Sekolahku sayang ( Tamugusi ke - 82 )
Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.
Siapa yang tak sedih jika rumahnya dirobohkan
Siapa yang tak murung jika tempatnya bekerja dihancurkan
Siapa yang tak lara jika sekolah tempatnya mengajar diratakan
Semua terjadi atas nama kepentingan umum
Benarkah jalan tol itu untuk kepentingan umum?
Benarkah jalan tol untuk kepentingan seluruh rakyat
Rakyat yang manakah bisa menikmatinya
Jika per kilo meter di atas seribu rupiah itu sangat mahal
Hanya orang-orang yang berkantong tebal
Orang-orang yang punya kendaraan pribadi
Rakyat kecil nonton aja dari kejauhan si kaya lewat tol
Awalnya aku tak percaya isu tentang sekolahku kena tol
Namun tadi aku lihat sendiri pathok telah terpasang
Seorang siswa bertanya-tanya ‘ini apa’
Pathok bambu pita kuning sebagai tanda
Sekolah hendak diratakan tak lama lagi
Sekolahku kena jalur tol Joglosemar (Jogya Solo Semarang)
Tak terasa meleleh butiran bening dari pojok netraku
Banyak kenangan segera akan terkubur
Ya terkubur saat eskavator yang menggaruk dinding sekolahku
Saat buldoser meratakan bangunan sekolahku
Ya Allah…rencana apa yang hendak Enkau mainkan
Tak semua yang aku tangisi adalah buruk memang
Biarlah tangan Allah yang akan menolong
Allah tahu harus berbuat apa untuk hambaNya yang munajat
Hanya rencanaNya itu yang terjadi
Maguwoharjo, 15 Oktober 2020
Sumber gambar : Koleksi Pribadi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
