Saat Piknik - Cerpen ( Tamugusi ke - 84 )
Oleh : Siti Nurhayati
Pak Bani bangun pagi sekali. Selepas sholat subuh beliau bersiap diri untuk mengikuti piknik kelompok kerja kepala sekolah SMK sekabupaten. Istrinya bernama bu Vivi menyiapkan segala keperluan suaminya sebelum dia sendiri pergi mengajar di sebuah SMP.
Sebelum berangkat. mereka sarapan pagi sambil mengobrol sepuatar keluarga dan pekerjaan. Keduanya pasangan yang sangat kompak dan saling menyayangi. Bisa dikatakan keluarga yang ideal dan harmonis. Mereka memiliki satu cucu dari anak pertamanya yang laki-laki. Bu Vivi yang sudah berusia limapuluah masih nampak cantik dan sehat hanya saja kolesterolnya yang agak tinggi.
Selepas sarapan mereka berdua berangkat. Bu Vivi mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi. Beliau berngakat kerja sekalian mengantar suaminnya di SMK 1 tempat berkumpul rombongan kepala sekolah yang akan study banding di sebuah SMK favorite di Jawa Timur. Pak Bani sengaja tidak bawa mobilnya karena acaranya di luar kota dan menginap.
Tak lama mereka berdua telah sampai. Pak Bani keluar dari mobil yang diikuti oleh bu Vivi. Setelah salaman dan cipika cipiki dan berpesan agar-hati, bu Vivi langsung kembali ke mobilnya dan berangkat ke tempat kerjanya. Bis Pariwisata yang besar dan bagus telah terparkir di pinggir jalan dekat pintu gerbang SMK 1. Teman-teman pak Bani pun sudah berkumpul siap untuk masuk bis. Nyaris pak Bani terlambat, karena hanya tinggal menunggunya saja langsung bis rombongan piknik itu pun jalan.
Pak Bani kepala sekolah SMK swasta yang terkenal duduk di belakang sopir bersama ketua rombongan yakni kepala sekolah SMK 1. Sepanjang perjalanan mereka berdua ngobrol seputar perkerjaan mereka sebagai kepala sekolah. Sesekali mereka juga saling menanyakan tentang keluarga masing-masing. Keduanya tampak sangat akrab. Yang lain juga demikian ngobrol dengan pasangan duduk masing masing. Ada juga yang ambil mik bernyanyi karaoke mengikuti running text lirik lagu dari layar monitor yang terhubung dengan wifi.
Rombongan piknik kepala sekolah telah selesai acara study banding. Beberapa poin penting terkait study banding telah dicatatnya. Cinderamata telah juga diserahkan. Mereka berpamitan kepada manajemen sekolah tempat study banding yang telah menyambut mereka dengan penuh keramahan.
Rombongan telah masuk Kembali ke dalam bis untuk lanjut perjalanan ke lokasi wisata di kota Malang. Bis melaju pelan menuju kota Apel dan akhirnya sampai. Mereka turun dari bis lalu berjalan menuju lokasi agrowisata kebun apel dan jeruk Malang yang terkenal. Rata-rata usia mereka bukan muda lagi, namun keceriaan dan kebahagiaan nampak dalam wajah mereka yang penuh senyum canda tawa.
Pak Bani yang duduk di belakang sopir turun duluan diikuti oleh ketua rombongan. Setelah mendapatkan karcis masuk lokasi wisata, mereka semua masuk ke kebun apel dan jeruk. Mereka membelalakan mata tanda takjub denga indahnya buah apel dan jeruk yang masih nempel di pohonnya. Mereka sudah tak sabar ingin memetiknya. Namun mereka hanya diijinkan memetik tak lebih dari tiga biji buah apel dan tiga biji buah jeruk. Jika ingin lebih, mereka harus beli di tempat belanja yang sudah disediakan.
Saat sedang asyik menikmati kebun buah, gawai yang ada di saku kemaja pak Bani berbunyi. Diambilnya gawai dan terlihat putra sulungnya menelpon. Pak Bani terkejut dan jatuh terdukuk lemas karena putranya mengabarkan bahwa ibunya baru saja dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung coroner. Sekarang posisi jenazah masih di ruang IGD. Bu Vivi anfal selepas sholat subuh dan langsung dibawa ke rumah sakit oleh putranya.
Ketua rombongan langsung memeluk pak Bani dan berkata agar tabah, sabar dan mengikhlaskan bu Vivi yang telah mendampingi hidupnya selama puluhan tahun untuk menghadap ilahi Robbi. Pak Bani walau tegar tetap saja tak mampu menahan kesedihan. Bulir-bulir air mata deras mengalir di pipinya. Semua memahami bahwa kedukaan sedang melanda pak Bani dan keluarganya.
Ketua Rombongan langsung mencari tiket on line untuk penerbangan ke Yogyakarta. Sayangnya tidak ada penerbangan langsung dari Malang ke Yogyakarta. Satu-satunya jalan harus lewat Surabaya terlebih dahulu. Manusia hanya berencana namun Tuhanlah penentu takdir. Rombongan mengantar pak Bani ke Bandara Juanda Surabaya. Pak Bani naik pesawat ditemani ketua rombongan setelah menunjuk salah seorang dari mereka untuk menggantikan posisinya sebagai ketua rombongan. Rombongan bis pun juga pulang sebelum menuntaskan program pikniknya karena turut berduka cita atas meninggalnya istri dari pak Bani teman mereka.
Maguwoharjo, 17 Oktober 2020
Sumber gambar : match-jp.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
