Mengenang Erupsi Merapi 2010 ( Tamugusi - 177 )
Oleh: Siti Nurhayati, M.Pd.
Belakangan ada beberapa gunung berapi yang mengalami erupsi, ada gunung Semeru di Jawa Timur, gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Ili Lewotolok di NTT. Hal ini mengingatkan saya pada saat Gunung Merapi yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah erupsi pada 26 Oktober – 5 November 2010. Erupsi itu menewaskan juru kunci Merapi yang terkenal dengan nama Mbah Marijan dan juga ratusan orang lainnya di DIY dan Jawa Tengah yang tinggal di lereng Merapi. Mereka meninggal dunia terkena sapuan awan panas yang menghanguskan tubuh mereka.
Saat itu sungguh mencekam suasananya. Suara gemuruh dan semburan abu vulkanik menyebar hingga radius puluhan kilometer. Rumah saya berjarak kurang lebih 20 kilo meter arah selatan dari Merapi. Saat itu dipandang sebagai batas aman sehingga stadion Maguwoharja yang tak jauh dari tempat saya dipenuhi orang yang mengungsi.
Sore itu kebetulan anak cowok saya bersama temannya akan mendekati gunung Merapi untuk menyaksikan dari dekat namun baru berada di jalan Kaliurang kilo meter 10 sudah diminta pulang oleh petugas keamanan karena membahayakan siapa saja yang mendekati gunung tersebut. Suami saya mencari dia namun karena sauasana sangat kacau jadinya susah ketemu. Suami mencari anak hingga ke tempat pengungsian di stadion Maguwoharjo. Lucunya ayahnya masih mencarinya, anak sudah sampai di rumah.
Dari pemerintah desa memerintahkan untuk warga Maguwoharjo membuat nasi bungkus untuk para pengungsi juga jika punya agar menyumbangkan tikar dan pakaian pantas pakai. Di stadion penuh sesak orang yang mengungsi. Hampir semua stasiun televisi meliput kondisi di stadion sehingga banyak sekali ketemu wartawan yang mewawancari mereka. Kendaraan mereka dengan tulisan televisi masing-masing berbaris di tempat parkir.
Bantuan logistik, air bersih dan lain-lain datang dari banyak pihak. Tenda-tenda untuk dapur umur didirikan di sekitar stadion. Berhari-hari suasana di stadion sangatlah ramai, karena banyak juga masayarakat yang datang memberi bantuan sekaligus melihat-lihat sauasana. Solidaritas seketika menjadi terbangun karena kemanusiaan. Meskipun ada juga cerita ada orang-orang yang memanfaatkan keadaan dengan mencuri barang-barang. Namun yang ketahuan dihukum tanpa ampun.
Setelah gunung Merapi tidak garang lagi, orang-orang berbondong-beondong melihat bekas erupsi ke berbagai tempat di sekitar lereng Merapi. Saya bersama suami dan putri saya melihat di sekitar kecamatan Cangkringan persisnya di desa Kepuharjo tempat suami menjadi Dosen Pembimbing Lapangan mahasiswa UGM yang KKN di tempat tersebut.
Mahasiswa KKN sebenarnya sebentar lagi akan ditarik karena sudah hampir selesai programnya, namun keduluan oleh erupsi Merapi sehingga mereka semua lari menyelamatkan diri tanpa sempat membawa apa-apa. Data untuk laporan KKN hilang semua musnah tertutup abu vulkanik. Beruntung tidak ada yang menjadi korban. Mereka semua diluluskan tanpa harus membuat laporan program.
Saya bersama suami dan putri saya berjalan dibekas erupsi. Tanahnya diinjak masih panas dan berasap, sehingga kami berjalan dengan hati-hati. Banyak batu-batu besar di tengah jalan. Sungai-sungai dipenuhi material gunung.
Bahaya dari erupsi yang sangat harus diwaspadai adalah awan panas yang diistilahkan dengan wedus gembel dan juga lahar dingin yakni lahar Merapi yang diguyur hujan deras. Saat itu sempat terputus jalan Yogyakarta-Semarang karena batu-batu besar dan kerikil serta abu Merapi memenuhi jalan menuju Magelang.
Jika mengenang masa itu sungguh mengerikan. Sekarang ini status gunung Merapi hanya Siaga. Untuk erupsi seperti yang terjadi pada Oktober 2010 sepertinya belum akan terjadi pada waktu dekat ini. Semoga saja demikian. Aamiin.
Maguwoharjo, 04 November 2010
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
