Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Berjodoh dengan Nenek 76 tahun (Tamugusi ke - 178)
Ali mencium kening istrinya. jatim.suara.com

Berjodoh dengan Nenek 76 tahun (Tamugusi ke - 178)

Oleh: Siti Nurhayati

Manusia tak mungkin tahan hidup sendiri tanpa seorang teman. Memiliki teman hidup yang bisa untuk saling berbagi suka dan duka, berbagi cerita susah ataupun senang, bergotong royong menyelesaiakn masalah kehidupan.

Demikian pula yang terjadi dengan seorang pria bernama Jamhar Ali Nursahid berstatus dua cerai berumur 29 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai petani di Ponorogo Jawa Timur. Setelah bercerai dengan istrinya, ia merasa kesepian dan sangat membutuhkan teman. Tentu ia berdoa agar dipertemukan dengan seorang perempuan yang bisa menjadi teman hidupnya kalau bisa hingga hidup ini berakhir.

Doa dikabulkan Allah. Ali berjalan ke pasar tradisional pada bulan Oktober 2020. Dia bertemu dengan seorang nenek bernama Yainem umur 76 tahun. Ia adalah janda yang ditinggal mati suaminya. Dia langsung jatuh hati dengan nenek tersebut. Dia langsung melamar di pasar tersebut, “Mau tidak menikah dengan saya. Kalau mau kita lanjut.” Ternyata nenek itu menyambut baik cintanya sehingga ia menyetujui.

Pada hari Sabtu 28 November 2020 mereka melangsungkun pernikahan secara sederhana di hadapan penghulu di rumah mempelai perempuan. Pernikahan tersebut dihadiri oleh sanak saudara mereka. Mereka mendukung penuh pernikahan yang tidak biasa ini. Semua mendoakan agar pernikahan Ali – Yainem bahagia selamanya.

Pasangan pengantin yang terpaut usia 47 tahun ini tentu saja menggoncang jagad Ponorogo lantaran sungguh tidak biasa. Pasangan ini terlihat seperti nenek dan cucunya. Namun mereka berdua tidak mempermasalahkan omongan orang. Mereka sangat bahagia. Ali bahkan bilang sudah mantap membina rumah tangga dengan nenek Yainem dengan sebaik-baiknya.

Jika dilhat dari sisi usia tentu pasangan ini bukanlah pasangan yang ideal. Lebih pantas mereka adalah nenek dan cucu. Namun kita tidak tahu apa rahasia di balik itu semua. Mungkin mereka memang dijodohkan Allah. Kita hanya bisa mendoa bahwa pernikahan mereka bahagia langgeng hingga Allah memisahkan mereka dengan kematian.

Menikah adalah sunnah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

Dari Ubaid bin Sa’ad, Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang menyukai fitrahku hedaknya ia bersunnah dengan sunnahku, dan termasuk sunnahku adalah menikah.” (HR. Abu Ya’la – Husain Salim Asad).

Meskipun jodoh sudah tertulis di lauhmahfudh namun manusia harus mengupayakan untuk ikhtiar menemukan jodohnya. Ali menikahi nenek Yainem juga melalui sebuah upaya. Jika dia tidak ke pasar menemui dia kemudian melamarnya tidak mungkin pernikahan itu terjadi. Jodoh adalah rizki dari Allah SWT. Allah mengisyaratkan rahasia tentang pasangan hidup atau jodoh dalam Al-Quran sebagai berikut.

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” (QS. Al-Nahl:72)

Perhatikan pula hadits berikut ini.

”Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya…” [Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim].

Tentang wanita yang menjadi pertimbangan untuk dinikahi adalah bagus agamanya. Wanita yang bagus agamanya adalah wanita yang sholehah. Perhatikan dua hadits berikut ini.

Wanita dinikahi karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya, Maka pilihlah karena faktor agama niscaya engkau beruntung” (HR. Al Bukhari)

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Hadits riwayat Muslim dari Abdullah ibnu Umar)

Untuk mendapatkan jodoh yang baik maka yang mencari jodoh juga harus baik.

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (QS. An-Nur:26)

Jika Ali bukan pria yang baik mungkin tidak berjodoh dengan nenek Yainem yang juga merupakan wanita yang baik. Ia setia menjadi istri dari suaminya yang telah meninggal dunia. Saya yakin ia jua berdoa agar jika memungkinkan Allah memberinya jodoh walau usianya tidak lagi muda. Dan Allah mengijabah doa nenek itu dengan mendatangkan Ali dalam kehidupannya.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah jangan pernah letih berdoa kepada Allah agar diberikan rizki yang terbaik. Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Allah adalah sebaik-baik pengabul doa, maka kita harus selalu berbaik sangka pada Allah.

Sumber rujukan:

**(censored)**

**(censored)**

Maguwoharjo, 5 Desember 2020

Sumber gambar: jatim.suara.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post