Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pendosa Terbaik ( Tamugusi ke - 149)
Menyesali dosa

Pendosa Terbaik ( Tamugusi ke - 149)

Oleh: Siti Nurhayati, S.Ag., M.Pd.

Bismillahirrahmaanirrahiim

Adakah manusia yang tak pernah melakukan suatu kesalahan? Jawabnya sudah pasti TIDAK ADA. Nabi dan rasul sekalipun pernah melakukan suatu kesalahan atau dosa, apalagi manusia biasa. Al-Insaanu Mahallu al-khatha` wa al-nisyaan (Manusia itu tempatnya salah dan lupa). Ungkapan di atas menjadi pertanda bahwa sesungguhnya, tak ada satu pun manusia yang ada di dunia ini luput dari kesalahan atau tak pernah berbuat dosa.

Nabi Adam memakan buah khuldi, Nabi Yunus meninggalkan kaumnya, Nabi Musa membunuh lelaki keturunan Bani Israil, Nabi Muhammad saw merasa tidak suka saat sedang ada tamu para tokoh Quraisy lalu datang seorang lelaki buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum untuk menanyakan sesuatu pada Rasulullah. Kekeliruan Rasulullah langsung ditegur Allah dalam QS. ‘Abasa (80) ayat 1 – 40. Ini semua menunjukkan bahwa manusia memang tempatnya salah dan keliru.

Manusia sangat berpotensi untuk selalu berbuat dosa. Hal ini lantaran pada diri manusia ada hawa nafsu. Namun bukan berarti Allah mentolerir perbuatan dosa yang dilakukan umat manusia. Diberinya hawa nafsu adalah agar manusia kreatif dan produktif untuk kebaikan bukan sebaliknya.

Pendosa yang terbaik adalah pendosa yang bertobat dengan sebenar-benarnya tobat..Rasulullah bersabda dalam sebuah haditsnya :

“Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).

Dalam sabdanya yang lain Rasulullah SAW, “Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang bertaubat” (HR. Ibnu Majah).

Ibnu Qayyim menyatakan bahwa tangisan taubat seorang pendosa lebih Allah cintai dari pada tasbihnya orang yang sombong.

Allah sebagai pencipta manusia dan seluruh jagad raya memiliki nama-nama yang baik yang itu manifestasi dari sifat hakikiNya. Diantaranya adalah Al Wahab yakni Sang Pemberi anugerah dan Al Ghafuur yakni Sang Pemberi Ampunan.

Anugerah Allah diberikan kepada umat manusia baik yang ta’at maupun yang ahli maksiat. Jadi meskipun banyak dosa dilakukan, tetap Allah menganugerahkan kepada mereka kesehatan, rejeki, ditutup aibnya serta ditangguhkan azabnya. Sebagaimana dikatakan oleh Sa’ad bin Hilal bahwa jika umat manusia berbuat dosa maka Allah tetap menganugerhakan kepadanya Pertama, ia tidak terhalang untuk mendapatkan rezeki. Kedua, ia tidak terhalang untuk mendapatkan kesehatan badan. Ketiga, Allah tidak akan memperlihatkan dosanya selama di dunia. Keempat, Allah tidak serta-merta mengazabnya.

Begitu rahman dan rahimNya Allah hingga Allah tetap menunggu para pendosa itu menyadari dosa-dosanya untuk kemudian mohon ampun dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. Beberapa ayat tentang tobat diantaranya:

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya). Mereka itulah yang Aku terima taubatnya, dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. – (Q.S Al-Baqarah: 160)

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. – (Q.S Al-Baqarah: 222)

وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا

Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginan hawa nafsunya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). – (Q.S An-Nisa: 27)

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. – (Q.S Al-Maidah: 74)

Mengingat bahwa Allah adalah Maha Pengampun maka marilah kita sebagai manusia yang tak luput dari salah dan khilaf memperbanyak istighfar dan sedapat mungkin menghindarkan diri perbuatan dosa baik yang kecil apalagi yang besar. Kita saling mengingatkan. Semoga Allah menglindungi kita dari kajahatan hawanafsu sendiri dan dari godaan syetan yang telah dikutuk Allah. Aamiin.

Wallahua’lam Bishawab.

Maguwoharjo, 7 Nov 2020

Sumber gambar : umroh.com

Rujukan :

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post