Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengundang Para Siswa ke Rumah (Tamugusi ke - 160)
Kelas XI AK

Mengundang Para Siswa ke Rumah (Tamugusi ke - 160)

Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.

Banyak guru yang mengeluhkan ulah para siswa yang saya menjadi wali kelas mereka yakni kelas XI Akuntansi. Keluhan para guru hampir sama menganggap mereka tidak patuh, semaunya sendiri, tidak mengerjakan tugas dengan tertib, tidak disiplin dan lain sebagainya. Saya sendiri sebagai guru mapel bahasa Inggris yang adalah juga wali kelas mereka pun sebenarnya sama saja. Bahkan pada jam saya yang terakhir sebelum mereka saya undang ke rumah malah terjadi perdebatan tentang kenapa hari Sabtu kok tetap pelajaran. Padahal sudah hampir satu semester berlangsung namun baru mereka protes.

Saya tetap berusaha untuk membina dan mendidik mereka dengan segenap kemampuan saya. Apapun cap negatif yang disematkan pada mereka, sebagai guru sekaligus wali kelas mereka, saya tetap berkewajiban memperlakukan mereka dengan baik dan penuh kesabaran. Jika mereka hanya dimarahi, mereka akan semakin menjauh dari gurunya dan semakin tindakannya susah dikendalikan. Tentu bukan ini yang diharapkan.

Pada hari Kamis 12 November 2020 saya membuat undangan untuk mereka hadir ke rumah saya pas mapel saya yakni Bahasa Inggris pada Sabtu 14 November jam 09.30 – 11.00. Undangan tersebut saya kasihkan di grup kelas XI Ak sekaligus saya forward ke grup wali siswa. Sengajaya undangan dibuat tidak mendadak supaya mereka tidak pergi ke mana-mana dan orangtua mereka bisa juga membantu mengingatkan mereka agar hadir ke tempat saya. Ada memang salah satu orangtua yang menanyakan mengapa tidak di sekolah saja. Saya jawab agar suasananya berbeda yakni lebih santi tidak terlalu formal. Anak-anak saya biarkan tidak berseragam sekolah namun berpakaian bebas sopan. Kebetulan tempat saya ada perpusatakaan yang lumayan luas sehingga kalau cuma 20 siswa masuk semua masih longgar.

Dari 20 siswa yang terdaftar di kelas XI Ak yang hadir 10 perempuan, satu anak hadir tapi tidak berhasil menemukan rumah saya. Satu lagi ijin tidak bisa hadir karena tidak ada yang antar. Dua anak laki-laki datang terlambat setelah saya tilpun orang tua mereka. Yang enam lagi perempuan tidak hadir tanpa ada keterangan. 20 anak tidak ada keterangan 6 anak bagi saya sudah lumayan.

Saya masukkan anak-anak ke aula perpusatakaan kemudian saya minta mereka untuk menggunakan hotspot rumah saya. Bakda salam saya sampaikan alasan saya mengundang mereka ke rumah dan juga mengapa harus ada PJJ. Kemudian saya tunjukkan ke mereka kemajuan belajar mereka yakni tugas-tugas mereka siapa yang tertib mengerjakan semua tugas, siapa yang masih belum lengkap dan siapa yang belum sama sekali mengerjakan dari 8 tugas yang seharusnya mereka kerjakan sejak dari awal masuk hingga sekarang.

Setelah mengetahui kemajuan belajar mereka, kemudian saya tanyakan apa masalah yang dihadapi selama PJJ. Sempat saya live streaming saat menanyakan permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi melalui facebook. Saya bilang kita sedang live streaming. Mereka bertanya di IG ya bu, saya jawab di facebook. Saya sempat berfikir bahwa umumnya anak-anak menggunakan IG sehingga kenapa tidak nanti pembelajarannya lewat IG. Selama ini saya menggunakan Google Classroom dan WA. Untuk WA sekarang saya manfaatkan hanya untuk pemberitahuan saja. Dulu presensi menggunakan WA namun setelah mengisi presensi mereka terus pergi. Kemudian saya bilang bahwa presensi di Google Classroom dengan menjawab salam dan mengerjakan tugas sesuai materi yang disampaikan.

Permasalahan yang mereka sampaikan diantaranya adalah tidak begitu jelas dengan materi yang disampaikan hanya lewat media, quota yang boros, signal yang susah, HP yang tidak support, tidak punya HP, orangtua yang tidak dapat membantu mereka dalam belajar dan sebagainya. Setelah saya mencatat permasalahan yang dihadapi mereka, saya mencoba menyampaikan solusi yang mungkin bisa digunakan.

Solusinya adalah sebagai berikut. Untuk materi yang mereka susah paham agar menanyakan lewat forum diskusi di google classroom atau melalui wapri atau ketemu gurunya langsung. Menghemat quota dengan tidak menggunakan HP untuk hal-hal yang tidak penting. Mencari tempat yang mudah mendapatkan signal. Bagi yang tidak punya HP atau yang HPnya tidak support bisa hadir ke sekolah menggunakan lab computer atau pinjam HP orang tua atau saudara. Jika orangtua tidak bisa membantu bejalar bisa tanya sama siapa saja yang bisa membantu. Prinsipnya adalah jangan membiarkan masalah tetap jadi masalah. Masalah harus diatasi bukan ditumpuk menjadi masalah yang lebih besar.

Saya menanyakan juga tentang apakah tertib menjalankan ibadah terutama sholat lima waktu bagi yang muslim. Saya bilang bahwa sesungguh orang yang tertib dalam sholatnya hidupnya juga menjadi labih tertib, termasuk tertib dalam belajar. Umumnya mereka tidak tertib sholat lima waktu.

Mengakhiri pertemuan saya membagikan masker sebelum mereka pulang. Menutup pertemuan dengan doa. Saya pesan agar mereka langsung pulang tidak boleh keluar rumah main karena masih masa pandemi. Tidak boleh membuat orangtua bingung karena pergi main tanpa pamit. Tidak lupa mengingatkan agar mereka lebih tertib lagi sholat dan juga belajar.

Maguwoharo, 16 November 2020

Sumber gambar: gallery pribadi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post