Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menantu Idaman - Cerpen Bagian ke - 5 ( Tamugusi ke - 64)

Menantu Idaman - Cerpen Bagian ke - 5 ( Tamugusi ke - 64)

Bagian 5. Khitbah

Kedua orang tua Tyas nampaknya sangat bahagia karena putrinya yang sudah lama menutup diri setelah ditinggal kekasihnya menikahi gadis lain akhirnya membuka hati untuk lelaki lain yang akan mengisi hatinya. Lelaki tersebut adalah Cahyo, atasan Bayu adik ibunya Tyas, anak sulung bu dan pak Suryo.

Cahyo yang sudah berusia 37 tahun adalah laki-laki mapan dan juga tampan. Ia yang adalah seorang manager kantor cabang sebuah Bank Pemerintah Daerah dengan gaji yang tentu saja tidak kecil. Dia sudah memiliki rumah bagus dengan isinya yang lengkap. Kekurangannya hanya satu, rumah itu belum memiliki ratu rumah tangga.

Orangtua Tyas tentu sangat bangga dan bahagianya dapat calon menantu orang bukan sembarangan. Mereka sudah tak sabar menunggu hari istimewa dimana putrinya akan bersanding dengan lelaki tampan nan mapan bernama Cahyo di pelaminan kelak. Mereka menunggu dengan hati berdebar-debar kehadiran keluarga Cahyo untuk mengkhitbah putrinya.

Rumahnya sudah dipersiapkan sedemikian rupa untuk menerima kehadiran calon besannya. Walaupun rumahnya tidak sebagus dan sebesar rumah orangtua Cahyo namun setelah dibenahi dan ditata menjadi pantas untuk menghelat hajatan nantinya. Hari ini di rumah itu akan ada acara khitbah sekali gus juga untuk membicarakan hari dan tanggal pernikahan mereka kelak.

Bu Arif berkata,”Alahmdulillah ya pak…akhirnya putri tinggal kita ketemu jodohnya.”

Pak Arif menjawab,”Iya bu…bersyukur bahwa calon suami putri kita bukan orang sembarangan. Sudah tampan, tajir juga Insha Allah taqwa. Semoga semua akan berjalan lancar ya bu.” Meraka berdua mengamini bersama.

Tyas sudah didandani yang sedikit spesial dari biasanya karena akan menerima pinangan Cahyo. Sengaja Tyas mendatangkan seorang perias profesional dan terkenal di daerahnya ke rumahnya untuk mendandani dirinya dan juga ibunya. Tyas dimake up yang tidak terlalu mencolok namun terlihat sangat cantik. Pas dengan gaun panjang muslimah kombinasi saten warna merah tua dan brokat warna merah muda dan jilbab warna merah hati dan pink dikombinasi. Ibu dan bapaknya juga sudah siap dengan pakaian muslim yang pas dan pantas. Ibunya mengenakan gamis warna krem dan jilbab berwarna kuning sedangkan bapaknya mengenakan batik warna coklat.

Tepat jam 10.00 mobil CR-V merah tiba dan parkir di halaman masjid yang tak jauh dari rumah orangtua Tyas. Keluar dari mobil itu adalah bu dan pak Suryo, adiknya pak Suryo bersama istrinya, Cahyo dan Yani-adiknya. Karena ini baru khitbah sehingga rombongan tidak terlalu banyak hanya enam orang saja disamping juga masih suasana pandemic covid-19.

Rombongan keluarga Cahyo mengenakan baju yang sengaja dipersiapkan untuk acara tersebut lengkap dengan masker yang dipakai masing-masing. Bu Suryo mengenakan gaun biru muda dengan outer brokrat warna putih dan jilbab juga putih. Pak Suryo mengenakan baju batik biru tua. Cahyo mengenakan celana hitam dan batik warna merah hati. Yani-adik Cahyo tak kalah cantiknya. Demikian juga om dan tante Cahyo juga rapi serasi.

Setelah mengeluarkan sekedar buah tangan berupa makanan khas Yogyakarta dan diserahkan pada yang menyambut di halaman masjid, mereka langsung mengikuti orang yang menjemput menuju rumah orangtua Tyas. Tak lupa cincin untuk tanda ikatan yang akan disemat setelah acara khitbah di bawa oleh Yani adik Cahyo. Setelah berjalan sebentar, mereka sampai di rumah orangtua Tyas.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu” pak Suryo mengucapkan salam pada keluarga pak Arif Rahman. Yang langsung dijawab waalaikumsalam warahmatullahi wabaraktuh oleh mereka semua.

Tyas bersama orangtua dan keluarga orangtuanya menyambut kedatangan keluarga Cahyo dengan penuh keramahan. Mereka mempersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu yang sudah ditata sedemikian rupa. Cahyo menatap Tyas agak lama lalu mereka saling senyum. Setelah semuanya dirasa siap, pak Bayu adik dari ibu Tyas mengambil mike untuk memimpin acara khitbah.

Diawali dengan bacaan basmalah bersama sebagai pembukaan dan sedikit prakata dari pembawa acara, selanjutnya pak Bayu mempersilahkan pak Suryo untuk menyampaikan maksud kedatangannya ke rumah pak Arif Rahman.

Pak Suryo langsung berdiri dan memegang mik untuk menyampaikan maksud kedatangannya adalah untuk meminang Tyas putri tunggal pak Arif Rahman untuk putranya yaitu Cahyo jika mereka memang sudah saling cocok. Setelah pak Suryo selesai bicara dan salam penutup, beliau serahkan kembali mik pada pembawa acara lalu duduk kembali. Selanjutnya pak Arif berdiri untuk menjawab pinangan tersebut.

“Sebelum menjawab pinangan pak Suryo untuk putranya yakni Cahyo, saya ingin bertanya pada putri saya terlebih dahulu. Nduk…anakku sayang…ini ada seorang pemuda tampan lagi soleh asal dari Yogyakarta ingin meminang kamu untuk menjadi pendamping hidupnya, apakah kamu bersedia?” demikian kata pak Arif yang disaksikan oleh segenap yang ada di ruangan itu.

Tyas menjawab,’Bismillah pak…Insha Allah Tyas menerima pinangan mas Cahyo untuk menjadi calon suaminya.”

Pak Arif melanjutkan,”Semua dengar sendiri ya pak bu Suryo dan nak Cahyo bahwa pinangan telah diterima dengan bismillah.”

Mereka semua serentak mengucapkan’”Alhamdulillahirobbil’alamien.”

Acara berikutnya adalah pemasangan cincin sebagai tanda ikatan bahwa mereka berdua telah berkhitbah. Yani maju ke depan membawakan sepasang cincin. Cincin untuk Tyas dipasangakan oleh bu Suryo ke jari manis Tyas, sedangkan untuk Cahyo dipasangkan dipasangkan oleh pak Arif didampingi bu Arif. Kemudian mereka foto bersama sambil Tyas dan Cahyo memperlihatkan cincin di jari manis mereka masing masing tanda mereka sudah khitbah walaupun belum halal sebagai suami istri karena akad nikah belum dilangsungkan di depan penghulu, namun setidaknya mereka sudah lega. Tinggal menunggu hari dan tanggal yang tepat untuk melangsungkan pernikahan mereka.

Setelah acara pemasangan cincin dan foto bersama, dilanjutkan dengan perkenalan atau ta’aruf antar anggota keluarga masing-masing. Setelah dianggap cukup maka acara ceremonial ditutup dengan membaca hamdalah oleh pak Bayu sebagai pembawa acara. Setelah penutupan, dilanjutkan makan besar yang sudah disiapkan dengan cara prasmanan.

Menjelang zuhur, pak Suryo dan keluarga berpamitan untuk pulang ke Yogyakarta. Tyas merasa lega telah dipinang Cahyo. Demikian juga pun Cahyo merasa lega dan bahagia telah meminang Tyas. Keduanya memancarkan aura kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan. Meraka berjalan beringan menuju ke mobil Cahyo diikuti oleh kedua orangtua mereka masing-masing dan juga yang lain. Setelah Cahyo dan keluarganya masuk ke dalam mobil, yang di dalamnya sudah ada oleh-oleh yang disiapkan oleh orangtua Tyas, maka mobilpun perlahan berjalan dan melaju tidak terlalu kencang di jalan raya untuk pulang ke Yogyakarta..

“Semoga semua akan berjalan lancar sesuai dengan yang kita harapkan ya Cahyo,” kata bu Suryo yang diamini oleh semua yang berada di dalam mobil itu.

“Kamu harus sudah mantap loh Cahyo, tidak boleh lagi lirik-lirik gadis lain. Kalian berdua harus menjaga agar tetap dalam komitmen menuju ke jenjang pernikahan kelak,” bu Suryo mengingkatkan Cahyo.

Sambil nyetir Cahyo menjawab,”Insha Allah ini adalah pilihan Cahyo yang berangkat dari hati yang terdalam, sehingga Cahyo berkomitmen bahwa apapun yang terjadi maka Tyas adalah yang kan menjdi istrinya yang sejati bu.”

“Aamiin,” semua mengamini.

Setelah hampir satu jam perjalanan, mereka tiba rumah dengan selamat. Mbok Ijah langsung membukakan pintu gerbang dan mobil pun masuk ke halaman rumah mereka.

“Terimakasih ya om dan tante telah menemani kami ke tempat Tyas.” Kata Cahyo.

“Untuk ponakanku yang paling tampan sekaligus kolokan om dan tante selalu siap mengawal,” jawab om yang disambut tertawa oleh semuanya.

Lalu mereka masuk rumah, Lalu om dan tante pamitan pulang dengan mobil mereka yang dititip di tempat kakak mereka..

Bersambung

Yogyakarta, 01 Oktober 2020

Sumber gambar : jemput.jemput.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post