Menantu Idaman - cerpen bagian ke 10 ( Tamugusi ke - 75 )
Bagian 10 – Menikah di masa pandemic covid - 19
Saat yang ditunggu oleh Cahyo dan Tyas dan tentunya kedua orangtua mereka pun tiba. Awalnya terjadi perundingan yang alot antara keluarga pak Suryo orangtua Cahyo dan keluarga pak Arif Rahman orangtua Tyas mengenai teknis pelaksanaan akad nikah dan resepsi pernikahan. Di pihak pak Suryo menghendaki acara dikemas sesederhana mungkin. Di pihak pak Arif menghendaki acara dibuat semeriah mungkin. Pada akhirnya mereka sepakat untuk melaksanakan akad nikah resepsi di rumah orangtua Tyas secara sederhana dengan mengikuti protokol kesehatan covid-19.
Hari Sabtu pagi rombongan pengantin pria yang terdiri Cahyo, kedua orangtuanya, Yani adik kandungnya dan beberapa saudara kandung pak Suryo dan bu Suryo telah berkumpul di rumah pak Suryo. Total rombongan berjumlah 10 orang. Mereka sudah berdandan rapi siap berangkat. Ada dua kendaraan yang mereka naiki. Satu adalah CR-V merah punya Cahyo. Satunya lagi punya kakak bu Suryo yakni Kijang innova berwarna hitam. Cahyo, Yani, pak dan bu Suryo naik CR-V. Sisanya naik Innova.
Cahyo terlihat sangat tampan dengan jas hitam yang sengaja dijahitkan untuk acara yang sangat spesial ini. Sengaja dipilih tailor yang paling bagus di kota Yogyakarta untuk membuat jas istimewa. Ongkos jahitnya saja 2 juta rupiah. Disematkan bunga mawar merah di atas saku jas sebelah kiri. Disemprotkan parfum yang wangi menggoda.
Adiknya yang cantik menggodanya, “ ehmmm yang mau jadi pengantin gelisah mana tahan ya...”
Cahyo membalasnya, “ Iya lah…nanti kamu juga dik. Segera menyusul ya jadi pengantin kaya mas..Jangan kelamaan menjomblo. Tidak baik loh dik”
"Iya lah mas. Tenang saja. Adik sudah ada arjuna yang siap mempersunting. Adik kan cuma menunggu mas jadi pengantin. Adik tidak mau melangkahi mas,” Yani menjawabnya.
Cahyo berkata, “Alhamdulillah. Maaf ya dik membuatmu menunggu.”
Yani menjawab, “Iya lah tidak apa-apa mas. Yang penting sekarang hari yang ditunggu oleh mas dan kita semua telah tiba.”
Sekitar satu jam rombongan pengantin lelaki, telah tiba di lokasi. Setelah memarkirkan kendaraan di halaman masjid, rombongan keluar dari kendaraan. Mereka memasang masker dan menyemprotkan handsanitizer ke tangan mereka masing-masing. Mereka jalan menuju rumah Tyas yang telah ditata sedemikian rupa untung melangsungkan akad nikah. Tyas pun telah dirias dan memakai gaun pengantin putih dengan lapisan brokat hitam yang sangat cantik dengan kerudung putih menjuntai.
Petugas pencatat nikah atau penghulu pun sudah siap. Akah nikah yang di laksanakan di luar KUA atau di rumah Tyas itu telah memenuhi persyaratan. Pertama prosesi akad nikah diadakan di ruangan terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat. Kedua jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak boleh lebih dari 10 orang. Ketiga calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti proses akad nikah harus telah membasuh tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menggunakan masker. Keempat atau terakhir petugas, wali nikah, dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.
Ruangan terbuka dan ventilasi bagus, maka memungkinkan yang ada di ruangan lebih dari sepuluh. Masih bisa untuk jaga jarak, tidak panas karena dipasang kipas angin besar dan sirkulasi udara bagus. Meja dan kursi yang digunakan untuk prosesi akad nikah sudah dipasang sedemikian rupa supaya tidak terlalu rapat untuk duduk petugas pencatat nikah, pak Arif Rahman sebagai wali nikah, Cahyo calon penganti pria berdampingan dengan Tyas calon pengantin wanita, ditambah dua orang saksi.
Proses akad nikah antara Cahyo dan Tyas segera dimulai. Calon mempelai pria dan wanita, wali, keluarga dan hadirin memasuki ruangan. Pak penghulu duduk berdampingan dengan ayah Tyas, di hadapannya adalah kedua mempelai kemudian di samping kiri kanan adalah saksi nikah dari kedua belah pihak.
Setelah petugas memeriksa kelengkapan nikah berupa berkas administrasi kedua mempelai, serta mahar dan kelengkapan lainnya lengkap kemudian pak petugas mempimpin prosesi. Diawali dengan membaca basmalah dilanjut lantunan ayat-ayat suci Alqur’an. Setelahnya ada khutbah nikah terus ijab qobul.
Wali nikah yaitu pak Arif Rahman mengambil tangan kanan Cahyo untuk dijabat lalu mengucapkan ijab, “Ananda Cahyo bin Suryo, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Tyas binti Arif Rahman dengan mas kawin seperangkat peralatan ibadah, emas 100 gram dan uang tunai 10 juta rupiah, tunai.”
Cahyo mengucapkan qobul, “ Saya terima nikahnya dan kawinnya Tays binti Arif Rahman dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”
Pak penghulu membacakan doa, “BAARAKALLAAHU LAKA WA BAARAKA ‘ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMA FII KHOIR Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan."
Serentak yang hadir dalam ruangan itu mengucapkan, “ Aamiin ya robbal ‘alamien.”
Bu Suryo tak kuasa membendung rasa harunya hingga meleleh air matanya sambil berucap, “Alhamdulillah ya Allah.”
Pak penghulu meminta pengantin laki-laki untuk menyerahkan mas kawinnya kepada mempelai wanita. Setelah itu meminta pengantin pria dan wanita menandatangani buku nikah mereka.Selesai itu menutup acara. Pak penghulu mengucapkan selamat berbahagia pada kedua mempelai. Setelah itu beliau pamit.
Selanjutnya ruangan disiapkan untuk acara walimah dan resepsi secara sederhana. Hanya dihadiri oleh saudara dan tetangga kiri kanan. Bukan tak ingin mereka merayakan pernikahan itu dengan meriah mengundang banyak saudara dan teman-teman. Namun apalah daya semua harus menahan diri demi tidak terjadi kluster covid-19 dari pesta pernikahan mereka.
Kedua mempelai duduk di kursi pelaminan di dampingi oleh kedua orangtua mereka di samping kiri dan kanannya. Mereka sungkem mohon doa restu untuk kebahagiaan rumahtangga mereka kepada kedua orangtua mereka secara bergantian. Suasana menjadi sangat haru namun tetap bahagia karena akhirnya mereka berdua syah menjadi suami istri.
Bayu tersenyum lega karena ponakannya telah beroleh pendamping hidupnya dengan perantara dirinya. Dia mendoakan agar rumah tangga ponakannya syakinah mawaddah warahmah segera dapat keturunan yang sholeh dan sholihah. Aamiin.
TAMAT
Yogyakarta, 10 Oktober 2020
Sumber gambar : jemput.jemput.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
