Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Minggat dari Rumah  (Tamugusi ke - 71 )
Wahyu

Minggat dari Rumah (Tamugusi ke - 71 )

Adalah Wahyu nama anak itu. Ia pergi dari rumah dalam keadaan hati yang kecewa namun tak berdaya. Ia minta HP untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh di awal semester karena HPnya yang lama sudah mati total, namun karena kondisi keuangan orangtua yang belum memungkinkan untuk membeli HP meskipun second, maka dia bertekad akan kerja cari uang sekedar beli HP. Kesalahannya adalah dia pergi kerja di usaha tahu walik yang lumayan jauh dari rumah tanpa memberitahu siapapun.

Orangtuanya bingung karena Wahyu tak kunjung pulang. Satu hari dua hari orangtuanya berusaha mencari. Hpnya yang lama rusak makanya dia pergi tanpa membawa alat komunikasi. Orangtuanya, kakaknya semua bingung mencari keberadaan Wahyu. Bahkan mencari hingga ke sekolah dan tanya pada wali kelasnya juga, namun hasilnya nihil.

Saya sebagai wali kelasnya menjadi sasaran pertanyaan baik dari orangtuanya maupun dari guru-guru lain yang mengajar Wahyu. Guru-guru bertanya karena Wahyu yang tak pernah masuk ke kelas on line. Semua tugas guru mapel diabaikan. Jadi praktis tugasnya menumpuk karena hamper tiga bulan tidak mengikuti materi pelajaran dan tugas-tugasnya. Bahkan para guru banyak yang punya pikiran negatif terhadap dia karena dianggap siswa yang tak bertanggungjawab.

Rupanya gajinya sebagai asisten pedagang tahu walik cukup lumayan. Per bulan gajinya 1.200.000 rupiah bersih. Karena biaya makan dan tempat sudah ditanggung oleh bossnya. Memasuki bulan kedua baru jalan satu minggu, ia menyadari bahwa tujuannya bekerja adalah untuk mendapatkan uang buat beli HP. Maka uang 1.200.000 rupiah sudah cukup untuk beli HP second.

Setelah dapat HP second, dia pamitan sama bossnya bahwa ia akan berhenti kerja dulu karena harus meneruskan sekolahnya. Beruntung bossnya baik. Bahkan bossnya bilang kalua Wahyu harus sekolah dulu. Nanti kalau sudah tamat sekolah jika ingin bekerja lagi di Tahu walik, bossnya masih akan menerimanya dengan senang hati. Karena Wahyu perangainya baik dan bersih.

Tiba-tiba Wahyu pulang ke rumah. Tentu saja keluarganya sangat senang karena Wahyu pulang dalam keadaan sehat wal afiat bahkan sudah bisa membeli HP. Orangtuanya malah meminta maaf karena tidak mampu membelikannya HP untuk mengikuti PJJ.

Barusan Wahyu menemui saya sebagai wali kelasnya untuk meminta maaf dan minta arahan apa yang harus dilakukan mengingat sudah hampir tiga bulan tidak mengikuti pelajaran. Bisa dibayangkan tugasnya menumpuk. Saya mendengarkan curhatnya jadi mau nangis tapi malu. Saya hanya bilang untuk mengerjakan tugas-tugasnya sedikit demi sedikit tapi konsisten dan jangan minggat lagi. Tidak boleh bikin resah orangtua. Dan hubungi guru mapel semua untuk konsultasi terkait materi dan tugas-tugas yang harus dikerjakan. PJJ oh PJJ.

Yogyakarta, 7 Oktober 2020

Sumber gambar : Galeri Pribadi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post