Perubahan Positif ( Tamugusi ke - 72 )
Oleh : Siti Nurhayati, M.Pd.
Masih tentang Wahyu yang telah minggat dari rumah. Ia minggat sekedar mau cari uang yang halal untuk membeli HP. Setelah berhasil membeli HP yang diidamkan meskipun HP second, namun hal itu cukup membuat Wahyu bahagia dan tumbuh lagi semangat belajarnya.
Setelah menemui saya sebagai wali kelasnya untuk minta arahan bagaimana sebaiknya untuk mengejar materi dan tugas yang tertinggal selama hampir tiga bulan, ia benar-benar mendengarkan dan berusaha menindak lanjuti apa yang saya nasihatkan padanya. Dia terlihat sangat ingin memperbaiki kesalahannya.
Saya tunjukkan kisahnya yang saya bagikan di blog gurusiana dan juga fb saya. Dia membaca tulisan saya, dia merasa sangat terharu dan bahkan menangis. Dia membaca komen-komen yang umumnya memuji dan mendoakan dia agar menjadi orang yang sukses. Dia mengucapkan terimakasih karena kisahnya telah diabadikan dalam tulisan. Dari sana dia mendapatkan support atas tekadnya dan mendapatkan koreksi atas kekeliruannya yang pergi tanpa pamit pada keluarganya.
Setelahnya, dia saya minta untuk meminta maaf pada guru-guru dan juga pihak sekolah kerena telah meninggalkan pelajaran begitu lama. Dan saya juga memohon pada sekolah dan guru-guru untuk bersikap bijaksana pada Wahyu, dan terus membimbingnya agar jangan sampai dia tambah menjauh dari sekolah. Yang dia butuhkan adalah dukungan dan bimbingan agar bertumbuh menjadi manusia yang berkarakter baik dan memiliki masa depan cerah.
Wahyu mengirim pesan secara intensif pada saya selaku walinya terkait bagaimana mengerjakan tugas on line dan cara mengumpulkannya. Ini sungguh perubahan positif yang cukup menggembirakan. Saya terus memberikan perhatian padanya, agar dia merasa bahwa dia tidak sendiri menghadapi kesulitan dalam rangka menyelesaikan pelajaran yang tertinggal.
Dia bahkan berjanji untuk berjuang agar bisa membanggakan orangtuanya. Dia bilang bahwa orangtuanya hanyalah orang kecil. Bapaknya adalah tukang kebun di sebuah sekolah, sedangkan ibunya tidak bekerja, hanya mengurus rumahtangga saja. Dia ingin merubah nasibnya agar lebih baik ke depannya seperti yang didoakan bapak dan ibu melalui komen-komen atas kisahnya. Tentu saja saya mengamini dan mendukung agar Wahyu tetap komit dengan janjinya menjadi anak yang lebih baik lagi untuk mengawal cita-citanya. Semoga Allah membimbingmu dan dijauhkan dari segala hal yang membuatnya akan lupa janjinya. Aamiin.
Yogyakarta, 8 Oktober 2020
Sumber gambar : pngdownload.id
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
