Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pengalaman Mengurus Pajak Kendaraan  (Tamugusi ke - 156)
Kantor Samsat Pembantu Maguwoharjo Sleman

Pengalaman Mengurus Pajak Kendaraan (Tamugusi ke - 156)

Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.

Setiap warga negara Indonesia yang baik akan selalu taat pajak, demikian juga suami saya. Hari ini dua kendaraan yang dilunasi pembayaran pajaknya yakni mobil Xenia sekalian balik nama, dan sepeda motor Fino milik si bungsu yang baru dibeli dua bulan lalu dari seseorang dan atas namanya masih pemilik yang lama. Maka dari itu saya dan suami meminjam KTP pemiliknya yang lama untuk kepenting tersebut.

Tidak mungkin menyelesaikan membayar pajak dua kendaraan sekaligus, maka sekalian melatih si bungsu untuk bertanggungjawab atas barang miliknya, suami menyuruh dia untuk menyelesaikan sendiri membayar pajak tahunan di kantor Samsat Pembantu di Maguwoharjo. Suami mengurus balik nama kendaraan di kantor Samsat Sleman.

Pagi-pagi sekali si bungsu sudah dibangunin abahnya untuk siap-siap mengurus pajak kendaraan. Sebelumnya suruh ambil uang dulu di ATM, setelah uang didapat, kemudian KTP pemilik lama plus STNK dan BPKB diserahkan untuk nanti mengurus pajak. Kemudian suami berangkat, si bungsu mandi lalu berangkat juga urus pajak.

Ini merupakan pengalaman pertama si bungsu urus pajak kendaraan..Karena terburu-buru, suami tidak mendetail menjelaskan prosedur urus pajak pada si bungsu. Sehingga terjadi kekonyolan yang bikin ketawa.

Begitu tiba di kantor Samsat, dia langsung parkir kendaaraan di lantai bawah. Melihat banyak orang mengisi formular dia bertanya pada salah satu dari mereka tentang apa yang dilakukan mereka. Dijawab bahwa mereka mengisi formular untuk membayar pajak lima tahunan untuk ganti plat motor yang baru. Melihat si bungsu seperti bingung ada seorang polisi yang bertanya mau apa. Dia menjawab bahwa disuruh urus pajak motor. Ditanya lagi pajak tahunan apa lima tahunan. Dia jawab tidak tahu. Kemudian dilihat STNKnya lalu dibilang bahwa ini mengurus pajak tahunan. Lalu disuruh naik ke atas.

Si bungsu naik ke atas kemudian ketemu satpam. Ditanya mau apa, dia jawab mau urus pajak. Ditanya lagi sudah foto copy stnk dan ktp apa belum. Dia jawab belum. Lalu satpam menyuruh turun lagi untuk foto copy. Setelah itu dia naik lagi ke atas. Terus dia duduk ikut antri tanpa memasukkan berkas. Kemudian dia tanya sama orang yang antri dapat nomor panggilan dari mana. Terus dijawab masukan dulu berkasnya ke loket nanti dikasih nomor.

Setelah dapat nomor si bungsu duduk lagi. Lama dia kok tidak dipanggil. Dia lupa bahwa yang dipanggil adalah nama yang tertera dalam KTP dan itu bukan nama dia melainkan nama pemilik yang lama. Dia kirim wa ke abahnya dan juga saya menanyakan nama yang punya KTP. Saya menjawab untuk lihat KTPnya. Padahal KTP sudah diserahkan ke petugas. Abahnya jawab kalau namanya juga ada di BPKB. Setelah mengetahui namanya dia tanya ke petugas atas nama Tri Haryani sudah dipanggil belum. Dijawab sudah dari tadi. Terus sama petugas suruh bayar pajak di loket sebelah. Dikiranya kalau sudah bayar selesai, maka dia pun bermaksud pulang. Saat melewati satpam ditanya apakah sudah tuntas sudah dapat STNKnya. Dia menjawab sudah bayar pajak sambil menunjukkan kwitansi. Sekarang mau pulang kata dia, Satpamnya bilang jangan pulang dulu karena belum ambil STNK yang baru dengan menunjukkan kwitansinya.

Si bungsu pun balik lagi untuk menyerahkan kwitansi pembayaran pajak ke loket petugas. Setelah dipanggil untuk ambil STNK baru dia kembali duduk. Dia tidak tahu bahwa kalau sudah dapat STNK baru itu sudah selesai. Sambil duduk di tempat antrian dia kirim pesan wa ke saya sudah boleh pulang apa belum. Saya jawab kalau sudah dapat STNK ya pulang masa mau nginap di kantor Samsat. Setelah itu baru dia pulang. Dia tidak langsung ke rumah melainkan langung mengerjakan tugas kuliah di temapt temannya. Sore baru dia pulang ke rumah.

Sungguh hari ini adalah istimewa bagi si bungsu. Walaupun sudah kuliah semester tiga di UGM namun pelajaran urus pajak kendaraan baru dia dapatkan. Sesampai di rumah dia cerita kejadian yang dia alami di kantor samsat membuat kami tertawa terpingkal-pingkal atas kepolosan dan kekonyolannya.

Maguwoharjo, 12 November 2020

Sumber gambar: isamsat.blogspot.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post