Sosialisasi AD-ART dan Perjuangan PGRI di PGRI Cabang Depok (Tamugusi - ke 87 )
SLEMAN-Kemarin pagi, Senin, 19 Oktober 2020 jam **(censored)**bertempat di aula SMK N 2 Depok telah diadakan Sosialisasi AD/ART PGRI hasil konggres PGRI ke 22 di Jakarta Desember 2019 oleh bapak Sudiyo, S.Ag., M.Pd. ketua PGRI kabupaten Sleman.
Acara sosialisasi ini merupakan turba dari PGRI kabupeten Sleman. Hal ini dilakukan karena untuk menghindari kerumun masa yang lebih besar. Ada 17 cabang PGRI di kabupaten Sleman sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada.
PGRI cabang Depok memiliki anggota 1800 orang berasal dari 147 sekolah dari PAUD hingga SLTA. Dalam kesempatan ini, tidak seluruh sekolah diundang untuk hadir dalam acara sosialisasi. Mengingat covid-19 hanya diijinkan untuk menghadirkan 50 orang saja termasuk pengurus.
Diundang dalam acara tersebut adalah kepala sekolah atau yang mewakili satu orang dari setiap sekolah yang diundang. Sekolah yang diundang adalah TK/PAUD 15, SD 21 ,SLTP dan SLTA 14 dengan ketentuan mengenakan seragam PGRI nasional, memakai masker dan hadir tepat waktu. Semua yang hadir mendapatkan buku AD/ART PGRI dan handout. Konsumsi dibagikan setelah acara selesai.
Acara dibuka pada pukul 09.15 menit oleh pembawa acara dengan berdoa. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars PGRI. Sambutan oleh bp, Jamhari ketua PGRI cabang Depok. Sosialisasi AD/ART dan program yang telah dan sedang dilaksanakan oleh PGRI pusat dan juga kabupaten oleh ketua PGRI kabupaten Sleman. Sebelum acara ditutup ada acara tanya jawab.
Dalam paparannya ketua PGRI kabupaten Sleman menyampaikan beberapa poin penting. Yang pertama menyampaiakan tentang Jati Diri PGRI yang merupakan Organisasi profesi, Organisasi perjuangan, organisasi ketenagakerjaan. Poin kedua tentang sifat dan semangat PGRI yakni unitasristik, independent dan non partisan serta semangatnya adalah demokrasi, kekeluargaan, keterbukaan, bertanggungjawab etika, moral serta hukum. Berikutnya adalah visi misi PGRI dan terakhir tentang keuangan orgnaisasi yang bersumber dari uang pangkal dan iuran anggota, sumbangan donator dan dari usaha lainnya.
Beliau juga menyampaikan tentang sekilas perjuangan PGRI pusat dan daerah.
Bidang kesejahteraan guru tingkat pusat meliputi :
- Terwujudnya penilaian angka kredit jabatan guru’
- Tunjangan beras diganti uang
- Realisasi tambahan gaji 1999
- Peningkatan tunjangan fungsional pada tahun 2000
- Realisasi perubahan jabatan structural menjadi jabatan fungsioanl
- UU Guru dan Dosen, PP Guru, Dosen, Tunjangan Profesi dll
- PP ttg TPG/TPD. TKG/TKD, Tunjangan Kehormatan Profesor
- Kerjasama dengan Penerbangan Garuda. Sriwijaya, dll
- Pensiun guru dari 58 menjadi 60
- Anggaran Pendidikan minimal 20% dari APBN/APBD (Menang dalam gugatan MK)
- Realisasi proses sertifikasi dan tunjangan profesi, tunjangan khusus
- Dana tambahan Rp. 250.000/bulan bagi guru yang belum sertifikasi
- Peringatan HGN dan HUT PGRI bersama-sama Pemerintah dan PGRI
- Perlindungan guru dalam melaksanakan tugas’Perubahan masa pension penilik PNF menjadi 60 tahun
- Beban kerja 24 tatam muka (perpanjangan permendiknas no. 39)
- Penyelesaian pengangkatan guru bantu
- Perbaikan penyelenggaraan sertifikasi bagi guru
- Perbaikan Pembayaran TPG, TFG, Dana kelebihan
- Kenaikan tunjangan kepala sekolah, pengawas, penilik dan kepala UPTD
- Kesejahteraan guru di kementrian Agama
- BUP Staf TU/Pejabat Pendidikan dari 55 th menjadi 58 th
- Mengusulkan PP tentang PTT/GTT
- Lahirnya Perpres No 98 th 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK, Senin 28 September 2020
Selanjutnya beliau memaparkan tentang Perjuangan PGRI di tingkat Kabupaten Sleman
A. Bidang Kesejahteraan
- Peringatan HGN dan HUT PGRI bersama Pemda Sleman
- Terbitnya Perbub no.7 th 2017 BAB IV pasal 36 tentang Pemakaian Baju PGRI setiap hari Sabtu
- Bantuan Hibah untuk kegiatan organisasi setiap tahun
- Bantuan dana hibah untuk renovasi Gedung PGRI th 2015
- Terwujudnya kendaraan dinas untuk pengawas TK, SD dan SMP
- Pemberian tamsil bagi GTT/PTT baik untuk K2 maupun non K2
- Lahirnya kebijakan/kemudahan untuk ijin belajar dan bantuan bea Pendidikan lanjut bagi guru
- Keluarnya SK sebagai guru di kabupaten untuk memperlancar pengurusan NUPTK
- Mengusulakn tamsil untuk Kasek (proses)
- Mengusulkan status GTT/PTT menjadi guru/pegawai honor Daerah ( proses)
B. Bidang Perlindungan Guru
- Pelecehan, Penganiayaan atau Intimidasi terhadap siswa/siswi
- Penyalahgunaan dana BOS, DAK atau DPS
- Perselingkuhan, Perceraian dan masalah rumah tangga
- Kasus Penerimaan TPG, Tamsil dan Tunjangan lainnya yang tidak tepat jumlah dan waktu
- Menindaklnjuti MOU antara PB PGRI dengan Kapolri, PGRI Daerah dengan Kapolres
- Kelalaian guru yang mengakibatkan orang lain meninggal atau luka
- Terjalinnya hubungan kemitraan yang harmonis antara Pemda/SKPD dengan PGRI
C. Bidang Sosial
- Membentuk Bank Darah dan Aksi Donor Darah Kerjasama dengan PMI Sleman
- Pemeriksaan Kesehatan pada anggota gratis Kerjasama dengan RS Sakinah Idaman. Mercy dll
- Mengadakan Donasi Kacamata Medis untuk guru dan siswa Kerjasama dengan MGI
- Menggalang dana solidaritas untuk keluarga PGRI yang tertimpa musibah
D. Bidang Profesi
- Mengadakan Pelatihan KTI
- Mengadakan Semilok dan Nas
- Pelatihan Metode Pembelajaran Berbasis Siswa Aktif, Berbasis TIK, dll
- Mengirim peserta diklat yang diselenggarakan oleh PGRO provinsi
- Membimbing Guru dalam Menyusun Tugas Akhir bagi yang sedang lanjut studi
- Mendampingi guru dalam mengurus ijin studi lanjut
- Merintis Berdirinya jurnal Ilmiah (proses)
Beliau menutup pemaparannya dengan mengatakan bahwa kata kunci perjuangan PGRI adalah Solidaritas dan Soliditas. Berharap terwujudnya visi misi organisasi. Bermimpi bahwa guru-guru Indonesia itu professional, sejahtera, bermartabat dan terlindungi.
Terkait politik, beliau mengatakan bahwa guru tidak boleh buta terhadap politik walupun tidak berpolitik praktis. PGRI mendukung calon bupati yang mendukung sepenuhnya terhadap perjuangan PGRI Sleman dan yang menjadi anggota istimewa PGRI untuk pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 namun tetap membebaskan anggota PGRI Sleman memilih pemimpinnya sesuai pilihan hati Nurani masing-masing.(haya)
Maguwoharjo, 201020
Sumber gambar : gallery pribadi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
