Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Muridku Ngeyel (Tamugusi ke - 150)
pesan WA

Muridku Ngeyel (Tamugusi ke - 150)

Masa PJJ yang memasuki bulan ke 9 membuat kejenuhan yang luar biasa. Ini dialami oleh banyak orang baik anak didik, orangtua dan juga guru termasuk murid-murid saya.

Terlalu lama tidak tatap muka antara murid dan gurunya mengikis hubungan emosional antara keduanya. Interaksi yang terjadi hanya melalui media komunikasi berupa gawai. Hal ini menyulitkan terjadi komunikasi yang baik dan efektif.

Adalah murid-murid yang kebetulan saya menjadi wali kelasnya kemarin Sabtu bertingkah yang mengaduk-aduk emosi saya. Sempat beristighfar berkali-kali agar emosi saya tidak meledak. Jika hal ini terjadi sangat disayangkan mengingat saya adalah bukan sekedar pengajar namun pendidik. Di sini saya sebagai guru sedang diuji kesabarannya.

Saya adalah wali kelas sekali gus guru mapel bahasa Inggris mereka. Sebelum pandemi covid-19 sekolah kami menerapkan lima hari sekolah sehingga sekolah berlangsung dari jam 07.00 hingga jam 15.30. Selama pjj sekolah menjadi enam hari supaya sekolah tidak sampai terlalu sore. Otomatis hari Sabtu juga tetap pembelajaran.

Mapel bahasa Inggris jadwal di kelas yang saya menjadi wali kelasnya adalah Sabtu jam 9.30 – 12.00. Saya sudah menyapa di google classroom tak ada satupun yang menjawab. Saya salam di WAG yang khusus kelas mereka tak ada jawaban. Saya salam di kelas besar tak ada jawaban juga. Saya sempat ragu apakah memang diliburkan tapi saya tidak tahu.

Untuk memastikan apakah libur untuk Sabtu kemarin, saya menilpun salah satu teman guru akuntansi. Beliau bilang tidak libur. Terus check guru sebelumnya yang mengajar ternyata memang tidak libur. Guru sebelum saya tetap mengajar walau yang mengisi presensi baru beberapa anak saja.

Setelah saya wa lagi..”ada apa ya kok bu guru dicuekin?” Ada dua orang murid perempuan dengan inisial F dan N menulis di WAG yang intinya protes kalau Sabtu itu jangan ada pelajaran seperti sekolah lain dan memprofokasi teman-temannya agar tidak ikut pelajaran dengan bahasa yang membuat saya harus beristighfar. Kemudian anak itu saya tilpun tapi langsung dimatikan dan malah menulis di WAG…”hey cah bu guru nilpun to”. Terus saya jawab, “bu guru tilpun bapak kamu ya” F menjawab, “yaaaa gapapaaa”

Saya tilpun ayahnya. Saya menanyakan apakah Firda ada di rumah. Ayahnya menjawab iya bu ada. Terus saya ceritakan kelakuanya. Kemudian saya minta beliau untuk juga ikut mengontrol putrinya dan ikut juga mendidiknya terutama tentang sopan santun pada siapapun termasuk pada guru-gurunya. Kemudian ayahnya berterimakasih dan mohon maaf atas kelakuan putrinya yang kurang sopan.

Kemudian dialog dengan ayah Firda dilanjut di WA sebagai berikut:

“Terimakasih Bu atas infonya... saya orang tua dari Firdha Rahmawati mohon maaf atas kelancangan anak saya. Ini sudah saya bilangin .sekali lagi saya orang tua dari Firdha Rahmawati mohon maaf atas ketidak sopanan anak saya.”

“Iya pak. Kalau tidak dibina sejak awal takutnya nanati kalau sudah hidup bermasyarakat bisa kebawa. Terimakasih kerjasamanya ya pak. Untuk pendidikan karakater adalah tanggungjawab orangtua, sekolah dan lingkungan masyarakat. Tidak mungkin berhasail tanpa kerjasama yang baik.”

“Apa hari ini ada tugas sekolah ..”

“Iya pak. Selama pandemi sekolah menjadi enam hari. Jadi Sabtu tidak libur.Kebetulan ini pelajaran saya bahasa Inggris. Materi pelajaran disampaikan melalui Google Classroom pak”

“Ooo ya Bu terimakasih banyak atas informasinya”

“Sami-sami pak. Sebenarnya saya sangat longgar mengenai tugas, yg penting dipahami dulu materi yang saya kirim, untuk mengumpulkannya biasanya saya kasih tenggat waktu tiga hari. Kalau masih belum ngumpul semua biasa saya kasih tambahan waktu.”

“Siap Bu guru saya bilang ke anak saya..”

Setelah itu anak-anak masuk ke Google Classroom walaupun ada beberapa anak yang tidak masuk.

Semoga PJJ segera berakhir agar interaksi antara murid dan guru terjadi lagi seperti dulu. Corona cepatlah kau pulang ke negeri asalmu. Jangan kelamaan menjajah manusia di muka bumi. Biarkan kami menjalani kehidupan ini secara normal.

Maguwoharjo, 8 Nov 2020

Sumber gambar : Tribunnews.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post