Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Infeksi Virus  (Tamugusi ke - 165)
ranjang pasien

Infeksi Virus (Tamugusi ke - 165)

Akhir Desember 2018 pohon mangga di pekarangan di kurangi batang-batangnya. sehingga terlihat berantakan di halaman rumah saya. Pas malam tahun baru daun-daun dan ranting yang sudah agak mengering saya bakar sambil menikmati malam pergantian tahun. Sambil juga bakar jagung. Suasana terasa asyik sekali karena apinya besar seperti api unggun pada acara pramuka.

Kami sekeluarga duduk diteras sambil menikmati suasana. Saya yang terlalu semangat menjaga agar api itu terus menyala supaya daun-daun itu lekas habis terbakar. Saya bolak-balik ambil ranting-ranting terus saya masukkan ke dalam api yang masih menyala. Saat api semakin besar saya merasa senang dan makin bersemangat pingin membakar daun-daun itu semua supaya besok paginya tinggal dibersihkan agar sedap dipandang.

Api semakin besar dan besar sampai suami saya bilang, “Hati-hati mama nanti kena atap aula.”

Tiba-tiba angin besar dan hujan seketika. Saya lari masuk tapi sudah terlanjur kena air hujan. Saya langsung ke kamar mandi tapi tidak berani mandi hanya ganti baju saja dan membersihkan ala kadarnya.

Esok paginya tanggal 1 Januari 2019. Saya merasa pingin sarapan dengan gudeg. Saya bersama suami pergi ke pasar belanja sekalian beli bubur lauk gudeg dan telur. Pulang dari pasar belum sampai rumah tiba-tiba hujan deras. Karena tanggung sudah dekat rumah maka motor terus melaju hingga di rumah dan badan basah kuyub kena hujan.

Saya langung mandi pakai air hangat. Setelah itu saya bermaksud makan bubur gudeg. Saat bubur mau saya makan tiba-tiba terasa ngilu di seluruh persendian. Saya mencoba makan bubur tapi lidah sudah tidak merasakan enak makan. Kepala terasa pusing dan mual yang luar biasa. Bubur tidak jadi saya makan. Saya langsung ke kamar tidur dan badan mulai demam.

Suami saya langung cari obat flu di apotik dan minta saya untuk minum obat. Setelah minum saya tidur. Keringat membasahi seluruh tubuh saya yang membuat saya terbangun. Saat bangun bumi seolah berputar-putar. Membuat saya makin mual namun tidak bisa muntah. Saya semakin tersiksa. Hingga malam gejala itu tak juga reda. Saya berpikir bahwa hidupku segera berakhir.

Besok paginya suami membawa saya ke dokter di rumah sakit Pratama UIN. Saya diperiksa dan diberi obat berapa macam. Setelah pulang saya minum obatnya lalu tiduran lagi di kamar diselimuti rapat oleh suami. Keringat dingin membasahi tubuhku lagi. Obatnya seperti tidak efektif sama sekali. Malam hari saya semakin tersiksa mual yang teramat sangat. Saya ke kamar mandi dan muntah ada darah. Saya berfikir saya kena demam berdarah.

Paginya saya ke rumahsakit lagi. Saya lemah sekali dan turun dari mobil dipapah suami saya menuju rumahsakit. Baru sampai di pintu saya sudah pingsan. Lalu saya ditidurkan di IGD dipasang infus. Dokter memberi rujukan untuk di bawa ke RS Hermina.

Saya tidak pernah berfikir bahwa saya harus dimasukkan ambulan yang melewati sekolah saya menuju RS Hermina yang sebetulnya tidak jauh dari rumah saya. Di dalam ambulan hanya bertiga yakni sopir, perawat dan saya. Keduanya bapak-bapak. Oleh perawat saya tidak boleh merem. Kalau mata saya tertutup dia langsung mencubit lengan saya kuat. Dia khawatir kalau saya mati. Suami mengikuti dengan mobilnya di belakang ambulan.

Sampai di IGD RS Hermina saya disambut oleh perawat untuk dipindah ke ranjang pasien. Dokter memeriksa saya dan minta botol infus saya dilepas dan diganti dengan botol yang isi cairan berwarna pink. Saya diambil darahnya terus dicek di laboratorium.

Hasilnya memang trombosit di bawah normal dan ditunggu apakah makin turun. Sore dicek lagi darahnya dan trombositnya tidak turun asumsinya sakit saya sembuh setelah infusnya habis dan minum obat. Herannya dokter di IGD meminta saya pulang dulu. Kalau masih belum baik besok baru diopname.

Saya pulang dulu. Saya berharap sembuh setelah minum obat. Ternyata setelah di rumah hampir semalam suntuk tak bisa tidur nyenyak. Pagi suami minta rujukan ke rumahsakit Pratama lagi. Kebetulan putri saya juga sakit. Akhirnya suami minta rujukan untuk saya dan putri saya untuk penanganan lebih lanjut di RS Hermina.

Ternyata saya harus ke poli penyakit dalam. Saya bersama putri saya diperiksa secara bergantian oleh bu dokter. Kemudian oleh dokter diminta rawat inap. Saya kondisinya sudah sangat lemah. Sambil menunggu kesiapan kamar saya tiduran dulu di ranjang pasien di ruang IGD. Setelah siap saya bersama putri saya dibawa dengan kursi roda ke bangsal yang ada di lantai empat.

Sudah disiapkan dua ranjang pasien dalam satu kamar. Satu untuk saya satu untuk putri saya. Saking lemahnya saya, saat mau diinfus lama tidak ketemu pembuluh darahnya. Tekanan darah saya drop menjadi 60/90. Putri saya sudah berhasil diinfus saya malah belum. Perawatnya juga terlihat panik. Namun setelah kurang lebih 15 menit baru infus bisa terpasang.

Sekitar jam 8 malam, dokter yang menangani saya di poli mengunjungi saya di bangsal. Beliau menanyakan konndisi saya. Kemudian beliau bilang bahwa berdasarkan hasil lab diagnosanya untuk putri saya infeksi bakteri sedangkan saya infeksi virus. Andai saya sakitnya sekarang ini pasti saya dibilang sakit covid-19 dan diisolasi selama 14 hari. Saat saya tanya virus apa yang menginfeksi saya beliau cuma bilang pokoknya itu virus yang bisa sangat berbahaya jika terlambat menangani.

Setelah empat hari dirawat dan sudah baik kami sudah boleh pulang. Tapi herannya setelah di rumah anak saya sudah sehat kembali tapi saya yang masih belum sembuh total. Masih sering demam selama satu minggu sampai obatnya habis baru demamnya hilang. Berat badan turun sekitar tujuh kilo. Setelah kontrol lagi ke dokter alhamdulillah dinyatakan sembuh.

Maguwoharjo, 20 November 2020.

Sumber gambar: tokopedia.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post