mengendalikan situasi
Sang Sultan berusaha bijak dan terus menasehati agar bicara dari hati ke hati
Maliboro yang menjadi saksi aksi semakin bersedih hati karena bekas aksi mengotori
Yogyakarta, 9 Oktober 2020
Sumber gambar : Tirto.ID
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
