Operasi Tiroid - Bagian 2. (Tamugusi ke - 165)
Bagian 2. Mencari Tahu tentang Tiroid
Jujur awalnya saya benar- benar tidap paham apa itu Tiroid. Makanya saat adik bilang untuk memeriksa diri ke dokter apakah ada gangguan tiroid saya sempat bingung. Betapa pentingnya banyak membaca supaya paham banyak hal. Ini sakit dahulu baru mencari tahu tentang sakitnya. Jika sudah paham lebih awal tentu bisa diantisipasi.
Tubuh manusia itu kan bisa juga disebut jagad kecil atau micro cosmos. Tubuh yang telah diciptakan oleh Sang Maha Pencipta memiliki system yang sudah sangat teratur. Di dalam tubuh ini ada berbagai macam organ dengan fungsinya masing-masing yang satu sama lain saling berkaitan. Jika ada salah satu saja organ tubuh tak berfungsi dengan semestinya tentu seluruh tubuh akan mengalami gangguan.
Sangat penting untuk lebih mengenali tubuh kita dengan lebih baik. Dengan demikian kita akan menjaganya dengan lebih baik lagi sebagai rasa syukur atas anugerahNya. Kenali dirimu niscaya akan mengenali Tuhanmu.
Saya berusaha mencari tahu tentang satu organ tubuh yang bernama Tiroid. Di era internet tentu mencari informasi tidaklah sulit. Banyak tulisan bertebaran di berbagai blog dan website yang ditulis oleh para penulis handal tinggal pandai-pandai kita memilih dan memilah mana tulisan yang benar-benar memenuhi informasi yang kita butuhkan dan valid.

**(censored)** pada 7/2/2020 menginformasikan bahwa tiroid adalah kelenjar yang ditemukan di bagian depan leher di bawah laring atau kotak suara dan memiliki dua lobus, satu di setiap sisi batang tenggorokan. Tiroid berwarna kecoklatan-merah, tiroid kaya dengan pembuluh darah. Saraf penting untuk kualitas suara juga melewati tiroid
Tiroid mengeluarkan beberapa hormon, yang secara kolektif disebut hormon tiroid. Hormon tiroid mengatur metabolisme, atau cara tubuh menggunakan energi. Jika kadar tiroksin rendah, banyak fungsi tubuh melambat.
Gangguan tiroid dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh. Beberapa kelainan yang berbeda dapat muncul ketika tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon (hipertiroidisme) atau tidak cukup hormon (hipotiroidisme).
Menurut **(censored)** 16 September 2019, Penyakit tiroid yang umum ditemukan adalah:
1. Hipotiroidisme adalah kondisi ketika jumlah hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid terlalu sedikit.
2. Hipertiroidisme adalah penyakit tiroid yang terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh.
3. Penyakit gondok adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang terlihat sebagai benjolan di leher.
4. Nodul tiroid adalah benjolan padat atau berisi air yang terbentuk dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista.
5. Kanker tiroid adalah penyakit tiroid yang terjadi akibat munculnya jaringan kanker pada kelenjar tiroid.
Penyebab penyakit tiroid berbeda-beda, tergantung jenisnya. Beberapa kondisi yang menjadi penyebab dan pemicu munculnya penyakit tiroid, antara lain:
ü Kekurangan yodium (iodium).
ü Peradangan pada kelenjar tiroid atau tiroiditis.
ü Faktor genetik.
ü Pasca melahirkan.
ü Autoimun.
ü Gangguan pada kelenjar pituitari atau hipofisis.
Penyakit tiroid dapat terjadi pada siapa saja, namun terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko menderita sakit tiroid, di antaranya:
ü Berjenis kelamin wanita.
ü Berusia diatas 60 tahun.
ü Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit tiroid.
ü Memiliki riwayat menderita penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit autoimun.
ü Pernah menjalani pengobatan dengan iodium radioaktif.
ü Pernah menjalani operasi tiroid.
ü Pernah menjalani radioterapi pada dada.
Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Tiroid
Tergantung jenis penyakitnya, gejala yang timbul pada penyakit tiroid adalah munculnya benjolan di leher. Selain benjolan, gejala lain yang dapat muncul adalah gejala akibat perubahan hormon tiroid, apakah hipertiroidisme atau hipotiroidisme.
Penderita hipertiroidisme dapat mengalami gejala berupa:
ü Tremor.
ü Turunnya berat badan.
ü Mudah berkeringat.
ü Gangguan tidur.
ü Gugup, cemas, dan mudah tersinggung.
ü Jantung berdebar.
Penderita hipotiroidisme dapat mengalami gejala berupa:
ü Mudah mengantuk dan cepat letih (letargi).
ü Mudah lupa.
ü Mudah merasa kedinginan.
ü Kulit dan rambut menjadi kering
ü Suara serak.
ü Pembengkakan pada bagian tubuh (edema).
ü Khusus perempuan, menstruasi yang lebih banyak dari biasanya.
Setelah mendapatkan informasi tentang apa itu penyakit tiroid, sayangnya saya tidak langsung memeriksakan diri ke dokter sebagaimana disarankan adik. Ini karena saya menganggap bahwa benjolan itu terlalu kecil dan tidak mengganggu. Juga saya males kalau ke rumahsakit itu ribet, harus meninggalkan pekerjaan dan juga lama. Ada juga informasi bahwa jika harus operasi tiroid ada resiko kehilangan suara. Saya tambah takut jika kehilangan suara nanti bagaimana mengajarnya. Terjadi konflik batin yang cukup lama.
Bersambung.
Maguwoharjo, 22 November 2020
Sumber gambar: alodokter.com, amazine.co
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
