Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ibuku Juru Parkir di Pasar - Tantangan Hari Ibu (Tamugusi ke - 194)
Juru parkir perempuan. purwakartapost.co.id

Ibuku Juru Parkir di Pasar - Tantangan Hari Ibu (Tamugusi ke - 194)

Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.

Bapakku divonis sakit diabetes sejak aku masih sekolah di SD kelas enam. Kini aku sudah kelas XII SMK. Selama 6 tahun bapakku sakit. Aku sangat kasihan melihat bapak yang meskipun sakit dan badannya yang dulu gemuk menjadi semakin kurus. Bapakku hanyalah pekerja kasar. Selain menjadi juru parkir di pasar tradisional tidak jauh dari rumah, juga menjadi petugas kebersihan pasar. Saat pedagang sudah selesai berjualan bapak harus membersihkan dan mengangkut sampah ke tempat pembuangan sampah dengan menarik gerobaknya.

Lama kelamaan baik sering tidak bekerja karena sakit dan harus berobat ke dokter. Badannya semakin habis dan lemah. Ibuku sudah mengantisipasi, sehingga ibu juga sering menggantikan tugas bapak menjadi juru parkir di pasar. Petugas kebersihan sudah ada orang lain yang menggantikan. Ibuku harus siap menjadi tulang punggung keluarga. Ibuku hanya tamat SMP sehingga tidak mudah untuk mencari pekerjaan yang rata-rata mempersyaratkan tamatan minimal SLTA selain juga usia yang sudah tidak muda.

Aku juga membantu pekerjaan bapak dan ibuku menjadi juru parkir. Aku melaksanakan tugas sebagai juru parkir sebelum berangkat sekolah saat sebelum pandemi. Namun dengan datangnya pandemi aku lebih leluasa membantu ibuku, karena sekolah dilakukan secara daring. Sambil menjadi juru parkir, aku tetap bisa sekolah. Namun karena pasar itu sangat ramai, sehingga hampir tidak pernah bisa istirahat lantaran orang terus berdatangan dan juga pergi setelah belanja. Hal ini menjadi masalah saat mengikuti pembelajaran daring dan mengerjakan tugas.

Namaku Indri. Saat aku berada di semester awal kelas XII, kondisi kesehatan bapakku makin buruk dan akhirnya meninggal dunia. Bapak meninggal dunia di rumahsakit tak jauh dari rumah. Bapak meninggal di saat awal masa pandemi, sehingga para pentakziah tidak terlalu banyak lantaran tidak boleh ada penumpukkan orang di suatu tempat. Namun bersyukur penyelenggaraan jenazah bapak berjalan lancar sehingga cepat dimakamkan dengan baik.

Bapak meninggalkan kami bertiga yaitu ibu, aku dan kakakku Ega. Orangtuaku punya anak dua semua perempuan. Kakakku sudah menikah 9 tahun yang lalu dan ikut suaminya. Tinggallah aku dan ibuku berdua saja. Ibu dan aku tak harus lama larut dalam kesedihan lantaran bapak meninggal dunia. Bapak telah sakit yang cukup lama sehingga kami sudah menyiapkan mental kalau sewaktu-waktu bapak harus meninggalkan kami selamanya.

Ibuku seorang wanita yang tangguh. Walaupun menjadi juru parkir umumnya dikerjakan oleh laki-laki, tapi ibuku tetap menjalani pekerjaan tersebut tanpa rasa canggung dan malu. Ibuku mengajari aku bahwa pekerjaan apa saja itu baik asal halal. Meskipun menjadi juru parkir, kalau hal itu dilakukan dengan ikhlas dan senang hati maka Allah ridho dan melancarkan rizki. Orang juga akan menghormati kita. Jangan pernah berharap bahwa kita akan kaya tanpa bekerja keras.

Setiap pagi selepas subuh ibu telah mandi dan bersiap diri menjalani pekerjaan. Ibu selalu mengenakan celana panjang, baju panjang yang menutup hingga pantatnya dengan lengan panjang, mengenakan jilbab dan tidak lupa mengenakan rompi oranye khas seragam juru parkir. Jam lima pagi ibuku berjalan kaki menuju pasar. Hanya sekitar 10 menit ibu telah sampai di pasar dan stand by di area yang menjadi kapling parkirnya. Ada beberapa juru parkir sesuai dengan kapling masing-masing, kapling ibuku di sebelah utara pasar.

Ibuku berangkat kerja lebih dahulu. Aku biasanya menyusul satu jam kemudian. Aku harus beres-beres rumah terlebih dahulu. Setelah rumah aku bersihkan aku bersiap diri mandi dan membawa peralatan sekolah. Aku berangkat ke pasar mengendarai sepeda motor. Setelah parkir dan meletakkan peralatan sekolah di warung kakakku, baru aku menjalankan tugas dengan menata parkir sepeda motor. Aku mengerjakan tugas sekolah saat ada waktu senggang di warung kakak.

Kapling area parkir ibuku lumayan luas sehingga bisa juga untuk parkir kendaraan roda empat. Ibuku sangat cekatan memandu sopir untuk memarkirkan mobilnya dengan pas dan rapi. Kebetulan kakak perempuanku juga berjualan bakso, mie ayam dan juga minuman di bagian depan area parkir ibuku sehingga kakakku terbantu sekali untuk berdagang di situ. Kami bertiga terjamin soal makan minum lantaran  kakak saya berjualan makanan. Jika bosan makan bakso atau mie ayam, dengan mudah kami memilih makanan yang kami suka dengan membeli di penjual lain di pasar tersebut.

Kakakku telah 9 tahun menikah namun Allah belum kasih keturunan. Kakakku posturnya tinggi dan sangat cantik, namun posturku lebih tingga dan besar.  Suaminya juga ganteng dan sehat. Namun entah kenapa belum juga mereka memiliki anak. Ibuku sudah kepingin banget menimang cucu. Ibuku tak henti berdoa untuk kakakku, juga mengupayakan dengan medis dan non medis agar kakak segera punya anak, namun apa daya hanya kehendak Allah yang terjadi. Ibuku tetap berhusnuzan (berpikiran positif) bahwa Allah punya rencana terbaik untuk kakakku. Aku juga pingin punya ponakan dan dipanggil tante. Aku berdoa juga kakak segera punya momongan.

Ini musim hujan, namun demikian kami harus tetap bekerja sebagai juru parkir. Jika hujan di pagi hari ini sangat merepotkan. Aku dan ibuku harus mengenakan rompi oranye kemudian mengenakan jas hujan. Meskipun hujan, tetap saja ada yang pergi belanja di pasar sehingga juru parkir harus siap memarkirkan kendaraan mereka. Aku hanya khawatir ibuku yang makin menua jatuh sakit. Aku berdoa ibuku tetap sehat wal afiat. Aku selalu bilang ibuku jangan terlalu capek. Aku sayang banget sama ibu, orangtua satu-satunya yang tinggal di dunia ini. Aku salut ibuku seorang pekerja keras dan penuh kasih sayang menjagaku. I love you ibu. You are my everything. Selamat Hari Ibu untuk para ibu tangguh yang tak kenal lelah menjaga, membimbing dan mendoakan anak-anaknya menjadi generasi yang membanggakan.

 

Maguwoharjo, 22 Desember 2020

Sumber gambar: gurusiana.id. & dokpri

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post