Memaknai Maulid Nabi Muhammad saw (Tamugusi ke - 97)
Oleh: Siti Nurhayati, S.Ag. M.Pd.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Di Indonesia ada banyak hari besar yang dalam kalender ditandai dengan tanggal merah yang artinya hari libur nasional. Salah satunya adalah tanggal untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw setiap tanggal 12 Robi’ul Awwal tahun Hijriyah yang pada tahun ini bertepatan dengan tanggal 29 Oktober 2020. Hal ini sebagai penghormatan negara terhadap keberadaan umat Islam yang merupakan mayoritas untuk memperingati hari kelahiran nabinya.
Terlepas dari perdebatan tentang boleh tidaknya merayakan hari kelahiran nabi Muhammad saw serta tentang mulai kapan diadakan peringatan hari kelahirannya, sebagai umat Islam wajib untuk mengenal beliau lebih dekat, mengimaninya sebagai utusan Allah swt dan meneladaninya dalam kehidupan kita sehari-hari karena beliaulah suri tauladan yang baik.
Allah berfirman dalam kitab suciNya:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS: Al-Ahzâb [33]: 21)
Dalam Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah
“Sungguh bagi kalian wahai orang-orang yang beriman untuk berpegang teguh dalam ucapan, tindakan dan keadaan untuk mengikuti Rasul ﷺ untuk dijadikan contoh yang baik yang tidak putuh asa, dimana bersungguh-sungguh atas dirinya menolong agama Allah; Berpegang teguhlah dengan sunnahnya, dan tetaplah di atas prinsip ﷺ dalam peperangan, bersabarlah sebagaimana kesabaran ﷺ dalam dakwah dan jihad dan seluruh kondisi, dan beramallah sebagaimana amalan-amalan ﷺ serta jangan berputus asa dari mengharap pahala dari Allah dan kasih sayangNya di akhirat.”
Jelas sekali bahwa Allah yang telah menciptakan manusia itu amat sangat sayang hambaNya. Allah dengan perantaraan Malaikat Jibril telah turunkan kitab suci Al Qur’an kepada nabi Muhammad saw sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa juga sebagai furqon atau pembeda mana yang haq dan yang batil. Ayat-ayat yang terkandung dalam Al Qur’an yang pertama kali mengamalkan adalah Rasulullah saw itu sendiri yang tujuannya adalah agar diikuti oleh umatnya.
Nabi Muhammad saw adalah manusia agung yang telah dipilih Allah menjadi utusanNya untuk menjadi tauladan. Karena melalui beliau, Allah mengajarkan bagaimana hidup di dunia sebagai jembatan menuju ke akhirat kelak. Jika manusia mengikuti sunnah-sunnahnya baik yang diucapkan, diperbuat maupun yang diperbolehkannya maka dijamin akan selamat hidup di dunia hingga akhirat.
Nabi Muhammad saw yang telah dijamin masuk sorga bukan lantas santai. Justeru beliau paling rajin beribadah sebagai rasa syukur pada Allah swt. Meskipun belaiu tak berdosa namun tetap saja beliau paling banyak istighfarnya. Beliau sebagai kholifah turun ke medan perang tak takut nyawanya melayang dalam perang. Beliau adalah manusia paripurna yang Allah ciptakan sebagai model agar umat Islam sebagai hamba Allah hendaklah menirunya.
Sebagai umat Islam selain diminta untuk meneladani beliau, kita juga diminta untuk senantiasa bershalawat kepada beliau. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Ahzab ayat 56 Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan sungguh-sungguh.”
Jika Allah dan malaikat saja bershalawat kepada nabi Muhammad saw maka terlebih kita sebagai umatnya harus lebih rajin dan bersemangat bersalawat kapada nabiNya agar mendapatkan syafa’atnya kelak pada hari kiamat dan hidup di sorgaNya bersama nabi Muhammad saw yang kita mulyakan dan kita agungkan sepanjang hayat.
Shollu ‘ala nabi shollu ‘alahi. Allahumma shalli ‘ala Muhmmad wa ‘ala ali Muhammad.
Sumber Rujukan:
**(censored)**
**(censored)**
Maguwoharjo, 29 Oktober 2020
Sumber gambar : Shopee.co.id
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
