Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Berduaan di Dapur ( Tamugusi ke 191 )
dokpri

Berduaan di Dapur ( Tamugusi ke 191 )

Oleh: Siti Nurhayati

Peran ibu tetap utama dalam rumah tangga. Bagaimana tidak. Saat seorang ibu dsibukkan oleh urusan pekerjaan kantor, urusan dapur menjadi kurang maksimal. Anak-anak masak ya masak saja. Kebersihan kompor dan tempatnya kurang mendapat perhatian, walau mereka cuci perkakas makan.

Saya akui, beberapa hari belakangan ini sibuk dengan urusan penilaian akhir semester. Mulai membuat soal ujian, menjadi satgas PAS, hingga urusan wali kelas yang harus membuat raport. Karenanya saya menjadi kurang mengontrol kondisi dapur. Semua saya percayakan pada anak-anak yang sudah besar-besar. Namun mereka juga sibuk sehingga yang pokok-pokok saja mereka kerjakan.

Raport sudah diserahkan ke orangtua siswa maka saya lumayan santai. Tadi pagi selepas solat subuh saya membuka laptop untuk menulis artikel, namun saya urungkan lalu pergi ke dapur. Kemarin-kemarin saya ke dapur sekedar rebus air lalu bikin minum dan kembali ke laptop. Namun tidak demikian hari ini.

Saya melihat ada sesisir pisang kapok yang sudah kuning. Saya tahu pisang goreng adalah kesukaan suami. Beliau kemarin ke pasar membeli pisang, pasti ingin menikmati pisang goreng. Saya akan membuat pisang goreng untuk teman beliau menikmati kopi hangat di pagi hari.

Saya melihat kompor dan tempat kok sepertinya lama tidak dibersihkan. Saya langsung angkat kompornya lalu ambil sepon dicelupkan ke air sabun untuk menggosok kotoran bekas minyak yang menyiprat saat masak. Kotorannya lumayan tebal dan tidak bisa dibersihkan kalau hanya menggunakan sepon.

Saya ambil sendok yang sudah jelek untuk mengerok kotoran bekas minyak yang sudah berbentuk seperti lilin. Setelah itu, saya gosok lagi berkali-kali hingga bersih. Tempat kompor terbuat dari keramik berwarna putih sehingga kelihatan sekali jika kotor. Setelah tempatnya bersih, giliran kompor yang saya bersihkan dengan sepon dan sabun. Saya ambil kain untuk mengelapnya. Yes sudah bersih, lalu saya letakkan Kembali ke tempatnya semula yang sudah bersih. Kompor siap digunakan.

Saya ambil ceret untuk rebus air. Saat mau menyalakan ternyata gas habis. Waduh…ada-ada saja. Mau bikin pisang goreng saja kok panjang jalannya. Kebetulan suami juga ke dapur untuk bikin minum sehingga aku minta tolong untuk menggantikan gas yang kosong dengan yang isi. Yes beres.

Saya rebus air hingga mendidih kemudian masukkan ke termos. Saya tuang air hangat ke dalam mangkuk sedang kira-kira 200 cc, tambah gula pasir satu sendok makan plus sedikit garam. Aduk dengan pengaduk telur kemudian masukkan tepung terigu secukupnya hingga adonan siap untuk digoreng. Kupas pisang belah dua masukkan ke adonan tepung. Masukkan dalam minyak goreng yang mendidih. Tunggu hingga kecoklatan lalu angkat.

Suami membuat kopi saya membuat goodday plus cremer. Kami berdua menikmati minuman dan pisang goreng hangat di meja makan yang menyatu dengan dapur sambil ngobrol tentang anak-anak dan rencana liburan. Namun kondisi Covid yang masih pekat di mana-mana, kami sementara putuskan untuk liburan di rumah saja sambil berbenah. Tapi entahlah nanti lihat situasi dan kondisi. Anak-anak juga masih pada asyik di kamar masing-masing.

Maguwoharjo, 19/12/2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post