Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pilu ( Tamugusi ke - 197 )
jenazah covid-19. id.berita.yahoo.com

Pilu ( Tamugusi ke - 197 )

Pilu

Oleh: Siti Nurhayati

Pak Dani adalah seorang marbot sebuah masjid kampus. Istrinya adalah guru PAUD yang dikelola oleh masjid yang mana ia menjadi marbotnya. Ia tidak pernah menyangka, istrinya yang sabar dan telah memberinya dua orang putri yang masih kelas 4 dan 2 SD itu meninggalkannya begitu cepat.

Pagi itu tetiba asma istrinya kambuh dan nafasnya menjadi sangat berat. Melihatnya sangat menderita, ia membawa ke rumahsakit. Setiba di sana, nakes yang bertugas di IGD langsung menangani sesuai prosedur new normal. Mereka melakukan screening terhadap pasien. Ini untuk memastikan apakah pasien ini terinfeksi Covid-19 atau tidak. Hasil screening belum keluar namun pasien sudah meninggal. Demi amannya, maka penanganan jenazah mengikuti prosedur jenazah covid-19.

Jenazah sudah dalam keadaan siap untuk dimakamkan. Para petugas sudah siap melaksanakan pemakaman dengan APD lengkap. Pemakaman hanya boleh dihadiri oleh suami dan kedua putrinya. Tentu duka yang sangat mendalam dirasakan oleh mereka bertiga, namun menangis pun tak akan mengembalikan jenazah hidup kembali. Yang bisa dilakukan hanyalah pasrah, tawakkal bahwa ini memang sudah menjadi ketentuan sang Khalik.

Oleh Satgas covid-19 kampus, pak Dani dan kedua putrinya diminta melakukan isolasi atau karantina selama 14 hari di tempat yang sudah ditentukan. Selama masa karantina semua kebutuhan hidupnya dijamin oleh pemerintah setempat. Mereka harus melakukan prosedur kesehatan dengan ketat di bawah pengawasan satgas covid.

Pandemi telah membuat banyak orang menjadi repot. Terlebih yang dialami oleh pak Dani sungguh hal sangat memilukan. Sebagai suami ia tidak berdaya untuk menyelenggarakan jenazah sebagaimana di masa normal. Bahkan pemakaman pun tidak bisa dihadiri oleh banyak orang. Belum lagi dia dan putrinya harus melakukan karantina.

Pilu yang dirasakan menjadi semakin bertambah, karena kini istrinya tidak lagi bersamanya. Dia harus membesarkan kedua putrinya tanpa ibunya. Padahal mereka masih sangat membutuhkan sosok ibu untuk mengasuh dan membimbingnya. Dia harus menata mental dirinya dan juga kedua putrinya, bahwa mulai sekarang harus membiasakan diri hidup tanpa ibu yang sangat dicintainya.

Tengah malam saat kedua putrinya telah tidur, pak Dani terbangun. Dia ambil air wudu kemudian melakukan sholat malam. Selepas sholat dia bermunajat agar diberikan kekuatan menerima taqdir Allah berupa kehilangan istri tercintanya. Dia menangis sejadi-jadinya sambil menengadahkan kedua tangannya.

Pak Dani harus tegar menghadapi semua ujian ini. Dia sangat yakin bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan. Di balik musibah ada hikmah yang merupakan rahasia Ilahi. Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuannya. Kedua putrinya adalah amanah yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Allah pasti tidak akan menyia-nyiakan orang yang senantiasa taat kepadaNya. Allah bersama orang-orang yang sabar.

Maguwoharjo, 25 Desember 2020

Sumber gambar: id.berita.yahoo.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post