Operasi Tiroid - Bagian 1. (Tamugusi ke - 166)
Bagian 1. Adikku yang Mengetahui
Saya sama Imam adik saya selisih tiga tahun. Adik saya tinggi besar. Tinggi saya cuma sedadanya. Sering orang mengira dia yang kakak saya. Kami tinggal tidak berdekatan. Saya di Yogyakarta, adik di Jakarta. Kami berdua sangat akrab walau tidak dekat secara fisik, tapi kami sering berkontak ria dengan gawai.
Suatu hari adik sekeluarga main ke rumah. Sebenarnya adik mau ke rumah mertua di Jawa Timur, namun singgah dua hari di rumah. Tentu saya sangat bahagia dikunjungi adik sekeluarga. Kunjungan adik sekitar 2011. Jadi sudah 9 tahun yang lalu.
Saya terbiasa di rumah tidak pakai kerudung. Saat ada tamu atau keluar rumah saya baru berhijab. Karena tamu saat itu adalah adik kandung sendiri maka saya hanya mengenakan baju daster panjang tanpa kerudung. Entah bagaimana tiba-tiba adik saya memperhatikan leher saya dengan seksama.
Adik saya menyuruh saya mendongak ke atas. Terus dia mengamati leher saya kemudian bilang, “Mbak Nur lehernya seperti ada benjolan. Coba diraba pakai jari tangan kanan.” Saya seketika mengikuti arahannya. Saya kemudian masuk kamar lalu di depan cermin saya amati leher saya terus meraba. Ternyata benar ada benjolan tapi tidak terlalu besar.
Saya keluar kamar kemudian duduk lagi dengan adik saya bersama istrinya juga ada suami saya. Adik saya yang sorang terapis bilang agar saya periksa dokter untuk memastikan apakah ada kelenjar tiroid yang berubah jadi struma atau gondok karena adanya ketidaknormalan.
Setelah adik saya pulang saya jadi sering memegang leher saya. Memang seperti ada kelereng di dalamnya. Sepintas memang tidak nampak karena memang masih kecil. Juga tidak ada rasa sakit sehingga saya abaikan. Ini kesalahan saya yang fatal. Saya membiarkan ada penyakit di tubuh saya menjadi tumbuh subur.
Lama ke lamaan benjolan di leher agak mengganngu. Memang tidak nampak bahwa saya ada struma atau goondok karena membesarnya ke dalam. Hanya saja kalau saya mengenakan baju dengan kerah Shanghai itu kancing paling atas jika dipasang saya merasa sesak nafas. Sehingga selanjutnya saya memilih baju yang tidak berkerah. Berkerah tidak berkerah tidak pengaruh pada penampilan karen berhijab.
Bersambung.
Maguwoharjo, 21 November 2020
Sumber gambar: alodokter.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
