Silaturahmi ( Tamugusi ke - 92 )
Oleh: Siti Nurhayati
“Dari Anas bin Malik ra berkata: bahwa Rasulullah Saw. bersabda: ”Bagi siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalin hubungan silaturrahim.” (HR. Muttafaq Alaih)
Suami mengajak untuk silaturahmi ke mantan gurunya waktu sekolah PGA di Kupang. Gurunya adalah seorang ibu bernama Sukarsini yang saat mengajar suami masih sangat muda karena baru Sarjana Muda. Beliau mengajar di Kupang karena mengikuti suaminya bernama Mohammad Zain dosen Akuntnasi di Undana.
Waktu itu suami baru kelas lima PGA setara kelas sebelas saat ini. Kini bu gurunya sudah pensiun dan telah pulang ke kampung halamannya di Moyudan Sleman Yogyakarta sejak lima tahun yang lalu. Sekarang ibu gurunya menikmati hari-hari senja bersama suaminya yang juga sudah pension.
Suami telah memberitahukan bahwa akan silaturahmi pada hari Sabtu pas zuhur. Sudah merencanakan akan sholat zuhur jama’ah di masjid depan rumah bu gurunya itu. Kami berangkat jam 10.45 dari rumah naik mobil yang disopiri anak saya sampai di sana mereka baru saja selesai sholat zuhur. Andai kami tidak mampir ke toko oleh-oleh mungkin tidak terlambat untuk jama’ah zuhur di masjidnya.
Kami sholat zuhur di masjid jama’ah satu keluarga. Setelah selesai wirid kami ke rumah bu guru suami. Mereka berdua sudah menunggu. Di meja sudah siap teh hangat dan juga senek. Bahkan beliau telah menyiapkan makan siang berupa nasi putih dan ikan bawal bakar yang diambil dari kolam sendiri.
Kami makan sambil ngobrol. Yang paling banyak ngobrol adalah suami dan mereka berdua. Banyak topik yang dibicarakan. Nampak Bahagia sekali ketemu mantan murid dan guru. Ketemu saat masih sangat muda dan kini sudah sama-sama tua. Luar biasa. Sangat istimewa.
Bu guru itu yang telah mengenalkan Yogyakarta pada suami saya. Beliau melihat suami saya yang Bahasa Arabnya paling pintar juga nilai yang lain di atas rata-rata mendorong suami saya agar meneruskan kuliah di Yogyakarta dan usahakan masuk Sastra Arab di IAIN. Namun akhirnya suami memilih fakultas Dakwah.
Suami ngobrol dengan mereka, anak dan cucu saya disuruh mancing di kolam belakang rumah mereka. Ternyata kolamnya banyak sekali. Ada berbagai jenis ikan dipelihara. Pekarangannya ditumbuhi banyak pohon. Ada kelapa, mangga, pepaya, nangka, pisang, jambu dan masih banyak lagi. Di atas kolam ikan ada kandang ayam joper (Jowo Super). Asyik sekali main di pekarangan rumah sambil nungguin cucu mancing. Cucu saya kegirangan dapat ikan Patin. Kami membawa pulang lima ekor ikan patin kurang lebih 3 kg.
Jelang asar kami pamitan karena akan silaturahmi lagi di rumah tempat dahulu suami KKN tahun 1986. Nama desanya Semingin. Kurang lebih 10 menit dari rumah bu guru. Mereka berdua melambaikan tangan saat mobil kami melaju ke jalan.
Sesampainya di Semingin, kami langsung sholat asar di masjid depan rumah pak Lukman. Selesai sholat kami ke rumahnya. Saat suami KKN pak Lukman masih SD. Kini sudah punya anak 12. Bapak pak Lukman sudah meninggal 20 tahun lalu. Sayang ibunya pak Lukman lagi tidak di rumah. Kami duduk sebentar terus pamitan pulang. Silaturahmi memanjangkan umur dan melapangkan rizki.
Maguwoharjo, 24 Oktober 2020.
Sumber gambar: Galery pribadi

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
