Pelajaran tentang Syukur dan Sabar (Tamugusi ke - 100)
Oleh :
Siti Nurhayati, S.Ag., M.Pd.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Orang yang beriman akan selalu mendapatkan ujian. Ujian keimanan berupa kesenangan agar bersyukur, dan kesusahan agar bersabar. Kesenangan dan kesusahan ujudnya bermacam-macam.
Contoh kasus.
Sebutlah namanya Ivan. Secara fisik bisa dibilang nyaris sempurna. Badannya tinggi tegap. Kulitnya putih bersih. Wajahnya tampan.Hidung mancung. Rambutnya gelombang. Ia memiliki karir yang sangat bagus di tempatnya bekerja karena kecerdasan dan kerja kerasnya ia memiliki posisi tinggi. Uang tentu saja melimpah. Memiliki istri cantik dan dua anak sehat yang beranjak remaja.
Dengan keadaanya yang demikian tentu beliau memiliki daya pikat yang luar biasa utamanya bagi para wanita. Dari sekian banyak wanita, ada satu yang membuatnya jatuh cinta. Saat seseorang sedang mabuk kepayang biasanya logikanya jadi tumpul, dan nuraninya menjadi redup. Istrinya yang cantik jadi tampak kalah kecantikannya dengan wanita pendatang baru yang sedang memenuhi hatinya. Terjadilah hubungan terlarang.
Perselingkuhannya diketahui istrinya kemudian diadukan pada ayahnya yang adalah atasan suaminya. Istrinya atas restu ayahnya menggugat cerai, namun suaminya tidak mau menceraikannya. Inginnya bukan kehilangan salah satunya namun keduanya menjadi wanitanya. Istri tetap menggugat cerai ke pengadilan.
Tibalah sidang perceraian di kantor pengadilan agama. Gugatan cerai dikabulkan oleh hakim dengan hak pengasuhan anak dan harta gono-gini jatuh ke tangan penggugat yakni istrinya. Tak terima dengan keputusan tersebut, tetiba belaiu mendekati mantan istrinya dan menusukkan pisau dengan bertubi-tubi. Melihat kejadian tersebut, pak hakim reflek hendak menolongnya. Namun beliau malah juga menjadi korban penusukkan orang yang sedang kalap dan dipenuhi amarah yang membara. Keduanya meninggal di ruang siding dan dia langsung digelandang ke kantor polisi.
Akibat lupa bersyukur dan bersabar yang muncul adalah kesengsaraan. Karirnya hancur, rumahtangganya bubar, istri meninggal, ia dipenjara dan kedua anaknya merana. Syetanlah yang bersukaria telah berhasil menggodanya. Semoga dalam penjara dia bertaubat dan Allah menerima taubatnya. Aamiin.
Dari kasus tersebut kita belajar bahwa iman akan senatiasa diuji. Jika ujian berupa kesenangan bersyukurlah, dan sabar jika mendapatkan musibah. Jika kita senantiasa bersyukur dan sabar maka kebaikan dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan.
Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata,Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له
“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”.
Allah berfirman:
إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur” (QS Luqmaan: 31).
Sabar dibagi menjadi tiga macam:
1. Sabar dalam melaksanakan perintah dan ketaata.
2. Sabar dalam menahan diri dan perbuatan dosa dan maksiat
3. Sabar dalam menghadapi cobaan ujian yang pahit.
Syukur adalah pangkal iman, dan dibangun atas tiga rukun:
1. Pengakuan hati bahwa semua nikmat Allâh yang dikaruniakan kepadanya dan kepada orang lain, pada hakekatnya semua dari Allâh Azza wa Jalla .
2. Menampakkan nikmat tersebut dan menyanjung Allâh Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat-nikmat itu.
3. Menggunakan nikmat itu untuk taat kepada Allâh Azza wa Jalla dan beribadah dengan benar hanya kepada-Nya.
Bersyukurlah agar Allah menambahkan terus kenikmatan pada kita. Bersyabarlah dalam segala situasi karena Allah bersama orang-orang yang sabar.
Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim (14) ayat 7 sebagai berikut:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah (2) ayat 153 sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Wallahu’alam bishawab
Maguwoharjo, 1 November 2020
Sumber gambar : Oretzz.com
Sumber rujukan :
**(censored)**
**(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
