Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Upaya Literasi di SMK YPKK 3 Sleman ( Tamugusi ke - 70 )
Literasi Sekolah

Upaya Literasi di SMK YPKK 3 Sleman ( Tamugusi ke - 70 )

Oleh:

Siti Nurhayati, M.Pd.

Meskipun semua orang mengetahui bahwa membaca adalah meningkatkan pengetahuan dan membuka wawasan, namun tidak serta merta hal itu membuat setiap orang memiliki minat baca yang tinggi. Kalau membaca saja malas, apalagi menulis. Pun demikian juga yang terjadi di sekolah tempat saya mengabdi, yakni SMK YPKK 3 Sleman. Oleh karena itu, sangat perlu diupayakan agar budaya literasi dapat tumbuh dengan subur pada warga sekolah.

Guru-guru yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengembangan literasi juga belum sesuai dengan yang diharapkan. Guru tidak sekedar bisa membuat peserta didik mampu membaca dengan lancar, namun lebih dari itu guru harus juga mampu membuat para peserta didik berpikir analitis, kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Oleh karena itu perlu perencanaan dan strategi pelaksanaan program literasi yang baik dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi para peserta didik yang harus dicontohi oleh para guru tentunya.

Adalah saya seorang guru Bahasa Inggris, sejak 2018 diberi tanggungjawab sebagai kepala perpustakaan sekolah, sekali gus sebagai kordinator Gerakan Literasi Sekolah atau GLS di SMK YPKK 3 Sleman.

Menjalani tiga tugas sekali gus tentu tidak mudah. Namun karena ini sudah menjadi tanggungjawab, maka seberat apapun saya berusaha semaksimal mungkin menjalaninya. Ketiga tugas tersebut menuntut adanya perencanaan program, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut.

Untuk tugas sebagai kepala perpustakaan yang utama, saya harus mengupayakan ketersediaan bahan bacaan yang banyak dan bervariasi, sehingga hal ini akan menarik para pemustaka untuk hadir membacanya. Saya sering mencari informasi toko mana yang mengadakan diskon buku. Jika ketemu info tentang hal itu, saya akan mengusulkan ke sekolah untuk menambah koleksi buku yang non pelajaran dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kebetulan sekolah saya dekat dengan Gudang buku Gramedia sehingga jika ada cuci gudang, saya cepat mendapatkan informasinya dan melakukan tindakan borong buku murah. Buku-buku fiksi dan buku-buku motivasi adalah yang paling sering disasar para pemustaka.

Jika dikaitkan dengan tugas sebagai kordinator Gerakan literasi sekolah maka tugas sebagai kepala perpustakaan sangat berkaitan. Hal ini memudahkan saya untuk membuat program Gerakan Literasi Sekolah. Program Literasi Harian sekolah yang saya buat adalah :

1. Senin ke 2 & 4 : Circle Time / Diskusi Sekolah 45 menit tempat di Lobby Sekolah

2. Selasa : Membaca 15 menit sebelum pelajaran, tempat di kelas masing-masing

3. Rabu : Menulis 15 menit sebelum pelajaran, tempat di kelas masing-masing

4. Kamis : Berbicara 15 menit sebelum pelajaran, tempat di kelas masing-masing

5. Jumat ; Membaca Kitab Suci 15 menit

Diskusi sekolah atau Circle time diikuti oleh seluruh warga sekolah. Tempatnya di lobby sekolah. Tema diskusi diserahkan pada kelas yang mendapat tugas sebagai penanggungjawab. Mereka yang memilih tema dan wakilnya yang akan tampil di depan warga sekolah.

Membaca buku non pelajaran 15 menit sebelum pelajaran yang diawasi oleh guru mapel yang mengajar jam pertama di setiap kelas. Buku yang dibaca bisa mereka bawa sendiri, bisa juga mengambil buku-buku yang terdapat rak buku di pojok literasi kelas.

Menulis bebas 15 menit sebelum pelajaran adalah menulis di buku tulis khusus yang mereka letakkan di rak di pojok literasi. Mereka bebas menulis. Ada yang menulis cerita, pengalaman, puisi dan lain-lain. Dan ini bisa untuk bahan bicara di depan kelas keesokan harinya.

Berbicara di depan kelas 15 menit sebelum pelajaran pertama dengan topik bebas. Bisa maju 2 atau 3 orang secara bergiliran. Tujuannya adalah anak terlatih bicara di depan orang.

Membaca kitab suci selama 15 menit adalah membaca kitab suci sesuai agama yang dianut para peserta didik. Yang muslim membaca Al-Quran, yang non muslim menyesuaikan. Setiap selesai kegiatan Literasi dicatat dalam buku kemajuan literasi di setiap kelas. Jadi tugas tambahan guru maple jam pertama adalah mencatat buku kemajuan literasi..

Disamping ada Literasi Sekolah harian, ada juga lomba literasi. Yakni lomba perpustakaan kelas, madding, lomba menulis dst. Namun di saat pandemic seperti ini GLS diadakan secara on line di Grup whatsapp. Guru dan siswa mengirim tulisan mereka di Grup whatsapp “GLS YPKK 3”. ***

Penulis, Siti Nurhayati, M.Pd. Lahir di Banyumas, 12 Oktober 1966.Mengajar Bahasa inggris dan Kepala Perpustakaan di SMK YPKK 3 Sleman. Bisa dihubungi melalui email: **(censored)**, WA; **(censored)**

Yogyakarta, 7 Oktober 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post