Siti Nurhayati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Siswaku versus Bandung Bondowoso dan Sangkuriang  (Tamugusi ke 190)
karlina13.wordpress.com , avepress.com

Siswaku versus Bandung Bondowoso dan Sangkuriang (Tamugusi ke 190)

Oleh: Siti Nurhayati

Ada kemiripan antara kisah beberapa siswaku dengan Bandung Bondowoso dan Sangkuriang dalam menyelesaikan masalah. Jika Bandung Bondowoso dan Sangkuriang itu menjawab tantangan Roro Jongrang dan Dayang Sumbi, sedangkan siswaku menjawab tantangan guru-gurunya.

Masih ingat kan bagaimana kisah Bandung Bondowoso dan Sangkuriang? Mereka berdua jatuh cinta kepada perempuan yang sejatinya para putri istimewa. Mereka tidak berdaya untuk menolak cinta mereka secara terus terang. Untuk menghindari hubungan yang tidak mungkin untuk dilanjutkan maka keduanya mengajukan syarat yang sangat berat untuk diwujudkan oleh manusia biasa.

Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang adalah legenda dari Jawa Tengah yakni kisah dibalik Candi Prambanan. Sedangkan Sangkuriang adalah kisah dibalik Gunung Tangkuban Perahu di Lembang Bandung Barat Jawa barat. Kisah cinta mereka sangatlah unik penuh dengan trik tipu daya. Pesan moralnya adalah agar kita senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan tidak boleh berbuat curang.

Bandung Bondowoso adalah pangeran kerajaan Pengging. Disuruh ayahnya untuk menyerang balik kerajaan Boko dan berhasil membunuh sang raja yaitu ayah Roro Jonggrang. Bandung jatuh cinta padanya lalu melamarnya. Roro Jonggrang memberi syarat agar Bandung membuat sumur Jalatunda yang dimaksudkan untuk menguburnya namun berhasil selamat. Kemudian Roro minta Bandung membuat 1000 candi dalam waktu satu malam.

Dibantu para jin Bandung telah berhasil membuat 999 candi. Melihat hal itu, Roro memerintahkan para pembantunya untuk menyalakan api dan menumbuk padi, sehingga para jin mengira itu sudah pagi. Mereka lari padahal masih kurang satu candi. Melihat kecurangan Roro, Bandung murka dan mengutuknya menjadi candi yang keseribu.

Kisah Sangkuriang ada kemiripan. Dia adalah putri Dayang Sumbi yang suka sekali menikmati hati rusa. Ayahnya adalah Tumang yang karena kutukan, bentuknya berubah menjadi anjing. Dayang tidak pernah mengatakan kalau Tumang adalah ayah Sangkuriang.

Suatu hari saat berburu rusa bersama Tumang, Sangkuriang melihat rusa dan menyuruhnya untuk mengejarnya. Dia kehilangan jejak rusa itu. Dia marah lalu membunuh anjing itu dan mngambil hatinya. Saat ibunya makan hati itu, ia teringat pada Tumang. Ia menanyakan pada anaknya. Dia berkata sambil menangis bahwa hati yang dimakan ibunya adalah hati Tumang. Ibunya marah lalu kepala anaknya dipukul dengan centhong nasi dan mengusinya.

Suatu hari mereka bertemu. Ibunya masih tetap cantik, sedang anak yang dulu diusirnya telah menjadi pemuda tampan. Mereka saling jatuh cinta. Saat melihat bekas luka di kepalanya, Dayang Sumbi menanyakannya. Dia bilang bahwa dulu ibunya marah lalu memukul kepalanya dan mengusirnya. Kemudian Sumbi bilang bahwa ia adalah ibunya, namun sangkuriang tak percaya.

Sumbi bilang bahwa jika ingin tetap menikahinya, dia harus mempu membuat perahu sebesar gunung dalam waktu semalam. Dibantu para jin dia membendung sungai Citarum lalu membuat perahu. Perahu hampir selesai, Dayang menyalakan api yang membuat ayam jantan berkokok. Mengira sudah pagi, para jin pergi meninggalkan sangkuriang sendir, padahal perahu belum selesai. Dia marah lalu perahu itu ditendang hingga menutupi gunung itu. Kemudian gunung itu kelak diberi nama Tangkuban Perahu. Sangkuriang tewas tercebur di sungai Citarum.

Lantas apa hubungannya dengan para siswaku? Mereka mengerjakan ujian namun hasilnya belum bisa memenuhi ketuntasan minimal. Mereka tidak tertib mengerjakan tugas. Para guru menagih tugas itu hingga tanggal yang ditentukan. Jika tetap tidak dipenuhi maka guru akan memberi angka merah. Bisa dibayangkan bila satu guru dalam satu semester memberi 10 tugas dikalikan 12 guru kan jadi banyak sekali. Padahal mereka bukan orang-orang sakti yang bisa membuat 1000 candi dan sebuah perahu besar dalam waktu satu malam kan.

Sebagai wali kelas bekerja sama dengan para guru yang telah memberikan tugas dan belum dikerjakan menagih mereka. Memang tidak semua siswa tidak tertib, hanya beberapa siswa saja namun lumayan banyak. Efek pandemic barangkali. Bahkan ada seorang siswi yang dari 12 mapel hany 3 mapel yang angkanya tidak merah. Angka merah artinya tidak KKM.

Dengan ketelatenan dan kesabaran tingkat “dewa”, satu per satu mereka mengirim tugas pada guru yang bersangkutan. Kemudian guru menginformasikan pada wali kelas untuk mengganti angka yang sudah disetor menjadi KKM. Pokoknya tidak berfikir berapa pulsa HP yang dikeluarkan untuk terus kontak mereka agar segera mengerjakan dan mengirim tugas-tugasnya.

Nilai raport merupakan gabungan dari nilai tugas, PTS dan PAS. Mereka yang belum tuntas PTS dan PAS diminta untuk remedy. Yang belum mengerjakan tugas terus ditagih untuk mengerjakannya. Banyak kendala, namun semua berhasil diatasi.

Kini raport mereka yang tadinya merah membara berhasil dipdamkan lalu menjadi hitam. Ibaratnya mereka adalah Bandung Bondowoso dan Sangkuriang dan guru-gurunya adalah Roro Jonggrang dan Dayang Sumbi. Namun dalam hal ini guru-gurunya tidak seperti mereka yang berusaha agar yang ditantang tidak menuntaskan karena alasan lain. Sebaliknya di sini, guru-guru tetap menunggu mereka menuntaskan tugasnya dengan penuh kesabaran, terutama wali kelasnya. Wali kelas bertanggungjawab penuh bagaimana caranya agar mereka lulus semua dan siap membagikan raport kepada orangtua mereka. Alhamdulillah hari ini para orangtua akan mengambil raport putra-putri mereka ke sekolah.

Sumber bacaan:

**(censored)**

**(censored)**

Maguwoharjo, 18 Desember 2020

Sumber gambar: linakarlina13.wordpress.com, avepress.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post