Alarm Tubuh ( Tamugusi ke 184 )
Oleh: Siti Nurhayati
Belakangan tubuh ini rasanya tidak nyaman. Saya sempat check up di Viva Generik dan hasilnya membuat saya tambah galau. Tekanan darah mencapai 190/112, kolesterol mencapai 220. Ada tiga lagi yang dicheck tapi saya lupa. Dari hasil check itu saya diarahkan untuk konsultasi dokter.
Malam hari saya periksa dokter. Dicheck lagi tekanan darah saya hasilnya masih tinggi namun sudah turun menjadi 160/110. Dokter bilang untung saya kuat jika tidak sudah jatuh. Jika sampai jatuh itu sangat berbahaya karena bisa stroke.
Dokter memberi saya resep dua macam obat yaitu obat turun tensi dan turun kolesterol. Dokter juga berpesan untuk menghindari beberapa jenis makanan yang dapat memicu sakit. Makanan yang enak-enak harus dihindari minimal dikurangi. Harus istirahat yang cukup dan olah raga yang teratur.
Sebenarnya kita tahu bahwa menerapkan pola hidup sehat sangat penting, namun terkadang kita abaikan. Kesehatan itu aset yang sangat berharga yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya. Harta banyak menjadi tidak bermakna jika tubuh kita tidak sehat. Orang sehat itu berdaya bisa melakukan banyak hal berguna.
Tubuh kita telah dilengkapi dengan alarm. Hal itu supaya kita tidak melampau batas jika ingin hidup sehat dan bahagia. Misal mata terasa mengantuk namun dipaksa malek terus akibatnya kekurangan darah manjadi anemia. Badan capek tandanya butuh istirahat namun dipaksa terus bekerja akhirnya timbul ketidak nyamanan. Perut lapar meronta mau diisi namun karena nanggung pekerjaan akhirnya tidak makan dan asam lambung naik. Dan masih banyak lagi contoh yang mana kita tidak menghiraukan alarm tubuh, sehingga berlaku jahat terhadap diri sendiri. Mengabaikan haknya maka kita yang jadi menderita.
Saya masih sangat membutuhkan tubuh ini untuk beraktifitas. Saya harus menjaga tubuh ini tetap sehat dan bugar. Apalagi di usia yang tidak lagi muda dan tiroid yang tinggal separoh sehingga metabolism menjadi sangat terganggu. Oleh karena itu saya harus lebih peka terhadap alarm tubuh ini.
Untuk menormalkan tensi saya harus mengonsumi makanan rendah garam, perbanyak buah yang kandungan airnya banyak seperti semangka, melon, timun dan konsumsi banyak sayuran yang direbus saja. Goreng-gorengan yang sangat menggoda perlahan harus say good bye. Roti-roti yang nikmat tiada tara pun saya harus gelengkan kepala jika mengundang.
Saya belakangan terlalu asyik di depan laptop sehingga gerakan fisik kurang proporsional. Itu membuat peredaran darah saya menjadi kurang lancar sehingga asupan oksigen ke otak kurang. Itu yang membuat kepala pusing dan sakit, badan pegal-pegal. Tadi pagi saya paksakan oleh raga sekitar 40 menit mengikuti senam lansia yang ringan namun konsisten dari Youtobe. Efeknya pusing saya hilang dan tubuh terasa bugar. Selepas itu saya ke pasar membeli sayuran dan ikan. Alarm tubuh telah mengingatkan ada sesuatu yang error harus segera diperbaiki sebelum menjadi fatal.
Maguwoharjo, 12 Desember 2020
Sumber gambar: wajibbaca.com
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
