Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Operasi Tiroid  - Bagian ke 4 (Tamugusi ke - 167)
Operasi Tiroid

Operasi Tiroid - Bagian ke 4 (Tamugusi ke - 167)

Bagian 4. Seharusnya ke Poli Ongkologi

Setelah berhasil mengatasi konflik batin terkait akan berobat ke dokter ahli tiroid atau tidak, akhirnya saya memutuskan untuk mulai menjalani pengobatan. Saya menfaatkan Askes untuk berobat. Setidaknya hal itu bisa mengurangi biaya pengobatan jika harus mahal. Saya memilih waktu bulan pertengahan Desember 2012. Alasannya adalah jika harus menjalani rawat inap itu masih hari libur.

Pertama yang dilakukan adalah mencari surat rujukan dari puskesmas atau ruamh sakit pratama. Saya datang ke klinik Pratama UIN. Mengapa UIN karena suami saya status PNSnya adalah dosen Kemenag. Gaji suami lewat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, walaupun beliau statusnya dosen DPK di UGM. Setelah ketemu dokter di sana saya minta surat rujukan untuk berobat di RSPAU Harjolukito Yogyakarta. Saya bilang ada gangguan di leher maka dokter merujuk saya ke dokter THT.

Setelah mendapatkan Surat Rujukan, besoknya saya datang pagi-pagi sekali ke RS Harjolukito. Sepagi itu datang ke sana pun antrian sudah sangat panjang hanya untuk mengambil nomor. Namun demikian saya sudah siapkan mental bahwa nanti akan selalu antri dan antri. Hal itu tak terhindarkan karena antara pelayanan kesehatan dan yang harus dilayani lebih banyak yang harus dilayani. Harus bersabar dalam menjalani ikhtiar mencari kesembuhan.

Setelah mendapatkan nomor antrian saya duduk di ruang tunggu. Menunggu panggilan tiba saya ngobrol dengan sesama pasien yang menunggu dipanggil dengan terus pasang telinga agar saat dipanggil bisa mendengar. Saat nomor antrian disebut saya langung menuju ke meja pendaftaran ke poli mana hendak periksa dengan menunjukkan surat rujukan dan foto copy askes dan KTP. Setelah mendapat nomor antrian poli THT saya langsung mencari dimana poli THT berada.

Sudah ada beberapa pasien yang antri menunggu panggilan ketemu dokter THT di depan poli tersebut. Sambil duduk, saya melihat nomor antrian saya nomor 9. Saya berhitung jika satu pasien ketemu dokter masing-masing 20 menit maka bisa dipastikan bahwa saya masih harus sabar menanti. Tapi saya sudah membawa bekal sabar. Tiba giliran saya mau dipanggil dokter bilang mau sholat zuhur dulu. Ya sudah sekalian saya ikut sholat di masjid rumah sakit. Setelah sholat, mampir ke kantin sebentar sekedar minum dan makan soto karena belum sempat sarapan.

Selesai dari kantin saya buru-buru kembali ke poli karena selepas dokter istirahat adalah giliran saya dipanggil. Duduk sebentar kemudian nomor antrian saya disebut. Saya masuk ke ruang dokter. Sesuai prosedur saya ditensi kemudian menghadap ke dokter. Dokter bertanya ada keluhan apa. Saya bilang bahwa ada benjolan kecil dan keras di leher. Ternyata saya seharus bukan ke poli THT. Karena keluhan saya bukan Telinga Hidung Tenggorokan, melainkan tentang benjolan jadi seharusnya ke poli bedah Onkologi. Beliau hanya bilang kemungkinan itu struma atau gondok, nanti langsung saja ke poli Bedah Ongkologi

Saya juga sempat bengong. Awam sekali tentang dunia kedokteran. Seharusnya saya banyak baca tentang masalah Kesehatan, walau bukan untuk jadi dokter namun setidaknya untuk wawasan sehingga tidak harus seperti ini. Sudah antri sejak pagi tapi mubazir. Itu kalau pikiran negatif. Pikiran positifnya adalah saya menjadi mengetahui bahwa ada poli onkologi.

Mungkin pembaca juga pingin tahu ya apa itu onkologi dan onklog? Baiklah saya akan kasih bocoran sedikit. Menurut **(censored)** tanggal 18 Desember 2019 disebutkan bahwa Onkologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penyakit kanker. Onkologi terbagi menjadi beberapa subspesialisasi, yaitu onkologi medis, radiasi, bedah, ginekologi, anak, dan hematologi. Dalam onkologi, segala sesuatu yang berkaitan dengan kanker akan dipelajari, termasuk cara mendiagnosis, mengobati, merawat, maupun mencegahnya. Seorang dokter yang mendalami ilmu kedokteran onkologi disebut sebagai dokter onkolog.

Setelah dokter THT mengatakan bahwa saya seharusnya ke poli bedah onklogi saya sempat berpikiran yang tidak-tidak. Rasanya serem karena berpikir bahwa saya terkena penyakit kanker. Terus saya bertanya harus bagaimana selanjutnya beliau bilang harus mencari surat rujukan lagi yang ditujukan ke dokter onkolog.

Setelah mendengar penjelasan demikian saya pun berpamitan untuk pulang. Sepanjang perjalanan pulang saya berpikir kalau terkena kanker dan harus dibedah. Namun saya terus berdoa semoga tidak seburuk yang terlintas dalam pikiran. Karena dalam bayangan saya dan mungkin juga kebanyakan orang bahwa kanker itu salah satu penyakit yang mematikan. Bukan tidak mau mati karena semua orang akan mati, namun jika boleh memohon ya Allah panjangkan umur hamba untuk mencari bekal mati yang cukup.

Besoknya saya mencari rujukan lagi. Dokter di klinik Pratama UIN saat ketemu saya lagi heran karena saya minta surat rujukan lagi. Setelah saya jelaskan bahwa surat rujukan yang kemarin itu salah alamat. Bukan ke dokter THT melainkan harus ke dokter Onkolog.

Saya balik lagi ke RS Sarjito untuk ke poli Onkologi namun harus kecewa lagi karena dokter Onkolog satu-satunya di rumahsakit tersebut sedang cuti tahunan. Berobat pada pertengahan Desember adalah sulit karena banyak dokter yang ambil cuti. Nama dokter tersebut adalah dr. Gede Haryanto, Sp. B (K) Onk. orang Bali. Beliau sekeluarga cuti ke Bali selama dua pekan.

Bersambung.

Maguwoharjo, 24 Nivember 2020

Sumber gambar: alodokter.com,

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post