Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Guru Belajar  ( Tamugusi ke -103 )
Pelatihan membuat video pembelajaran

Guru Belajar ( Tamugusi ke -103 )

Oleh: Siti Nurhayati, S.Ag., M.Pd.

Dalam rangka memaknai Hari Guru tanggal 25 November 2020, guru perlu untuk mengingat jati diri guru yang sebenarnya. Hal ini penting dilakukan karena semakin memahami jati dirinya, guru diharapkan mampu memotifasi diri lebih berdedikasi dalam menjalankan tugasnya.

Kata Guru berasal dari bahasa Sanskerta yang secara bahasa tersusun dari dua suku kata yakni Gu artinya kegelapan dan Ru artinya cahaya (Wikipedia encyclopedia). Demikian menarik kata guru ternyata merupakan lawan kata yakni gelap lawan terang, bodoh lawan pintar, muram lawan ceria, tak berdaya lawan merdeka. Guru bermakna pendidik yaitu orang yang menunjukkan cahaya terang berupa pengetahuan.

Secara istilah guru adalah seseorang yang dihormati karena memiliki pengetahuan yang dalam, kebijaksanaan dan kemampuan pada bidang tertentu serta menggunakannya untuk memberikan bimbingan pada orang lain. Dengan demikian penghargaan masyarakat akan diberikan kepada guru. (Putu Sudira, MP dalam GURU.KOM)

Tugas utama guru adalah membimbing orang lain yang masih dalam kegelapan menuju terang kehidupan dengan mentransfer ilmu pengetahuan. Mengingat hal itu maka guru wajib terus belajar. Jika guru berhenti belajar sebaiknya berhenti mengajar. Apa yang akan ditransfer jika pengetahuan guru sudah ketinggalan jauh oleh perkembangan zaman.

Guru adalah ujung tombak dunia pendidikan. Sebagai ujung tombak, guru harus mempertajam mata tombaknya agar tepat sasaran. Guru membekali diri dengan ilmu pengetahuan sesuai bidangnya dan juga meningkatkan ketrampilan mengajarnya. Hal ini tak terjadi jika guru enggan belajar.

Para guru yang memiliki dana lebih bisa belajar secara formal dengan lanjut belajar pada perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana, master atau bahkan doktor. Namun tidak perlu berkecil hati bagi yang tak memiliki dana belajar lanjut, karena pemerintah dalam hal ini kemendikbud sering mengadakan pelatihan untuk meningkatkan wawasan dan ketrampilan guru secara gratis. Dengan adanya perpustakaan di berbagai tempat pun bisa dimanfaatkan untuk belajar. Informasi dapat diperoleh melalui berbagai media yang penting ada kemauan untuk terus belajar.

Menuntut ilmu yang utama adalah mendapatkan ilmunya yang selanjut dimanfaatkan untuk mencerdaskan para murid yang menjadi tanggungjawabnya. Sebaiknya belajar bukan sekedar mengejar sertifikat semata. Orang yang berilmu pengetahuan akan terangkat derajatnya. Terlebih bila ilmu yang dimiliki disampaikan sebagai obor untuk orang yang masih dalam kegelapan dengan ikhlas.

Guru belajar dalam rangka meningkatkan kualitas diri, mengembangkan diri agar menjadi guru idola. Guru yang mampu memerdekaan murid-muridnya dari belenggu kebodohan, sehingga selalu dirindukan mereka. Guru belajar akan selalu mengejar ketertinggalan informasi. Tidak ada alasan untuk guru malas belajar mengingat ilmu bertebaran dimana saja di berbagai media.

Murid zaman sekarang merupakan anak-anak yang lahir di era internet, sehingga dalam hal kemampuan teknologi informasi umumnya mereka lebih pintar dari gurunya. Mereka menjelajah di dunia maya sedemikian rupa. Rasa keingintahuan mereka dipenuhi dengan membuka berbagai situs yang terkadang tidak sepantasnya untuk mereka datangi. Hal ini sangat mungkin terjadi jika, para guru tidak berusaha untuk membuat blog atau web yang pantas untuk konsumsi mereka. Konsekwensinya guru harus mau belajar membuat blog, website, video pembelajaran yang diunggah di youtobe, sehingga guru bisa menyampaikan materi ajar dengan cara menarik berbasis internet.

Belajar memang tidak nyaman karena harus membaca, mencerna, menginterpretasi, menuangkan kembali dalam bentuk karya, baik karya tulis maupun unjuk kerja. Jika belajar tidak diniatkan sebagai ibadah, sungguh orang akan lebih memilih santai dan bersenang-senang. Namun hal ini tidak boleh terjadi pada guru. Telah memutuskan untuk menjadi guru harus siap terus belajar. Dengan begitu guru akan mampu mengajar secara efektif dan memerdekaan murid-muridnya dari belenggu ketakberdaayaan.

Guru adalah pekerjaan yang sangat mulia, sebab guru harus mampu mencerdaskan murid-muridnya baik kecerdasan intelektual, emosional, sosial, ketangguhan dan spiritual. Mengingat hal ini, guru harus terus belajar, terus berkarya dan terus mengembangkan diri menjadi pribadi yang pantas untuk digugu (dipercaya) dan ditiru (ditauladani) oleh murid-muridnya. Guru berkualitas menciptakan generasi yang berkualitas menuju masa depan bangsa Indonesia yang gemilang.

Maguwoharjo, 3/11/2020

Sumber gambar: galeri pribadi

Penulis adalah seorang guru bahasa Inggris di SMK YPKK 3 Sleman, menjadi anggota aktif di MGMP Bahasa Inggris SMK kabupaten Sleman serta aktif berorganisasi di Aisyiyah. Jika ingin berkomunikasi bisa melalui nomor Hp **(censored)**atau di email **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post