Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Operasi Tiroid - Bagian ke 3 ( Tamugusi ke - 166 )
Operasi Tiroid

Operasi Tiroid - Bagian ke 3 ( Tamugusi ke - 166 )

Bagian 3. Salah Kaprah tentang Pengobatan Alternatif

Adalah hal yang lucu jika kita sakit tidak berobat namun berharap kesembuhan. Harus ikhtiar dahulu mencari jalan untuk sembuh. Jalan kesembuhan ada dua yakni pengobatan konvensional melalui para dokter dan pengobatan alternatif. Untuk pengobatan konvensional biasanya malah bukan prioritas melainkan setelah gagal melalui berbagai pengobatan alternatif dan sakit tambah parah baru melirik ke pengobatan ala dokter di rumahsakit. Ini sebetulnya adalah sesuatu yang keliru.

Menurut **(censored)** tertanggal 10 November 2020 mengatakan bahwa pengobatan alternatif merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang menggunakan cara, alat, atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan medis yang biasanya dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional kesehatan lainnya (seperti perawat dan terapis fisik). Beberapa orang juga menyebutnya sebagai pengobatan “integratif,” atau “pelengkap”.

Pengobatan alternatif ada banyak ragam. Kadang malah orang awam menyebutnya “orang pintar.” Padahal para dokter kan orang yang sangat cerdas lagi akurat, kenapa tidak disebut orang pintar. Dalam hal ini memang terdengar sangat janggal.Contoh dari pengobatan alternatif adalah akupunktur, bekam, pengobatan aura, obat-obatan herbal dan jamu, reiki, ceragem (pijat batu giok), pijat refleksi, hipnosis, hingga gurah

Mengapa menempuh pengobatan alternatif, tidak lain karena murah dan simple dibanding dengan pengobatan medis. Orang juga berpandangan bahwa pengobatan konvensional itu mahal, lama, sangat ribet dan menyakitkan. Padahal yang benar adalah pengobatan alternatif itu bukan untuk menggantikan pengobatan kedokteran melainkan sebagai komplementer atau pelengkap saja. Itupun sebaiknya atas sepengetahuan dokter yang menangani sehingga tidak terjadi benturan pengobatan yang justeru merugikan pasien.

Masih menurut hellosehat.com, pengobatan alternatif yang ada di masyarakat saat ini sebagian besar tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat karena kebanyakan hanya berdasarkan sugesti dan pengalaman dari pasien saja. Sebuah terapi atau obat baru bisa dibilang efektif dan aman digunakan oleh publik ketika sudah diuji berulang kali dan melewati beragam proses pembuktian ilmiah untuk menunjukkan keamanan, efektivitas, serta mutunya.

Jujur jika membayangkan berurusan dengan rumah sakit yang merepotkan membuat saya juga malas untuk menempuh pengobatan tiroid secara konvensioanl, oleh karena itu saya mengonsumsi obat herbal berbagai macam merek yang sudah mendapatkan ijin sebagai obat alternatif oleh lembaga yang berwenang. Sangat berharap tiroid saya bisa sembuh tanpa harus operasi.

Sebenarnya terkait gangguan tiroid, jujur saya seperti tidak merasakan sakit yang menyiksa. Saya merasa baik-baik saja. Bahwa konon badan cepat capek, jantung berdebar, tekanan darah tinggi, sering merasa kedinginan, pelupa, berat badan berlebih dan lain sebagainya, namun jika pun hal-hal tersebut ada masih dalam batas toleransi. Meski demikian saya menyadari bahwa jika gangguan tiroid saya tidak segera diatasi, suatu saat akan menjadi masalah serius yang bisa fatal akibatnya.

Suami juga berharap agar saya tidak sampai operasi. Beliau rajin mencarikan obat-obatan. Dari yang harganya murah sampai yang mahal dibeli. Dari yang bentuknya minyak, tablet, kapsul, sirup hingga yang diseduh. Disamping juga doa-doa sudah dipanjatkan memohon kesembuhan. Sempat terpikirkan untuk mendatangi tabib namun kemudian saya berpikir kalau cuma ke tabib kenapa tidak sekalian ke dokter ahli.

Setelah menjalani pengobatan alternatif namun justeru benjolan yang tadinya kecil malah menjadi besar. Tiroid saya besar ke dalam sehingga tidak terlalu nampak kalau ada benjolan kecuali diraba. Apa lagi saya pakai hijab sehingga dari segi estetika tak terlalu pengaruh. Menyadari fakta tersebut saya bilang suami bahwa harus periksa dan konsultasi ke dokter ahli. Bismillah ikhtiar untuk mencari kesembuhan.

 

Bersambung.

 

Maguwoharjo, 22 November 2020

Sumber gambar: alodokter.com, bewarajabar.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post