Hujan (Tamugusi ke 157)
Hujan
Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.
Demikian masif kau berasal dari laut danau sungai
Berbondong bondong menuju ke langit
Bergumpal seperti tumpukan kapas putih membentuk awan
Pekat dan semakin pekat lalu menghitam menggantung sangat berat
Akhirnya kau pun menjatuhkan dirimu menjadi hujan yang deras
Menimpa apa saja yang kau lewati tanpa permisi
Menimbulkan bunyi gemuruh disertai kilat dan geludug
Sampai ke bumi kau mencari tempat untuk kau mengistirahatkan diri
Hawa dingin menyentuh kulit dan menusuk tulang sumsum
Semakin dingin hingga perut perut terasa berontak minta sesuatu
Boleh kau basahi bumi ini tapi jangan berlebih menjadi banjir
Kasihani mereka yang atap rumahnya membiarkan kamu masuk
Hadirlah ke bumi bersama rahmat dan berkah dari sang Penciptamu
Maguwoharjo, 13 November 2020
Sumber gambar : Jabarnews.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
