Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Guru Bahasa Inggrisku Kepala Sekolahku  ( Tamugusi ke - 181 )
Kasih Guru Tak Terbilang. lomba MGI

Guru Bahasa Inggrisku Kepala Sekolahku ( Tamugusi ke - 181 )

Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.

Pelajaran bahasa Inggris itu ditakuti oleh mayoritas siswa termasuk saya. Saya mengenal Bahasa Inggris sejak SMP. Sejak itu pula saya tidak bisa paham, lanjut SMA pun tetap tidak paham. Anehnya di perguruan tinggi saya malah nekat masuk jurusan bahasa Inggris biar paham. Apakah langsung paham? Ya tidaklah.

Guru bahasa Inggris SMA waktu itu ada dua. Satu guru perempuan cantik masih muda berasal dari Solo namanya bu Erni. Yang satunya adalah guru laki-laki gagah sudah senior, sukanya memakai blue jeans dengan baju kemeja lengan panjang putih yang di gulung sepertiga. Beliau adalah bapak Basuki kepala sekolah SMAku orang Banyumas asli. Beliau bilang boleh pakai blue jeans tapi jangan dekil.

Beliau mengajar kelas tiga SMA saat itu. Beliau sangat menguasa materi. Saat itu disamping mengajar Bahasa Inggris beliau juga mengajar bahasa Jerman. Saya melotot kalau beliau masuk kelas maksudnya biar paham, tapi tetap saja gak pinter bahasa Inggris. Kalau pas ditunjuk untuk menjawab sering tidak bisa menjawab dengan pas. Saya masih ingat betul cara beliau mengajar, sangat menarik namun herannya hidayah tidak turun ke otak saya dengan lancar.

Beliau masuk kelas tiga IPA dua kali seminggu yakni pas jam bahasa Inggris dan jam bahasa Jerman. Beliau itu sangat menguasai kedua bahasa itu. Apalagi bahasa Jerman, pinternya pakai banget. Mengapa demikian karena beliau beberapa kali pergi ke Jerman. Gaya hidupnya seperti anak muda walau usianya saat itu sudah jelang 60 tahun. Penampilannya sangat perlente dan parfumnya haruuuum.

Walaupun saya tidak pintar bahasa Inggris, namun dalam hati saya sangat mengidolakan beliau. Saya berniat pingin suatu saat jadi guru bahasa Inggris seperti beliau. Saya ingat beliau kalau mengajar selalu cerita pengalaman terutama pengalamannya saat berada di Jerman. Siswa semua melongo terbengong-bengong mendengarkan beliau cerita sambil membayangkan suasana di Jerman. Dalam hati saya wah enak kalau pinter bahasa asing bisa jalan-jalan ke luar negeri.

Masuk tengah semester enam, siswa dibuatkan diktat Bahasa Inggris tipis yang beliau ketik sendiri dengan mesin ketik manual menggunakan kertas putih ukuran folio. Saya masih simpan dua diktat itu hingga sekarang. Isinya itu ringkasan tata bahasa Inggris beserta contohnya dan prediksi soal ujian bahasa Inggris. Saat itu per siswa hanya diminta pengganti ongkos cetak yang sangat murah. Itupun tidak dipaksa semua siswa, hanya yang berminat saja. Kepada mereka yang tidak membeli diktat juga beliau tidak apa-apa. Beliau membuat diktat semata-mata hanya ingin membantu siswa yang kesulitan mempelajari Bahasa Inggris. Diktat tersebut memang sangat membantu saya ketika megikuti test masuk IAIN-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1986 lalu saya dinyatakan “LULUS”.

Pak Basuki beragama Kristen tapi beliau bangga juga saat mengetahui saya diterima di IAIN. Saya tidak akan lupa beliau, apalagi secara pribadi saya pernah dipanggil ke ruang kepala sekolah. Bukan karena saya nakal melainkan karena saya membaca bulletin Islam dan selesai membacanya tertinggal di laci meja kelas. Entah bagaimana bulletin itu ada di tangan beliau. Beliau mengingatkan agar saya tidak terprofokasi mengikuti ajakan masuk gerakan yang merongrong pemerintah. Saya menjawab bahwa tidak pernah terpikirkan untuk seperti itu. Beliau juga senang saya bisa lanjut kuliah karena banyak yang tidak lanjut belajar setamat SMA.

Terimakasih pak guru telah menginspirasi saya menjadi guru bahasa Inggris. Saya sadar bahwa tak sepintar bapak dalam mengajar, namun saya terus berusaha menjadi guru bahasa Inggris yang baik dan efektif. Saya tidak tahu kabar pak guru sekarang karena sudah 34 tahun saya meninggalkan Banyumas dan tidak pernah ketemu bapak. Kasih guru tak terbilang. Semoga bapak selalu bahagia. Aamiin.

Maguwoharjo, 9 Desember 2020

Sumber Gambar: MGI

Tentang penulis:

Saya Siti Nurhayati, M.Pd. guru bahasa Inggris di SMK YPKK 3 Sleman Yogyakarta. Baru menulis satu buku dengan judul Selaksa (Kumpulan Pentigraf) terbitan Media Guru Indonesia. Hingga kini masih aktif mengajar dan berorganisasi Aisyiyah. Senang belajar menulis dan menulis. Jika ingin berkenalan bisa lewat email: **(censored)** dan WA **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post